Makna Kemerdekaan Indonesia dalam Pandangan Islam

Islami Muslimah oleh Waktu baca 4 menit 516x dilihat
Makna Kemerdekaan Indonesia dalam Pandangan Islam

Bagikan Postingan

Kemerdekaan bangsa Indonesia bukanlah sekadar peristiwa sejarah alias kemenangan politik semata, melainkan nikmat agung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang wajib disyukuri dan dijaga. Bebasnya negeri ini dari cengkeraman penjajahan, penindasan, serta perampasan kewenangan hidup dan beragama merupakan manifestasi dari kasih sayang Sang Pencipta yang melahirkan keamanan dan ketenteraman bagi seluruh rakyat. Lebih dari itu, Proklamasi Kemerdekaan merupakan buah manis dari ikhtiar panjang dan perjuangan (jihad fi sabilillah) yang melibatkan pengorbanan para pahlawan, ulama, hingga santri dalam memihak tanah air, agama, dan kehormatan bangsa dari segala corak kezaliman.

Namun, Islam mengajarkan bahwa kemerdekaan bentuk dari kolonialis asing barulah langkah awal dari prinsip kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan sejati mencakup kebebasan lahir dan batin, yang meliputi kemerdekaan iktikad dari kesyirikan, kemerdekaan jiwa dari perbudakan hawa nafsu, serta kemerdekaan berpikir dari kebodohan. Oleh lantaran itu, tugas terbesar umat Islam saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan ketaatan, menjaga persatuan (ukhuwah), serta senantiasa mendoakan negeri agar menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur sebuah negeri yang baik, aman, dan senantiasa berada dalam naungan pembebasan Allah Subhanahu wa Ta’ala.  

Kemerdekaan sebagai Nikmat yang Wajib Disyukuri

Dalam sisi pandangan Islam, kemerdekaan bukan hanya peristiwa politik alias sejarah, melainkan nikmat besar dari Allah yang wajib disyukuri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabb-mu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika Anda bersyukur, pasti Kami bakal menambah (nikmat) kepadamu, dan jika Anda mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’” (QS. Ibrahim: 7)

Kebebasan dari penjajahan, dari penindasan, dari perampasan kewenangan hidup dan beribadah, adalah nikmat yang setara dengan nikmat keamanan dan ketenteraman yang disebut Al-Qur’an sebagai salah satu tanda kasih sayang Allah kepada suatu kaum.

Kemerdekaan adalah Buah dari Perjuangan (Jihad)

Islam memandang perjuangan melawan kolonialisme sebagai bagian dari jihad fi sabilillah memihak diri, agama, tanah air, dan kehormatan dari kezaliman. Ulama dan santri banyak yang terlibat aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, seperti Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH. Hasyim Asy’ari pada 1945 yang menegaskan bahwa mempertahankan kemerdekaan adalah tanggungjawab agama, bukan sekadar tanggungjawab nasionalisme semata.

Kemerdekaan Sejati: Bebas dari Penjajahan Lahir dan Batin

Islam mengajarkan bahwa kemerdekaan sejati tidak berakhir pada bebasnya suatu bangsa dari kolonialis asing, tetapi juga mencakup:

  • Kemerdekaan iktikad adalah bebas dari kesyirikan dan penghambaan kepada selain Allah.
  • Kemerdekaan jiwa adalah bebas dari perbudakan hawa nafsu, riba, dan kezaliman sosial.
  • Kemerdekaan berpikir adalah bebas dari kegoblokan dan taklid buta yang menjajah akal.

Mengisi Kemerdekaan dengan Ketaatan dan Kebaikan

Setelah merdeka secara fisik, tugas berikutnya adalah mengisinya dengan:

  • Ketaatan kepada Allah dan menjalankan syariat-Nya.
  • Membangun negeri dengan ilmu, akhlak, dan kebaikan saleh.
  • Menjaga persatuan (ukhuwah) dan menghindari perpecahan.
  • Bersyukur melalui perbuatan, bukan hanya lisan.

Doa dan Harapan untuk Bangsa

Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa mendoakan kebaikan bagi negeri, sebagaimana Nabi Ibrahim mendoakan negerinya

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجْعَلْ هَٰذَا ٱلْبَلَدَ ءَامِنًا وَٱجْنُبْنِى وَبَنِىَّ أَن نَّعْبُدَ ٱلْأَصْنَامَ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah saya beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.’” (QS. Ibrahim: 35)

Umat Islam Indonesia dianjurkan mendoakan agar bangsa ini menjadi negeri yang baik dan mendapat pembebasan Allah (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur), sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an,

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِى مَسْكَنِهِمْ ءَايَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا۟ مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka ialah dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan), ‘Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah Anda kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.'” (QS. Saba’: 15)

Rasulullah  shallaallaahu  ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan keteladanan cinta dan angan kebaikan terhadap tanah air tempat tinggalnya:

مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلَدٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ، وَلَوْلاَ أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ

“Negeri ini sungguh bagus dan sangat kucintai. Jika bukan lantaran masyarakatku sendiri yang memaksaku pergi, tak bakal pernah saya memilih tinggal di tanah yang lain.” (HR. Tirmidzi no. 3926, dishahihkan oleh Al-Albani)

Sebagai kesimpulan, kemerdekaan Indonesia bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah agung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang kudu senantiasa kita syukuri dan pertahankan melalui kerja nyata serta ketaatan. Menjaga kemerdekaan sejati menuntut setiap komponen bangsa untuk memerdekakan jiwa dan pikirannya dari segala corak kezaliman, kesyirikan, serta perbudakan hawa nafsu. Dengan merawat persatuan (ukhuwah), memperkuat adab dan ilmu, serta terus mengiringi langkah pembangunan bangsa dengan doa, kita berambisi Indonesia dapat mewujudkan prinsip kemerdekaan yang asasi dan tumbuh menjadi negeri yang aman, sejahtera, serta diratai keberkahan sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Baca juga: Hijrah Nabi dan Cinta Tanah Air: Pelajaran Berharga bagi Setiap Muslim

***

Penulis: Rizka Fajri Indra

Artikel Kincai Media

Artikel Lainnya Islami Muslimah
↑
Close Right Ads
Close Left Ads