Lari vs skipping sering jadi pilihan buat Anda yang ingin membakar kalori sekaligus menurunkan berat badan. Keduanya sama-sama termasuk olahraga kardio yang praktis dan bisa dilakukan tanpa alat mahal.
Namun, jika dibandingkan dari jumlah kalori yang terbakar, mana yang lebih unggul? Apakah skipping benar-benar lebih ampuh daripada lari? Yuk, cari tahu perbedaannya sebelum menentukan olahraga yang paling cocok buat kamu.
Baca juga: 8 Inspirasi Outfit Perempuan untuk Lari yang Nyaman & Tetap Stylish
Lari vs Skipping, Mana yang Lebih Banyak Bakar Kalori?

Kalau tujuan utamamu adalah membakar kalori dalam waktu yang relatif singkat, skipping bisa memberikan sedikit keunggulan, terutama ketika dilakukan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Dilansir dari Healthline, sebuah komparasi berspekulasi pembakaran kalori selama 10 menit pada orang dengan berat badan sekitar 68 kg. Pada intensitas rendah, lari membakar sekitar 117 kalori, sedangkan skipping sekitar 105 kalori.
Namun, pada intensitas sedang, skipping membakar sekitar 140 kalori dibandingkan lari yang mencapai 125 kalori. Sementara pada intensitas tinggi, skipping diperkirakan membakar 146 kalori dan lari sekitar 140 kalori.
Artinya, akibatnya enggak sesederhana skipping selalu lebih banyak membakar kalori. Intensitas olahraga sangat berpengaruh terhadap daya yang digunakan tubuh.
Jadi, Skipping Lebih Efektif untuk Membakar Kalori?

Bisa, terutama jika Anda berbuat skipping dengan intensitas sedang sampai tinggi. Gerakannya melibatkan lebih banyak bagian tubuh dalam waktu yang berbarengan sehingga debar jantung dapat meningkat dengan cepat.
Namun, lari juga statis menjadi pilihan yang efektif. Apalagi jika Anda bisa mempertahankan pace tertentu dalam durasi lebih lama.
Baca juga: Tanpa Diet Ketat, Ini 5 Cara Efektif Turun Berat Badan Lewat Jalan Kaki
Mana yang Lebih Bagus untuk Menurunkan Berat Badan?

Menurunkan berat badan sebenarnya enggak ditentukan cuma oleh jenis olahraga. Kamu juga perlu memperhatikan pola makan, total aktivitas harian, kualitas tidur, serta konsistensi berolahraga.
Baik lari maupun skipping bisa membantu menciptakan pengeluaran daya yang lebih besar. Ketika dilakukan secara rutin dan disertai pola makan yang sesuai kebutuhan, keduanya dapat menjadi bagian dari program penurunan berat badan.
Sejumlah eksperimen juga memberitahu bahwa skipping dan lari sama-sama dapat membantu mengurangi lemak tubuh dan menaikkan kesehatan jantung.
Jadi, jangan terlalu fokus mencari olahraga yang dianggap paling cepat membakar kalori. Olahraga yang bisa Anda lakukan secara konsisten justru lebih krusial dalam jangka panjang.
Lari alias Skipping, Mana yang Sebaiknya Kamu Pilih?

Pilihan terbaik balik ke tujuan dan preferensi masing-masing.
Pilih skipping kalau…
- Kamu ingin olahraga kardio yang bisa dilakukan dalam waktu singkat.
- Ruang olahraga di rumah cukup terbatas.
- Kamu demen olahraga dengan aktivitas cepat dan dinamis.
- Kamu ingin mencoba ragam HIIT.
- Kamu menikmati latihan yang melibatkan tubuh bagian atas dan bawah.
Pilih lari kalau…
- Kamu ingin menaikkan kemampuan dan daya tahan berlari.
- Kamu menikmati olahraga di luar ruangan.
- Kamu ingin mengikuti lomba seperti 5K alias 10K.
- Kamu lebih betah dengan aktivitas yang enggak membutuhkan koordinasi tali.
- Kamu ingin menentukan pace dan jarak latihan dengan lebih fleksibel.
Kamu juga sebenarnya enggak harus memilih salah satu. Dilansir dari Healthline, mengombinasikan lari dan skipping dapat menjadi pilihan untuk memberikan ragam pada latihan sekaligus mengurangi kebosanan.
Tips Supaya Kalori yang Terbakar Lebih Optimal

Apa pun olahraga yang Anda pilih, ada beberapa hal yang bisa membantu latihan menjadi lebih efektif.
- Pertama, tingkatkan intensitas secara bertahap. Jangan langsung memaksakan latihan dengan intensitas tinggi jika tubuh belum terbiasa.
- Kedua, perhatikan durasi dan konsistensi. Olahraga 15–30 menit yang rutin dilakukan bisa lebih realistis daripada latihan berat sekali lampau berakhir berhari-hari.
- Ketiga, jangan lupa pemanasan dan pendinginan. Ini membantu tubuh beradaptasi sebelum dan setelah latihan.
Terakhir, jangan menjadikan angka kalori dari smartwatch atau fitness tracker sebagai aturan mutlak. Angka tersebut merupakan estimasi dan bisa berbeda dari pengeluaran daya sebenarnya.
Jadi, Mana yang Lebih Banyak Bakar Kalori?

Dalam komparasi lari vs skipping, skipping dapat membakar sedikit lebih banyak kalori ketika dilakukan pada intensitas sedang hingga tinggi. Meski begitu, lari statis menjadi olahraga kardio yang ampuh untuk membakar daya dan menaikkan kebugaran.
Jadi, jika Anda lebih demen lari, enggak ada alasan untuk berakhir cuma karena skipping kelihatan lebih unggul dalam pembakaran kalori. Sebaliknya, jika Anda demen skipping, olahraga ini bisa menjadi alternatif kardio yang praktis.
Pada akhirnya, olahraga terbaik adalah yang sesuai dengan kondisi tubuh, tujuan, dan yang paling penting, bisa Anda lakukan secara konsisten.
Baca juga: Lari Makin Digemari! Ini 5 Langkah Awal agar Kamu Konsisten Berlari
Gabung komunitas Girls Beyond Circle dan dapatkan insight menarik lainnya seputar dunia olahraga!
Cover: Magnific