makan telur bikin bisulan | foto ilustrasi: Gemini AI
Kincai Media - Pengalaman masa mini kerap melahirkan dugaan awam mengenai dampaknya terhadap kesehatan kulit. Masih ingat nggak saat mini orang tua bilang jika terlalu banyak makan telur, bikin bisulan?
Nah, dari perspektif medis, dugaan bahwa konsumsi telur secara langsung menyebabkan timbulnya bisul tetap kerap menjadi pertanyaan di tengah masyarakat.
Mitos dan Fakta Seputar Konsumsi Telur dan Bisulan
Kepercayaan bahwa telur merupakan pemicu utama timbulnya bisul sudah lama berkembang di kalangan masyarakat umum. Meski demikian, bumi medis menegaskan bahwa dugaan tersebut tidak mempunyai hubungan sebab-akibat secara langsung.
Edukator kesehatan sekaligus dokter, Dokter Tirta Mandira Hudhi, pernah memberikan pandangan ilmiahnya mengenai mitos ini pada 2025 lalu. Menurutnya, dugaan bahwa telur menjadi penyebab timbulnya bisul tidak didukung oleh bukti medis yang kuat.
"Mitos! Makan telur tuh gak bikin bisulan. Makan telur yang berlebihan itu bisa bikin reaksi alergi, tapi itu di sedikit kasus. Tapi jika makan telur bikin bisulan, itu bukti ilmiahnya tetap sangat kurang,” ujarnya dikutip brilio.net dari IG @dr.tirta, Kamis (23/7/2026).
Penjelasan Medis Dokter Tirta Soal Penyebab Asli Bisulan
makan telur bikin bisulan
© 2026 Instagram/@dr.tirta
Secara biologis, timbulnya bisul pada permukaan kulit dipicu oleh masalah kebersihan serta jangkitan kuman, bukan lantaran kandungan gizi dari telur yang dikonsumsi. Bisul terbentuk ketika timbul jangkitan pada folikel rambut alias pori-pori kulit.
Tirta menjelaskan bahwa pemicu utama masalah kulit ini berangkaian erat dengan higienitas yang jelek serta penurunan daya tahan tubuh.
"Bisulan itu diakibatkan lantaran jangkitan kuman alias virus pada kulit, diakibatkan higienitas alias kebersihan kulit yang sangat minim, namalain kemproh dan jorok,” imbuhnya.
"Dan kedua, lantaran mungkin daya tahan tubuhnya lagi ngedrop. Contohnya dia kurang makan makanan seimbang, dia kurang minum jadi dehidrasi, jadi bisulan. Nah, bisulan itu diakibatkan kalian kurang menjaga kebersihan kulit,” jelas Tirta.
Dengan demikian, konsumsi telur hanya berpotensi memicu reaksi alergi pada sebagian mini perseorangan yang mempunyai sensitivitas unik terhadap protein telur, bukan menyebabkan jangkitan bisul.
Manfaat Protein Telur dan Pentingnya Menjaga Kebersihan
Telur tetap diakui sebagai salah satu sumber protein hewani paling efisien dan terjangkau bagi masyarakat. Asupan protein dari telur sangat dibutuhkan tubuh untuk mendukung proses pertumbuhan dan perbaikan jaringan.
Dokter Tirta turut menekankan pentingnya pemenuhan gizi dari telur ayam.
“Jadi jika Anda memenuhi kebutuhan protein, … yang paling murah komponen protein hewani ya telur ayam, that's it,” tegas alumni UGM itu.
(brl/tin)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·