Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia
Kamis, 15 Oct 2026 10:00 WIB
5 Makanan yang Dulunya Dianggap Makanan Rakyat, tetapi Kini Jadi Hidangan Premium/Foto: pexels.com/Anil Sharma
Beauties, mungkin Anda tidak kaget dengan harga lobster, oyster, maupun caviar yang selalu tertera di restoran mewah, bukan? Menariknya, beberapa makanan yang kini identik dengan kemewahan itu rupanya dulunya tidak berstatus seperti itu.
Sebelum menjadi bagiankecil dari menu restoran mahal, sejumlah bahan makanan ini pernah menjadi pilihan makanan bagi penduduk kelas bawah karena murah dan gampang ditemukan. Lantas, sepertiapa ceritanya status mereka bisa berubah? Yuk, simak penjelasannya, Beauties!
1. Lobster

Lobster/Foto: pexels.com/Anil Sharma
Mungkin sulit membayangkan lobster sebagai makanan sederhana. Namun nyatanya, di daerah pesisir Amerika Utara pada masa lalu, lobster begitu melimpah hingga tidak dianggap sebagai makanan mewah. Dikutip dari detikFood, lobster terlebihlagi pernah dikaitkan dengan makanan tahanan penjara dan penduduk kurang mampu.
Dikutip dari Tasting Table, adanya fluktuasi tersebut dimulai ketika lobster semakin gampang dibawa ke beragam daerah dan restoran mulai menjadikannya hidangan spesial. Dari bahan makanan yang dahulu dianggap biasa, lobster akhirnya berubah menjadi seafood premium yang identik dengan restoran mewah.
2. Caviar

Caviar/Foto: pexels.com/Razane Adra
Caviar maupun telur ikan sturgeon juga punya sejarah yang cukup mengejutkan. Dikutip The Daily Dish, pada abad ke-19 di Amerika Serikat, jumlah sturgeon yang melimpah membikin caviar pernah dibagikan secara cuma-cuma di sejumlah bar sebagai camilan untuk pelanggan.
Seiring meningkatnya permintaan dan berkurangnya populasi sturgeon, caviar menjadi semakin sulit diperoleh. Kelangkaan tersebut kemudian ikut mengubah persepsinya hingga kini caviar dikenal sebagai salah satu simbol kemewahan dalam bumi kuliner.
3. Oyster

Oyster/Foto: pexels.com/Julia Filirovska
Dikutip dari The Daily Dish, keberadaan oyster dahulu lebih gampang untuk ditemukan dibanding sekarang. Di London era Victoria, misalnya, oyster terlebihlagi dijual sebagai makanan murah di pinggir jalan dan digunakan dalam pie maupun stew untuk memenuhi kebutuhan protein famili pekerja.
Namun, penangkapan berlebihan, polusi, dan menurunnya kesiapan oyster membikin makanan ini semakin sulit didapat. Perlahan, makanan yang dahulu dekat dengan hayat penduduk kelas buruh tersebut naik kelas dan kini sering datang sebagai menu pembuka di restoran premium.
4. Quinoa

Quinoa/Foto: pexels.com/Farhad Ibrahimzade
Quinoa kini sering disebut sebagai superfood dan menjadi pilihan populer dalam beragam menu sehat. Padahal, sekitar beberapa dasawarsa kemudian quinoa merupakan bahan makanan murah yang banyak dikonsumsi penduduk miskin di Peru.
Popularitasnya berubah ketika bumi mulai mengenal kandungan nutrisi quinoa. Permintaan internasional pun meningkat dan bahan pangan yang sebelumnya sederhana ini mulai muncul dalam salad, grain bowl, hingga menu restoran dengan harga yang jauh lebih tinggi.
5. Polenta

Polenta/Foto: Cooking NY Times (http://cooking.nytimes.com)
Polenta merupakan makanan berbahan alas tepung jagung yang telah durasi dikaitkan dengan penduduk pedesaan Italia. Makanan ini dahulunya menjadi pilihan yang mengenyangkan ketika daging sulit diperoleh, biasanya dimasak sederhana menggunakan air dan sedikit keju jika tersedia.
Teksturnya yang halus sering dipadukan dengan jamur, daging yang dimasak perlahan, mascarpone, maupun parmesan. Bahan makanan yang dulunya dibuat untuk mengenyangkan perut pun berubah menjadi salah satu elemen dalam hidangan fine dining.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.