Kisah Masa Kecil Kepala Bgn Sudaryono Di Grobogan, Rutin Makan Telur Ayam Sampai Bisulan

Jul 23, 2026 05:53 PM - 11 jam yang lalu 564
Kisah masa mini Kepala BGN Sudaryono di Grobogan, rutin makan telur ayam sampai bisulan

Sudaryono suka makan telur saat mini © 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Kincai Media - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, membagikan pengalaman individual dari masa kecilnya saat tumbuh di daerah pedesaan Kabupaten Grobogan. Pengalaman tersebut dijadikan gambaran pentingnya pemenuhan gizi anak sejak awal serta latar belakang dorongan penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengalaman Masa Kecil di Grobogan dan Konsumsi Telur

Sudaryono menceritakan latar belakang keluarganya yang terbiasa memanfaatkan hasil ternak sendiri di rumah. Ketersediaan ayam piaraan sang ibu membikin pasokan telur selalu ada untuk dikonsumsi harian, meskipun akses terhadap jenis protein lain seperti ikan terbilang terbatas lantaran kondisi geografis wilayahnya.

Ia mengungkapkan pengalamannya secara langsung setelah resmi dilantik menjadi Kepala BGN pada Rabu (22/7/2026) lalu.

"Saya adalah orang yang lahir di desa. Ibu saya memelihara ayam di rumah dan saya adalah pengaruh dari makan bergizi. Mohon maaf, mungkin kami bukan orang kaya, tapi kami dari mini biasa makan telur banyak lantaran kami pelihara ayam di rumah, sehingga memang gizi itu penting. Ya, gizi itu penting,” terang Sudaryono, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (23/7/2026). Hal ini dia sampaikan saat bertemu pers pasca pelantikan untuk menjelaskan perihal pentingnya pemenuhan gizi pada anak yang salah satunya bisa dipenuhi lewat konsumsi telur.

Kisah masa mini Kepala BGN Sudaryono di Grobogan, rutin makan telur ayam sampai bisulan

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Kisah masa mini Kepala BGN Sudaryono di Grobogan, rutin makan telur ayam sampai bisulan

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Kisah masa mini Kepala BGN Sudaryono di Grobogan, rutin makan telur ayam sampai bisulan

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden


Sudaryono melanjutkan, konsumsi telur dalam jumlah banyak tersebut sempat memberikan akibat bentuk berupa timbulnya bisul sewaktu kecil. Meski demikian, dia menilai asupan rutin tersebut menjadi aspek utama pembentuk tumbuh kembang fisiknya hingga dewasa.

"Saya sendiri sekali lagi saya anak dari desa, yang kemudian ya ibu saya pelihara ayam di pojok-pojok rumah dan saya selalu makan itu sampai minta maaf, sampai bisulan di mana-mana. Ya, dan saya merasa saya ini anak tumbuh kembang lantaran telur, ya. Karena ikan, ikan jarang lah ya, lantaran memang kita di Grobogan ini kan daerah jauh dari pantai. Itu sih kira-kira,” ujarnya kepada awak media.

Kisah masa mini Kepala BGN Sudaryono di Grobogan, rutin makan telur ayam sampai bisulan

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Kisah masa mini Kepala BGN Sudaryono di Grobogan, rutin makan telur ayam sampai bisulan

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Kisah masa mini Kepala BGN Sudaryono di Grobogan, rutin makan telur ayam sampai bisulan

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Kisah masa mini Kepala BGN Sudaryono di Grobogan, rutin makan telur ayam sampai bisulan

Sudaryono suka makan telur saat kecil
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Pentingnya Intervensi Langsung Lewat Program Makan Bergizi Gratis

Berdasarkan pengalaman hidupnya, Sudaryono menekankan bahwa upaya pemenuhan gizi masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan corak imbauan alias sosialisasi semata. Pemerintah perlu datang secara nyata melalui tindakan langsung di lapangan, salah satunya lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, setiap family mempunyai tingkat keahlian finansial yang berbeda-beda dalam menyediakan pangan bergizi, sehingga negara kudu memfasilitasi kebutuhan nutrisi tersebut secara langsung.

"Kadang-kadang orang itu memandang kenyangnya lantaran memang kemampuannya, dan di sini adalah program MBG ini adalah sentuhan langsung program pemerintah yang langsung orang lapar dikasih makan, orang butuh gizi dikasih gizi, kan gitu. Tidak bisa kemudian hanya dikasih imbauan-imbauan gitu,” paparnya dalam kesempatan yang sama.

Dampak Program MBG Terhadap Pemulihan Ekonomi Lokal

Selain memberikan agunan pemenuhan nutrisi bagi anak-anak, program MBG dirancang untuk memberikan akibat berantai (multiplier effect) terhadap perekonomian di tingkat daerah. Pengadaan pasokan bahan pangan secara masif diyakini bakal menyerap hasil produksi pangan lokal secara optimal.

Sektor peternakan, perikanan, hingga pertanian di daerah diperkirakan menjadi pihak utama yang menerima faedah dari rantai pasok program ini.

“… efeknya adalah dengan memberikan gizi, tapi efeknya adalah meng-absorb ekonomi lokal lah khususnya peternak, khususnya nelayan, khususnya kemudian petani kita di daerah,” terang laki-laki kelahiran 1985 itu saat ditanya gambaran besar dan singkatnya tentang MBG di bawah kepemimpinannya ke depan.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa tugas utama Badan Gizi Nasional (BGN)?

Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan lembaga pemerintah yang dibentuk untuk mengoordinasikan, merumuskan, serta memimpin penyelenggaraan program pemenuhan gizi nasional di Indonesia.

2. Mengapa telur menjadi salah satu sumber protein utama yang direkomendasikan untuk anak?

Telur merupakan sumber protein hewani yang mudah didapat dan kaya bakal nutrisi krusial seperti masam amino lengkap, vitamin A, D, B12, serta kolin yang berkedudukan besar dalam mendukung perkembangan otak dan jaringan tubuh anak.

3. Bagaimana skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam memberdayakan ekonomi lokal?

Program MBG memanfaatkan bahan baku pangan seperti beras, telur, sayuran, daging, dan ikan yang dibeli langsung dari petani, peternak, serta nelayan lokal di sekitar area pengedaran program.

4. Apakah mengonsumsi telur dalam jumlah banyak dapat menyebabkan bisulan?

Secara medis, bisulan disebabkan oleh jangkitan kuman Staphylococcus aureus pada folikel rambut. Namun, perseorangan yang mempunyai sensitivitas alias alergi terhadap protein telur dapat mengalami reaksi gatal pada kulit, yang jika digaruk berisiko menimbulkan jangkitan sekunder.

5. Siapa saja golongan masyarakat yang menjadi sasaran sasaran Program Makan Bergizi Gratis?

Sasaran utama program MBG meliputi anak-anak sekolah (jenjang PAUD hingga SMA/sederajat), balita, ibu hamil, serta ibu menyusui guna menekan nomor masalah kurang gizi dan tengkes (stunting).

(brl/tin)

Selengkapnya