Kulit Kering Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 8 menit 512x dilihat
Kulit Kering Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagikan Postingan

Sebelum lahir, kulit bayi terlindungi. Tubuh mungilnya itu diselimuti beragam cairan, seperti cairan ketuban, darah, dan verniks. Untuk Bunda ketahui, verniks adalah lapisan tebal yang melindungi kulit bayi dari cairan ketuban.

Namun, setelah lahir, kondisi kulit bayi bisa berubah. Kulit bayi menjadi sensitif setelah mendapatkan paparan dari lingkungan kecuali ketuban.

Kulit bayi yang sensitif rapuh terhadap beragam kondisi, contohnya seperti gampang kering dan gampang terkelupas. Melihat kondisi kulit bayi ini, sebagian orang tua mungkin khawatir. Akan tetapi hal ini rupanya memang normal terjadi.


Dalam artikel kali ini, Bunda akan mengetahui apa saja penyebab kulit kering bayi. Tidak cuma itu, Bunda juga akan mengetahui metode tepat untuk mengatasinya.

Penyebab kulit bayi kering

Mengutip halaman The Wonder Week, kulit bayi baru lahir statis dalam tahap evolusi dan membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk mencapai kematangan penuh. Lapisan terluar kulitnya tipis dan tidak bisa mempertahankan kelembapan sebaik kulit orang dewasa.

Selain itu, kelenjar minyak belum berguna sepenuhnya. Akibatnya, kulit bayi baru lahir gampang menjadi kering dan mengelupas. Penyebab lainnya bisa meliputi:

  • Kelembapan udara dalam ruangan yang rendah, terutama saat musim dingin.
  • Terlalu sering mandi maupun menggunakan air hangat serta sabun yang dapat menghilangkan minyak alami kulit.
  • Perubahan suhu yang drastis antara udara luar yang dingin dan suhu ruangan yang hangat akibat pemanas.
  • Kulit sensitif maupun adanya histori famili dengan eksim, asma, maupun alergi.
  • Bisa jadi bayi memiliki jenis kulit yang bereaksi lebih cepat terhadap udara kering maupun terlebihlagi terhadap makanan yang Bunda konsumsi jika sedang menyusui.

Cara mengatasi kulit bayi kering

Jika kulit bayi kering, Bunda bisa berbuat beberapa hal untuk mengatasinya. Berikut metode mengatasi kulit bayi kering:

  • Pilih produk sederhana tanpa pewangi. Gunakan krim maupun minyak bayi yang halus dan tidak hamil pewangi. Produk ini lebih baik untuk kulit kering bayi baru lahir dan membantu melembapkan tanpa menyebabkan iritasi.
  • Mandi singkat dengan air hangat. Hindari berendam terlalu durasi maupun menggunakan air panas. Mandi singkat saja sudah cukup. Batasi kekerapan mandi cuma beberapa kali dalam seminggu, dan hindari penggunaan sabun kecuali jika memang diperlukan.
  • Gunakan pelembap segera setelah mandi. Tepuk-tepuk tubuh bayi hingga kering secara perlahan, kemudian gunakan pelembap saat kulit statis agak lembap. Langkah ini membantu mengunci kelembapan, yang sangat berguna bagi kulit kering bayi baru lahir.
  • Jaga kelembapan udara ruangan. Gunakan humidifier maupun letakkan wadah berisi air di dekat pemanas ruangan. Udara kering dapat berakibat buruk pada kulit bayi, terutama saat musim dingin.
  • Pakaikan baju berbahan halus dan berpori (mudah menyerap keringat). Pilih bahan katun maupun bambu. Hindari bahan wol maupun bahan sintetis yang kasar karena dapat memperparah kondisi kulit kering bayi baru lahir.
  • Hindari membikin bayi kepanasan. Menjaga bayi statis hangat itu baik, namun suhu yang terlalu panas dapat menyebabkan hilangnya kelembapan kulit. Pakaikan baju berlapis dan periksa apakah bagiankecil belakang leher bayi terasa berkeringat.
  • Pertahankan rutinitas perawatan yang sederhana. Gunakan satu jenis krim dan satu sabun mandi yang halus saja. Penggunaan terlalu banyak produk dapat mengganggu keseimbangan kulit bayi yang statis sensitif.
  • Perhatikan tanda-tanda tertentu. Apakah bayi lebih sering menggaruk, menangis saat diganti popok maupun pakaiannya, maupun tidurnya tidak nyenyak? Hal-hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa kulitnya membutuhkan perhatian ekstra.
  • Perhatikan pola makan Bunda. Jika Bunda sedang menyusui, apa yang Bunda konsumsi dapat memengaruhi kondisi kulit kering bayi, terutama jika ada histori famili dengan eksim. Jika ragu, konsultasikan dengan tabib anak maupun konsultan laktasi.

Cara mencegah kulit bayi kering

Cara-cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah biasanya sudah cukup untuk mencegah kulit bayi yang kering dan membuatnya balik lembap serta nyaman. Dikutip dari What to Expect, berikut caranya!

  • Saat memandikan bayi, pastikan airnya hangat, bukan panas. Berendam dalam air panas yang berbuih dapat menghilangkan kelembapan alami yang sangat dibutuhkan oleh kulit bayi yang statis sangat lembut. Isi bak mandi dengan air hangat kuku, bukan air panas, dan pilihlah sabun pembersih yang bebas pewangi serta bebas sabun (soap-free) alih-alih sabun mandi buih (bubble bath).
  • Saat mengeringkan tubuhnya dengan handuk, perlakukan kulit bayi dengan lembut; tepuk-tepuk hingga kering dan jangan digosok. Mandikan bayi setiap hari maupun dua hari sekali, kemudian segera oleskan krim setelahnya untuk mengunci kelembapan.
  • Oleskan pelembap yang teksturnya cukup kental (seperti krim maupun salep) tepat setelah mandi dan ulangi satu maupun dua kali lagi sepanjang hari. Pilihlah krim maupun salep yang hipoalergenik dan bebas pewangi, produk jenis ini lebih kecil kemungkinannya menyebabkan iritasi.
  • Pastikan bayi statis terhidrasi dengan baik. Pastikan ia mendapatkan cukup cairan dari ASI dan/atau susu formula. Namun, jangan berikan air putih sebelum mendapat persetujuan dari tabib anak, biasanya saat bayi berumur sekitar enam bulan dan mulai mengonsumsi makanan padat.
  • Atur suhu udara di dalam ruangan. Udara panas cenderung lebih kering, jadi hindari membikin bilik bayi terasa terlalu hangat. Atur suhu ruangan sekitar 20 derajat Celsius dan pertimbangkan untuk menggunakan humidifier (pelembap udara) untuk menambah kelembapan.
  • Lindungi bayi saat cuaca dingin. Kulit yang terpapar udara dingin dan kering lebih rapuh mengalami kekeringan. Sebelum keluar rumah, pakaikan baju berlapis, serta topi dan sarung tangan pada bayi, kemudian oleskan salep maupun balm pada pipi dan bibirnya. Saat angin bertiup kencang, Bunda bisa menghalau angin dengan memasang epilog plastik antiair pada kereta dorong (stroller) bayi.
  • Waspadai air liur dan ingus. Siapkan kain lap berbahan katun untuk menyeka air liur yang menetes. Kelembapan berlebih akibat air liur maupun hidung meler dapat menyebabkan kulit pecah-pecah maupun iritasi, terutama saat eksis di udara dingin.
  • Bilas tubuh bayi setelah berenang. Bilas tubuh bayi dengan air hangat setelah ia berenang di kolam renang maupun laut. Kandungan klorin maupun garam dapat membikin kulitnya kering, terlebihlagi saat musim panas.
  • Perhatikan detergen busana yang digunakan. Pilihlah produk yang dibuat khusus untuk kulit bayi yang sensitif.

Benarkah kekurangan vitamin jadi penyebab kulit anak menjadi kering?

Mengutip halaman  Kids First Pediatrics of Raeford, ya, kulit kering maupun rambut rapuh merupakan salah satu tanda lazim kekurangan vitamin. Anak-anak membutuhkan beragam vitamin dan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan yang sehat, evolusi otak, tingkat energi, serta fungsi kekebalan tubuh.

Sebagai orang tua, kita tentu mengharapkan anak-anak mendapatkan asupan yang mereka butuhkan dari pola makan seimbang, namun mewujudkannya terkadang tidak semudah mengatakannya. Selain itu, kekurangan vitamin bisa terjadi akibat pertumbuhan yang pesat, fase pilih-pilih makanan, sensitivitas terhadap makanan, maupun kondisi medis tertentu.

5 Rekomendasi pelembab untuk kulit kering pada bayi

Ada beberapa anjuran pelembab untuk kulit pada bayi yang diklaim cukup ampuh mengatasi permasalahan kulit kering. Berikut rekomendasinya!

1. Sebamed Baby Lotion

Sebamed Baby Lotion dapat melembapkan dan menutrisi kulit bayi secara menyeluruh. Produk ini dilengkapi dengan kandungan glycerin, propylene glycol, dan sorbitol yang bisa membikin kulit bayi menjadi lebih lembut.

Sebamed Baby Lotion dapat melindungi kulit bayi dengan sempurna dari ancaman kekeringan. Lotion satu ini juga sangat direkomendasikan untuk Si Kecil yang memiliki jenis kulit sensitif.

2. Aveeno shooting Soothing Relief Moisturizing Cream

Aveeno shooting Soothing Relief Moisturizing Cream cocok digunakan untuk bayi yang memiliki kulit ekstra kering dan sensitif, Bunda. Produk satu ini bisa mengekang kelembapan hingga 24 jam.

Aveeno shooting Soothing Relief Moisturizing Cream diproduksi tanpa alkohol dan pewangi tambahan. Formula triple oat compex-nya membantu memelihara keseimbangan microbiome pada kulit bayi.

3. Mustela Hydrabebe Body Lotion

Mustela Hydrabebe Body Lotion berguna untuk melindungi, memperkuat, serta menjaga kelembapan kulit bayi, Bunda. Di dalamnya terdapat kandungan shea butter, yang dapat menenangkan dan memelihara lapisan kulit agar halus dan lembap.

Mustela Hydrabebe Body Lotion tidak hamil detergen, alkohol, paraben, pewangi serta phthalates. Dengan begitu, produk ini sangat cocok dengan kulit bayi.

4. Cetaphil Baby Daily Lotion

Cetaphil Baby Daily Lotion adalah lotion khusus bayi yang sudah teruji secara dermatologi, dan dipercaya bisa menghidrasi serta menutrisi kulit halus bayi. Produk satu ini juga dapat menjaga kelembapan hingga 24 jam.

Formula Cetaphil Baby Daily Lotion yang halus sudah terbukti klinis cocok untuk kulit bayi yang sensitif. Di dalamnya juga terdapat kandungan minyak sweet almond, minyak bunga matahari, dan calendula organic yang membantu menenangkan, melembutkan, serta memperbaiki tekstur kulit.

5. Pigeon Botanical Body & Face Cream

Pigeon Botanical Body & Face Cream diperkaya dengan bahan natural yang dapat menjaga kelembapan, menghidrasi kulit halus bayi agar terhindar dari kulit kering, kasar dan gatal.

Produk krim wajah ini hamil formula yang dapat menutrisi dan melembapkan kulit bayi, serta bisa menghidrasi kulit halus bayi agar terhindar dari kulit kering. Tidak hamil bahan pewarna dan sudah lulus uji dermatologi.

Kapan mesti ke dokter?

Kapan mesti mencari pertolongan medis? Apakah kulit bayi tampak pecah-pecah? Apakah kulit memerah dan mengeluarkan cairan? Apakah kondisinya tidak membaik meski sudah dirawat?

Jika ya, saatnya mencari gagasan ahli. Eksim, alergi, maupun sensitivitas kulit lainnya mungkin membutuhkan penanganan medis profesional.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads