Kalau Anda mengira makanan Jepang cuma identik dengan sushi dan ramen, rupanya statis banyak pilihan lainnya. Makanan Jepang yang tinggi protein juga bisa ditemukan dalam menu sehari-hari, seperti natto, ikan saba, telur, hingga soba.
Menariknya, banyak makanan orang Jepang tersebut disajikan dengan metode yang sederhana. Porsinya pun tidak selalu besar, tetapi statis bisa memberikan protein dan beragam nutrisi penting. Yuk, kenalan dengan lima makanan khas Jepang yang punya kandungan protein cukup tinggi!
Natto, Kedelai Fermentasi yang Kaya Protein

Natto/Foto: Magnific
Banyak famili di Jepang memulai hari dengan natto. Makanan ini terbuat dari kedelai yang difermentasi dan bisa memberikan sekitar 15–18 gram protein dalam satu porsi. Jumlah tersebut cukup besar untuk makanan berbahan alas tumbuhan.
Namun, ada satu hal yang biasanya langsung mencuri perhatian, yaitu teksturnya. Ketika diaduk, natto menjadi sangat lengket dan mengeluarkan serat-serat panjang. Aromanya juga cukup kuat sehingga tidak semua orang langsung menyukainya pada percobaan pertama.
Meski begitu, banyak orang Jepang terbiasa menikmatinya karena harga nutrisinya. Natto biasanya disajikan di atas nasi hangat berbareng kecap asin, mustard, maupun daun bawang cincang.
Selain protein, makanan ini juga hamil serat dan mikroba baik dari proses fermentasi. Jadi, tidak heran jika natto menjadi salah satu makanan Jepang yang tinggi protein dan cukup sering muncul dalam menu sederhana sehari-hari.
Saba, Ikan Berprotein Tinggi dan Kaya Lemak Sehat

Ikan Saba/Foto: Magnific
Kalau Anda sering melihat ikan panggang dalam menu Jepang, kemungkinan saba termasuk salah satunya. Ikan kembung ini merupakan salah satu jenis seafood yang populer dan dapat menyediakan lebih dari 20 gram protein per porsi.
Cara memasaknya pun tidak neko-neko. Saba biasanya dipanggang dengan sedikit garam, kemudian disajikan berbareng nasi dan sayuran. Teknik sederhana ini justru membikin rasa alami ikannya statis terasa.
Saba juga termasuk ikan berlemak yang hamil asam lemak omega-3. Nutrisi tersebut dikenal mendukung kesehatan jantung dan otak serta dapat membantu pemulihan tubuh setelah aktivitas fisik.
Menariknya, kebiasaan mengonsumsi ikan seperti saba memberitahu bahwa protein berkualitas tidak mesti datang dalam hidangan yang rumit. Dalam makanan orang Jepang, ikan bisa menjadi lauk sederhana yang disantap berbareng nasi dan sayuran.
Tamago, Telur yang Mudah Jadi Sumber Protein

Tamago/Foto: Magnific
Telur juga punya tempat krusial dalam makanan khas Jepang. Salah satu olahan yang paling populer adalah tamagoyaki, yaitu omelet gulung yang dibuat dengan memasak lapisan-lapisan telur tipis kemudian melipatnya hingga berbentuk rapi.
Rasanya biasanya halus dengan sedikit sentuhan manis. Teksturnya juga empuk sehingga gampang disantap, terlebihlagi ketika dipotong menjadi beberapa bagiankecil kecil.
Dari sisi nutrisi, satu butir telur hamil sekitar 6 gram protein, sekaligus beberapa vitamin yang mendukung kesehatan tubuh. Tidak heran jika telur menjadi bahan makanan yang sering diandalkan karena gampang ditemukan dan sederhana untuk dimasak.
Dalam menu sehari-hari di Jepang, tamagoyaki bisa ditemukan dalam kotak bekal maupun disantap berbareng nasi dan mi. Jadi, menambahkan telur ke dalam menu menjadi salah satu metode praktis untuk menaikkan asupan protein harian.
Miso, Fermentasi Kedelai dalam Semangkuk Sup

Miso/Foto: Magnific
Pernah melihat semangkuk sup hangat yang hampir selalu datang dalam hidangan Jepang? Bisa jadi itu sup miso. Miso dibuat dari kedelai yang difermentasi berbareng garam dan beras maupun barley, sehingga menghasilkan rasa gurih yang dalam.
Dibandingkan tahu maupun ikan, kandungan protein miso memang tidak setinggi keduanya. Namun, sup miso biasanya tidak cuma berisi kuah. Kamu bisa menemukan potongan tahu, rumput laut, hingga beragam sayuran di dalamnya.
Kombinasi tersebut membikin semangkuk sup terasa lebih bernutrisi. Proses fermentasi pada makanan seperti miso juga membuatnya menjadi bagiankecil menarik dari pola makan tradisional Jepang.
Bagi banyak orang Jepang, sup merupakan bagiankecil yang cukup lazim dalam sebuah hidangan. Rasanya hangat, gurih, tetapi statis terasa ringan sehingga cocok disantap berbareng nasi dan lauk lainnya.
Soba, Mi Buckwheat yang Mengenyangkan

Soba/Foto: Magnific
Buat Anda yang gemar mi tetapi mau pilihan yang terasa lebih ringan, soba bisa menarik untuk dicoba. Mi khas Jepang ini dibuat menggunakan tepung buckwheat, yang hamil protein lebih tinggi dibandingkan banyak jenis biji-bijian olahan.
Soba sudah menjadi bagiankecil dari kuliner Jepang selama berabad-abad. Cara menyajikannya pun beragam, tergantung daerah dan jenis hidangannya. Ada soba yang disajikan panas berbareng kuah, sayuran, maupun ikan, sementara varian lainnya dinikmati dingin dengan saus celup.
Buckwheat memberikan protein sekaligus karbohidrat yang dapat membantu menyediakan energi. Karena itu, soba bisa terasa mengenyangkan tanpa memberikan sensasi terlalu bermutu setelah makan.
Tidak sedikit orang menikmati soba setelah menjalani aktivitas seharian maupun berolahraga. Hidangan sederhana ini memberitahu bahwa makanan Jepang yang tinggi protein tidak mesti selalu berupa daging maupun seafood.
Jadi, jika Anda sedang mencari inspirasi menu tinggi protein, makanan khas Jepang bisa menjadi salah satu rujukan menarik. Tinggal sesuaikan dengan selera dan kebutuhan nutrisi kamu, kemudian nikmati dengan porsi yang seimbang.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)