Keutamaan dan Tata Cara Shalat Sunnah WudhuKincai Media – Wudhu bukan sekadar syarat sah shalat, melainkan ibadah yang mempunyai keistimewaan besar dalam Islam. Bahkan, setelah wudhu dianjurkan untuk menunaikan shalat sunnah wudhu, sebagai corak penyempurna kesucian lahir dan batin. Anjuran ini mempunyai dasar kuat dari hadis-hadis Nabi Muhammad SAW serta penjelasan para ulama.
Diriwayatkan dari Humrān, dia berkata:
عَنْ حُمْرَانَ أَنَّهُ قَالَ فَلَمَّا تَوَضَّأَ عُثْمَانُ قَالَ وَاللَّهِ لَأُحَدِّثَنَّكُمْ حَدِيثًا وَاللَّهِ لَوْلَا آيَةٌ فِي كِتَابِ اللَّهِ مَا حَدَّثْتُكُمُوهُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَتَوَضَّأُ رَجُلٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهُ ثُمَّ يُصَلِّي الصَّلَاةَ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الصَّلَاةِ الَّتِي تَلِيهَا
Artinya: Dari Humrān, dia berkata: “Ketika ‘Utsmān selesai berwudhu, dia berkata: ‘Demi Allah, sungguh saya bakal menyampaikan kepada kalian sebuah hadis. Demi Allah, seandainya bukan lantaran adanya suatu ayat di dalam Kitab Allah, niscaya saya tidak bakal menyampaikannya kepada kalian.
Sesungguhnya saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidaklah seseorang berwudhu lampau menyempurnakan wudhunya, kemudian dia melaksanakan salat, melainkan bakal diampuni dosa-dosanya yang ada antara salat tersebut dan salat berikutnya.’”
‘Urwah kemudian menjelaskan bahwa ayat yang dimaksud adalah firman Allah Ta‘ala:
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَٰئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan yang jelas dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab, mereka itulah yang dilaknat oleh Allah dan dilaknat pula oleh semua yang melaknat.” (QS. Al-Baqarah: 159)
Hadis ini menunjukkan bahwa wudhu yang dilakukan dengan sempurna, kemudian diiringi dengan shalat, menjadi karena diampuninya dosa-dosa mini di antara dua waktu shalat.
Dalam sabda lain disebutkan secara lebih unik mengenai shalat sunnah wudhu:
مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَا يَسْهُو فِيهِمَا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barang siapa berwudhu lampau menyempurnakan wudhunya, kemudian dia melaksanakan shalat dua rakaat tanpa lalai (khusyuk) di dalamnya, maka diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Imam Ahmad)
Hadis ini menjadi landasan utama disyariatkannya shalat sunnah wudhu, ialah shalat dua rakaat yang dikerjakan setelah berwudhu, dengan penuh kekhusyukan dan kesadaran bakal kehadiran Allah SWT.
Keutamaan Wudhu Menurut Imam Al-Ghazali
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Ulumiddin menjelaskan sebuah keistimewaan agung yang disandarkan kepada sabda Rasulullah SAW. Nabi bersabda:
“Barang siapa berwudhu lampau menyempurnakan wudhunya, kemudian mengangkat pandangannya ke langit dan mengucapkan:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
‘Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berkuasa disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya,’ maka bakal dibukakan baginya delapan pintu surga, dan dia dipersilakan masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki.”
Redaksi ini menunjukkan sungguh besar keistimewaan wudhu yang dilakukan dengan sempurna, disertai kesadaran tauhid dan pengakuan terhadap kerasulan Nabi Muhammad SAW. Wudhu tidak hanya membersihkan personil badan, tetapi juga menyucikan hati dan memperbarui janji keagamaan seorang hamba.
Tata Cara Shalat Sunnah Wudhu
Shalat sunnah wudhu dikerjakan sebanyak dua rakaat, sebagaimana shalat sunnah pada umumnya. Waktunya adalah setelah selesai berwudhu, selama tidak berada pada waktu-waktu yang dimakruhkan untuk shalat sunnah menurut sebagian ulama.
Adapun lafaz niat shalat sunnah wudhu adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْوُضُوءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal wudhū’i rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah wudhu dua rakaat lantaran Allah Ta‘ala.”
Shalat sunnah wudhu merupakan ibadah ringan namun mempunyai keistimewaan yang sangat besar. Ia menjadi sarana penghapus dosa, penguat keimanan, dan pembuka pintu-pintu surga.
Di tengah kesibukan dan rutinitas harian, membiasakan shalat sunnah wudhu adalah corak ikhtiar untuk selalu menjaga kesucian lahir dan batin, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa menjaga wudhu dan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam setiap aspek kehidupan. Wallāhu a‘lam.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·