Khutbah Jumat: 3 Amalan Malam Nisfu Sya’ban

Jan 29, 2026 04:53 PM - 3 bulan yang lalu 105761
 3 Amalan Malam Nisfu Sya’banKhutbah Jumat: 3 Amalan Malam Nisfu Sya’ban

Kincai Media – Malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu malam mulia dalam Islam yang penuh rahmat dan ampunan, sehingga sangat dianjurkan bagi kaum muslimin untuk memperbanyak ibadah, doa, dan istighfar sebagai corak persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Berikut ini, khutbah Jumat tentang 3 ibadah malam nisfu Sya’ban.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,


Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan inilah bekal terbaik kita dalam menjalani kehidupan bumi sekaligus bekal utama menuju alambaka kelak.

Di antara bulan-bulan yang mempunyai keistimewaan adalah bulan Sya’ban. Bulan ini menjadi jembatan menuju bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan rahmat, maghfirah, dan pembebasan dari api neraka. Oleh lantaran itu, para ustadz menganjurkan agar bulan Sya’ban diisi dengan beragam ibadah kebaikan, seperti puasa sunah, istighfar, doa, dan memperbanyak kebaikan saleh sebagai persiapan menyambut Ramadhan.

Salah satu malam yang paling utama di bulan Sya’ban adalah malam Nisfu Sya’ban, ialah malam pertengahan bulan. Pada malam tersebut, Allah Swt membuka pintu ampunan-Nya seluas-luasnya bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh memohon.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sabda yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan al-Baihaqi dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Rasulullah bersabda:


«إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مُسْتَغْفِرٌ فَأَغْفِرَ لَهُ؟ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ؟ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ؟ أَلَا سَائِلٌ فَأُعْطِيَهُ؟ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ»

Artinya: “Apabila datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka bangunlah kalian untuk beragama pada malamnya dan berpuasalah pada siangnya. Sesungguhnya Allah turun ke langit bumi sejak terbenam matahari, lampau berfirman: ‘Adakah orang yang memohon ampun, maka Aku ampuni? Adakah orang yang meminta rezeki, maka Aku beri rezeki? Adakah orang yang tertimpa cobaan, maka Aku beri keselamatan? Adakah orang yang meminta, maka Aku kabulkan?’ hingga terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah dan al-Baihaqi)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,


Hadis ini menunjukkan sungguh besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah sendiri yang memanggil hamba-Nya untuk datang memohon, datang bertobat, dan datang berambisi kepada-Nya. Maka sungguh merugilah orang yang melewatkan malam ini tanpa memperbanyak angan dan istighfar, padahal pintu pembebasan sedang dibuka lebar.

Selain dianjurkan memperbanyak doa, umat Islam juga dianjurkan menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan shalat sunah. Dalam sebuah riwayat yang disampaikan oleh al-Baihaqi dari Sayyidah Aisyah, diceritakan gimana Rasulullah menghidupkan malam tersebut dengan ibadah yang sangat intens dan panjang:

عن عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَامَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم مِنَ الَّليْلِ يُصَلِّيْ فَأَطَالَ السُّجُوْدَ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ قَدْ قُبِضَ، فَلَمَّا رَأَيْتُ ذَلِكَ قُمْتُ حَتَّى حَرَّكْتُ إِبْهاَمَهُ فَتَحَرَّكَ، فَرَجَعْتُ، فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ السُّجُوْدِ، وَفَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ، قَالَ: ” يَا عاَئِشَةَ أَوْ يَا حُمَيْرَاءَ ظَنَنْتَ أَنَّ النَّبِيَّ خَاسَ بِكَ؟ “، قُلْتُ: لَا وَاللهِ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلَكِنِّيْ ظَنَنْتُ أَنَّكَ قُبِضْتَ لِطُوْلِ سُجُوْدِكَ، فَقَالَ: ” أَتَدْرِيْنَ أَيُّ لَيْلَةٍ هَذِهِ؟ “، قُلْتُ: اَللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: ” هَذِهِ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَطَّلِعُ عَلَى عِبَادِهِ فِيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِلْمُسْتَغْفِرِيْنَ، وَيَرْحَمُ اْلمُسْتَرْحِمِيْنَ، وَيُؤَخِّرُ أَهْلَ اْلحِقْدِ كَمَا هُمْ “.

Artinya: “Ini adalah malam pertengahan Sya’ban. Sesungguhnya Allah memandang hamba-hamba-Nya pada malam ini, lampau Dia mengampuni orang-orang yang memohon ampun, merahmati orang-orang yang memohon rahmat, dan menangguhkan (ampunan) bagi orang-orang yang menyimpan kedengkian.”
(HR. al-Baihaqi)

Jamaah rahimakumullah,


Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa pembebasan Allah bukan hanya ditentukan oleh banyaknya ibadah, tetapi juga oleh kebersihan hati. Orang yang giat shalat, giat berdoa, namun tetap menyimpan dendam, kebencian, dan permusuhan terhadap sesama, maka terhalang dari turunnya pembebasan Allah.

Oleh lantaran itu, menjelang Nisfu Sya’ban dan Ramadhan, hendaknya kita saling memaafkan, membersihkan hati, dan memperbaiki hubungan sosial agar ibadah kita diterima oleh Allah Swt.

Selain shalat dan doa, sebagian ustadz juga menganjurkan membaca Surah Yasin pada malam Nisfu Sya’ban. Dalam kitab Al-Mujarrabāt, al-‘Allamah ad-Dairabi menyebut kebiasaan membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda, sebagai corak ijtihad para ustadz dalam menghidupkan malam tersebut:

وَمِنْ خَوَاصِّ سُورَةِ يَس أَنْ تُقْرَأَ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ: الْأُولَى بِنِيَّةِ طُولِ الْعُمُرِ، وَالثَّانِيَةِ بِنِيَّةِ دَفْعِ الْبَلَاءِ، وَالثَّالِثَةِ بِنِيَّةِ الِاسْتِغْنَاءِ عَنِ النَّاسِ

Artinya: “Di antara keistimewaan Surah Yasin adalah dibaca pada malam Nisfu Sya’ban sebanyak tiga kali: pertama dengan niat panjang umur dalam ketaatan, kedua dengan niat dijauhkan dari bala, dan ketiga dengan niat agar tidak berjuntai kepada manusia.”

Para ustadz menegaskan bahwa ibadah ini merupakan hasil ijtihad dan tidak bertentangan dengan syariat, selama diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan tidak diyakini sebagai tanggungjawab yang mengikat.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,


Dari seluruh penjelasan ini, kita memahami bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah momentum yang sangat berharga. Ia bukan sekadar tradisi, tetapi kesempatan emas untuk kembali kepada Allah, memperbaiki diri, menghapus dosa, dan menyiapkan hati menyambut bulan Ramadhan. Jangan sampai kita sibuk dengan urusan bumi hingga melupakan kesempatan besar ini.

Marilah kita jadikan bulan Sya’ban sebagai bulan persiapan ruhani menuju Ramadhan. Jangan sampai kita memasuki Ramadhan dalam keadaan hati yang kotor, penuh dendam, dan jauh dari taubat. Sebaliknya, marilah kita masuk Ramadhan dengan hati yang bersih, jiwa yang tenang, dan semangat ibadah yang tinggi.

Perbanyaklah istighfar, lantaran istighfar adalah kunci ampunan, kunci rezeki, dan kunci kelapangan hidup. Sebagaimana sabda Rasulullah:

مَنْ لَزِمَ الاِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya: “Barangsiapa yang membiasakan istighfar, maka Allah bakal menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesusahan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Jamaah rahimakumullah,


Marilah kita menutup khutbah ini dengan memperbanyak angan kepada Allah Swt, semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang diampuni, dirahmati, dan diberi keberkahan hidup di bumi dan akhirat.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ، لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: (وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ رَبَّنَا اغْفِرْ وََارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ.

Selengkapnya