Macklemore Sumbangkan Rp17,7 M dari Penghasilan Tur Ed Sheeran ke Palestina/Foto: Instagram/macklemore
Rapper Macklemore mengumumkan dirinya akan menyumbangkan penghasilannya dari tur Ed Sheeran sebesar 1 juta USD (sekitar Rp17,7 miliar) kepada beragam perkumpulan kemanusiaan Palestina. Tak cuma itu, Macklemore juga menantang Robert Kraft, pemilik klub New England Patriots dan Gillette Stadium untuk memberikan sumbangan dengan nominal yang sama.
Sebelumnya, Robert Kraft, menekan Ed Sheeran untuk mengeluarkan Macklemore dari tur 'Loop' sebagai penampil pembuka. Hal ini karena Macklemore menyerukan "Free Palestine" (Bebaskan Palestina) di atas panggung dan mengungkapkan solidaritasnya terhadap penduduk Gaza saat tampil di Stadion MetLife pada mula September lalu.
"Di tengah segala peristiwa yang terjadi dalam 48 jam terakhir, aku mau mengembalikan fokus pembicaraan ke hal yang paling utama: rakyat Palestina yang statis terus dibunuh, statis hidup di bawah pendudukan militer, dan statis terus memperjuangkan kebebasan mereka," tulis artis peraih Grammy tersebut di Instagramnya, Kamis (16/9).
"Saya akan menyumbangkan seluruh pendapatan bersih sebesar $1 juta yang aku peroleh dari tur Loop Ed Sheeran kepada enam perkumpulan yang bekerja secara langsung untuk mendukung rakyat Palestina. Saya juga membujuk Robert Kraft untuk memberikan sumbangan dengan jumlah yang sama," lanjut Macklemore.
"Terlepas dari perbedaan gagasan di antara kita, mungkin kita bisa sepakat mengenai satu hal ini: nyawa rakyat Palestina layak untuk dilindungi. Nyawa seorang penduduk Palestina tidaklah kurang bermutu dibandingkan nyawa siapa pun di muka bumi ini," tegasnya.
Enam institusi kemanusiaan yang akan menerima alokasi biaya tersebut adalah Palestine Children's Relief Fund, Heal Palestine, Gaza Soup Kitchen, Medical Aid for Palestinians, UNRWA USA, serta Anera.
Robert Kraft Ungkap Dirinya Juga Akan Berdonasi Bersama Ed Sheeran

Ed Sheeran/Foto: Instagram.com/teddysphotos
Menanggapi tantangan Macklemore, Kraft mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa ia dan Ed Sheeran masing-masing akan menyumbang sebesar 2 juta USD (sekitar Rp35,5 miliar) "untuk membantu daerah tersebut dalam memerangi krisis kemanusiaan ini". Namun, Kraft tidak merinci perkumpulan maupun badan kebaikan mana yang akan menerima biaya tersebut.
"Saya telah mendedikasikan sebagian besar hidup aku untuk membangun jembatan antarmanusia. Saya sangat meyakini bahwa setiap nyawa layak untuk dilindungi," ujar Kraft melalui pernyataan yang diunggah di akun X Gillette Stadium, Kamis (16/9).
"Tadi pagi, sebelum Macklemore menantang aku untuk menyamai jumlah donasinya, Ed menelepon aku dan meminta aku berkomitmen menyumbang $2 juta—sama dengan jumlah donasinya—untuk membantu daerah tersebut mengatasi krisis kemanusiaan ini. Ed kini berencana menghubungi pemilik tempat pagelaran lainnya, dan tujuan kami adalah terus bekerja sama untuk membangun hubungan," tambahnya.
Kronologi Rapper Macklemore Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran karena Bela Palestina

Kronologi Rapper Macklemore Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran karena Bela Palestina/Foto: Instagram/macklemore
Rapper Macklemore dikeluarkan dari daftar penampil tur Amerika Serikat Ed Sheeran usai memberitahu dukungannya pada Palestina. Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di Instagram, Macklemore mengaku dirinya dicoret dari tur tersebut setelah Robert Kraft, miliarder pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium, menekan Ed Sheeran untuk mengeluarkan dirinya dari tur.
Sebelumnya, Macklemore menjadi penampil pembuka maupun opening act untuk tur Ed Sheeran berjudul "Loop". Ia sempat tampil dua kali di Stadion MetLife pada 4 dan 5 September. Pada pertunjukkan pertama, rapper dengan nama autentik Benjamin Haggerty itu menyerukan "Free Palestine" (Bebaskan Palestina) di atas panggung dan mengungkapkan solidaritasnya terhadap penduduk Gaza.
Tak cuma itu, Macklemore juga menampilkan beberapa gambar kehancuran di Gaza dan menyanyikan lagunya berjudul "Hind's Hall". Lagu tersebut mengisahkan soal para demonstran pro-Palestina di Universitas Columbia yang menduduki sebuah bangunan dan menamainya sebagai penghormatan bagi Hind Rajab, seorang anak berumur enam tahun yang tewas akibat aksi militer Israel.
"Salah satu karena utama aku mau berbuat tur ini sejak mula adalah agar aku bisa berdiri di stadion seperti ini dan mengucapkan dua kata yang sangat berarti bagi saya: 'Free Palestine'," ujarnya dalam pagelaran pertama di MetLife, dilansir dari Rolling Stone.
"Saya katakan, 'Free Palestine!' Saya mau kata-kata itu terdengar lantang dan jelas, agar orang-orang, mulai dari Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki, tahu bahwa kami tidak melupakan mereka," tuturnya.
Di pagelaran kedua di MetLife, Macklemore balik menyerukan "Free Palestine". Ia menekankan tentang perdamaian dan kasih sayang agar semua umat manusia diperlakukan dengan bermartabat, penuh rasa hormat, dan setara.
Dalam pernyataan eksklusif yang disampaikan kepada Rolling Stone, Messina Touring Group selaku promotor rangkaian tur "Loop Tour" Ed Sheeran di Amerika Serikat, mengatakan mereka telah menerima pemberitahuan dari pihak pengelola letak konser untuk agenda tur mendatang bahwa mereka tidak mengizinkan konser terjadi jika Macklemore turut tampil dalam daftar pengisi acara.
"Hal ini akan berujung pada pembatalan tur dan berakibat pada ratusan ribu penggemar. Setelah berbincang dengan para pemangku kepentingan, diputuskan bahwa Macklemore tidak akan tampil dalam agenda konser pendukung yang tersisa," ungkapnya.
Macklemore mengungkapkan apa yang terjadi melalui unggahan yang cukup panjang di akun Instagramnya. Macklemore mengatakan bahwa setelah sepekan berbuat "pembicaraan yang sulit" dengan Ed Sheeran, mereka akhirnya berujung pada perbedaaan gagasan yang membikin Macklemore dicoret dari daftar penampil.
Macklemore mengungkapkan bahwa ia dikeluarkan dari tur tersebut setelah Robert Kraft, miliarder pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium, berbuat upaya untuk menekan Sheeran.
"Ed memberi tahu aku bahwa Kraft mengatakan aku tidak diizinkan tampil di stadion miliknya," tulis Macklemore melalui akun Instagramnya @macklemore, Selasa (15/9).
"Ed juga mengatakan bahwa Kraft telah menggalang sokongan dari beberapa pemilik stadion lain dan secara kolektif mereka memberikan ultimatum kepadanya: jika Macklemore statis ikut dalam tur, Anda [Ed Sheeran] tidak akan diizinkan tampil di tempat kami," lanjut Macklemore.
Macklemore dijadwalkan tampil dalam delapan dari sepuluh pagelaran tersisa pada rangkaian tur Sheeran di Amerika Serikat, yang akan balik digelar pada hari Jumat, 19 September 2026, di Philadelphia. Lokasi-lokasi yang dikabarkan keberatan dengan kedatangan sang rapper tersebut meliputi: Lincoln Financial Field di Philadelphia; Gillette Stadium di Foxborough, Massachusetts; Mercedes-Benz Stadium di Atlanta; Lucas Oil Stadium di Indianapolis; Bank of America Stadium di Charlotte, Carolina Utara; AT&T Stadium di Arlington, Texas; serta Raymond James Stadium di Tampa, Florida.
Lebih lanjut, dalam pernyataannya, Macklemore mengatakan bahwa ia memahami posisi sulit yang dihadapi Sheeran. Tapi ia mengkritik penyanyi asal Inggris tersebut karena tidak memungut sikap tegas.
"Mengambil sikap bisa ada harganya. Uang, kesepakatan merek, sponsor, festival, pagelaran pribadi, hubungan, dan akses. Saya telah kehilangan semua hal itu. Namun, tidak ada posisi netral antara pihak penindas dan pihak yang tertindas," tulisnya.
"Dia [Ed Sheeran] mengatakan kepada aku bahwa frasa 'Free Palestine' (Bebaskan Palestina) dan gambar bendera Palestina dianggap menyakitkan oleh banyak orang yang berbicara dengannya. Saya katakan kepadanya bahwa jika kata-kata itu dianggap lebih menyinggung emosi dibandingkan tewasnya puluhan ribu anak-anak Palestina akibat ulah Israel, maka ada perbedaan hakikat yang mendasar antara pandangan orang-orang tersebut dan pandangan saya. Namun, dia tidak bisa melepaskan diri dari sikap publiknya yang menyatakan, 'Saya tidak memihak'," tambah Macklemore.
Macklemore menegaskan bahwa meskipun ia cuma tampil dalam dua pagelaran selama tur tersebut, jika kata-katanya berhasil mengembalikan percakapan publik ke isu Palestina, maka itu adalah tur paling berhasil yang pernah ia jalani.
4 Musisi Undurkan Diri dari Konser Ed Sheeran, Bentuk Solidaritas untuk Macklemore

Ed Sheeran//Foto: Instagram.com/teddysphotos
Empat musisi yang menjadi penampil pendukung untuk tur konser 'Loop' Ed Sheeran mengundurkan diri, Beauties. Keputusan ini mereka ambil sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama penampil pembuka, yaitu Macklemore.
Keempat musisi tersebut adalah Finneas, Aaron Rowe, Beoga, dan Lukas Graham. Keempatnya kompak mengungkapkan sokongan terhadap Macklemore dan juga Palestina. Menurut laporan Billboard, saat ini tidak ada lagi musisi yang jadi penampil pembuka dalam tur Ed Sheeran.
Ed Sheeran Buka Suara
Ed Sheeran buka bunyi soal Macklemore dikeluarkan dari daftar penampil pembuka di turnya. Melalui akun Instagramnya, @teddysphotos, Sheeran membagikan pernyataan dalam format poin, Selasa (15/9). Sheeran mengawali pernyataannya dengan mengatakan bahwa ia "sangat prihatin dengan perselisihan antara Israel dan Palestina".
"Saya sangat prihatin dengan perselisihan antara Israel dan Palestina. Penderitaan serta rasa sakit yang dialami oleh kedua belah pihak merupakan sebuah tragedi kemanusiaan. Ada terlalu banyak perang di seluruh bumi yang menimbulkan penderitaan tak terhingga, dan tidak ada satu pun yang dapat ditoleransi," tulis Sheeran, membuka pernyataannya.
Sheeran kemudian mengatakan bahwa Macklemore meminta untuk bergabung dalam turnya tahun kemudian dan ia menyetujuinya, karena ia menghargai sosoknya sebagai seorang seniman. Seperti halnya dengan semua penampil pendukung lainnya, Sheeran membebaskan mereka untuk membawakan daftar lagu pilihan mereka sendiri.
“Setelah penampilan Macklemore di konser aku di New Jersey, pihak pelaksana di letak tur aku berikutnya mengungkapkan akan membatalkan pagelaran jika dia statis menjadi penampil pendukung,” lanjutnya. “Saya diberi tahu bahwa sikap tersebut didasarkan pada metode Macklemore menyampaikan sebagian pesannya saat tampil, bukan pada keseluruhan isi ucapannya.”
Sheeran melanjutkan dengan mengatakan bahwa ia telah menghabiskan waktu sepekan terakhir untuk berkomunikasi dengan pihak stadion serta "para aktivis dari kedua belah pihak" dalam upaya menyatukan semua pihak yang terlibat.
"Keputusan pihak tempat aktivitas dan promotor sudah final," tulis peraih empat penghargaan Grammy tersebut. "Saya telah menghabiskan minggu ini untuk mencoba menjembatani perbedaan dan mencari solusi, namun sayangnya, aku tidak berhasil melakukannya."
“Keputusan untuk menghentikan Macklemore dari tur adalah keputusan pihak promotor, bukan keputusan saya. Kontrak tur Macklemore dibuat dengan pihak promotor, bukan dengan saya,” tambah Sheeran.
Lebih lanjut, Sheeran mengatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam hal ini. Ia juga menekankan bahwa ia memiliki karena kenapa tidak menggunakan platform profesionalnya untuk berbicara soal politik. Ia mengatakan bahwa audiensnya mencakup anak-anak muda, terlebihlagi sering kali anak-anak, dari beragam latar belakang.
“Saya tidak terlibat dalam hal ini. Saya memiliki pandangan pribadi mengenai perselisihan yang menghancurkan ini. Hanya karena aku memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti aku tidak memilikinya, ataupun berarti aku tidak peduli. Hal itu juga tidak berarti aku tidak mendukung beragam perjuangan dengan metode aku sendiri yang berkarakter pribadi.
Ada karena kenapa aku tidak menggunakan platform ahli aku untuk urusan politik—audiens aku mencakup kaum muda, terlebihlagi sering kali anak-anak, dari beragam latar belakang. Mereka yang datang ke pagelaran aku tidak mengharapkan adanya forum politik.
Saya menghargai keteguhan hati Macklemore untuk bernada lantang demi apa yang ia yakini. Namun, ada ruang bagi beragam pendekatan untuk mencapai tujuan yang sama: perdamaian. Saya memilih untuk menggunakan ketenaran dan platform aku sebagai tempat yang terlindungi dan penuh perlindungan, untuk menjaga diplomasi serta membiarkan percakapan statis terbuka, bukan tertutup. Jika kita cuma berfokus untuk bernada paling lantang, tidak akan ada fluktuasi yang terjadi. Ada beragam metode untuk menjadi penggerak perubahan,” tulis Sheeran.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)