Kisah Imam Fakhruddin Ar-razi Membela Nasab Imam Syafi’i

Jul 24, 2026 10:10 PM - 1 hari yang lalu 1610
Kisah Imam Fakhruddin Ar-Razi Membela Nasab Imam Syafi’iKisah Imam Fakhruddin Ar-Razi Membela Nasab Imam Syafi’i

Kincai Media –  Berikut ini kisah Imam Fakhruddin Ar-Razi memihak nasab Imam Syafi’i yang diragukan. Pasalnya, salah satu Imam dari kalangan ustadz Hanafiyah yaitu, Imam Al-Jurjani menolak keabsahan nasab Imam Syafi’i yang bersambung kepada Bani Hasyim dan Bani Muthalib.

Imam Al-Jurjani menyatakan: 

إن أصحاب مالك، لا يسلمون أن نسب الشافعي من قريش، بل يزعمون أن شافعا كان مولى لأبي لهب، فطلب من عمر أن يجعله من موالى قريش، فامتنع فطلب من عثمان ذلك ففعل فعلى هذا التقرير، يكون الشافعي من الموالى، لا من قريش

Sesungguhnya para pengikut Imam Malik tidak menerima realita bahwa nasab Imam Syafi’i berasal dari suku Quraisy, dan apalagi mereka menyangka bahwa Syafi’ itu merupakan budak yang dimerdekakan oleh Abu Lahab, lampau Syafi’ minta pada Umar agar dia bisa dimasukkan dalam suku-suku Quraisy namun dia ditolak, lampau Syafi’ minta pada Utsman, lampau Utsman mengabulkan, berasas ketetapan ini, maka As-syafi’i termasuk golongan para budak bukan dari golongan Quraisy.

Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam karyanya Manaqib Al-Imam As-Syafi’i Juz, 1, Hlm. 43-45,  membantah tuduhan yang dialamatkan kepada Imam Syafi’i tersebut. Menurut penuturan Imam Fakhruddin Ar-Razi nasab Imam Syafi’i dari jalur ayahnya bersambung kepada Bani Muthalib dan dari jalur neneknya bersambung kepada Bani Hasyim. 

Imam Fakhruddin Ar-Razi menjawab tuduhan Imam Al-Jurjani yang menuduh bahwa Imam Syafi’i adalah keturunan budak, Imam Fakhruddin Ar-Razi menyatakan, “Tuduhan tersebut terlalu berlebihan dan tidak dapat dibenarkan”. Imam Fakhruddin Ar-Razi membantahnya dengan tiga konsep secara ilmiah: 

Pertama, sudah masyhur bahwa kemutawatiran nasab Imam Syafi’i sudah muktabar alias diakui oleh para ustadz di zamannya. Sebagian golongan yang ekstrem kepada salah satu Imam Madzhab, mereka sering melemahkan pendapat Imam Syafi’i apalagi nasab Imam Syafi’i dipersoalkan. Andaikan tuduhan tersebut benar, niscaya para ustadz di masa itu bakal tak bersuara dan membenarkannya. 

Kedua, tidak pernah Imam Syafi’i menceritakan status nasabnya kepada orang yang mempunyai logika cerdas, lantaran dia cemas dan takut bakal membanggakan nasabnya. Orang yang mempunyai logika pandai tidak bakal meragukan keabsahan nasab Imam Syafi’i lantaran sudah terang benderang ibaratkan pancaran sinar mentari di siang hari.

Ketiga, para pembesar ustadz membenarkan atas keabsahan nasab Imam Syafi’i diantaranya, Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim. Imam Al-Bukhari mencatat riwayat hidup Imam Syafi’i dalam karyanya At-Tarikh Al-Khabair, Ia menyatakan,  “Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’i’ Al-Quraisyi”.

Dan Imam Muslim juga menyatakan, “Gelar As-Syafi’i dinisbatkan kepada buyutnya yaitu, Syafi’ bin Saib yang nasabnya bersambung kepada suku Quraisy”.

Demikian kisah pembelaan Imam Fakhruddin Ar-Razi yang memihak nasab Imam Syafi’i yang diragukan sampai ke pada bani Quraisy. Semoga bermanfaat. [Baca juga:Imam Syafi’i: Anak Yatim Piatu yang Mulai Berfatwa Sejak Usia 15 Tahun ]

Sertifikasi Halal

Selengkapnya