Makna Tersembunyi Bulan Rabiul Akhir dan Sejumlah Peristiwa Penting di Dalamnya

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 506x dilihat
Makna Tersembunyi Bulan Rabiul Akhir dan Sejumlah Peristiwa Penting di Dalamnya

Bagikan Postingan

Kincai Media, Setiap bulan dalam almanak Hijriyah memiliki catatan sejarah yang mewarnai perjalanan umat Islam. Salah satunya Rabiul Akhir, bulan keempat dalam almanak Hijriyah, yang tidak hanya menjadi penanda waktu, tetapi juga mencatat sejumlah peristiwa krusial dalam sejarah Islam.

Rabiul Akhir merupakan bulan keempat dalam almanak Hijriyah, setelah Rabiul Awal. Nama Rabiul Akhir berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah merujuk pada akhir musim semi. Kata "rabi" berfaedah musim semi, sedangkan "akhir" berfaedah bagian akhir alias penghujung. Bulan ini juga dikenal dengan julukan Rabiul Tsani, yang secara harfiah berfaedah musim semi kedua. Secara historis, penamaan bulan-bulan dalam almanak Hijriyah berangkaian dengan kondisi musim dan suasana di area Arab pada masa lalu.

Bulan Rabiul Akhir tetap mempunyai makna spiritual bagi umat Islam. Meskipun tidak mempunyai kekhususan ibadah tertentu seperti Ramadhan, bulan ini dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk terus meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbagai ibadah, seperti dzikir, membaca Alquran, memperbanyak doa, serta mengerjakan amalan-amalan sunnah, dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kualitas keimanan.

Rabiul Akhir juga dapat menjadi momentum untuk melanjutkan semangat spiritual dari bulan sebelumnya, Rabiul Awal, yang dalam tradisi umat Islam dikenal berangkaian dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, pergantian bulan dalam almanak Hijriyah dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa melakukan introspeksi dan meningkatkan kebaikan amal dalam kehidupan sehari-hari.

Peristiwa bersejarah 

Beberapa peristiwa besar yang terjadi pada bulan Rabiul Akhir di antaranya adalah turunnya Surat al-Hasyr. Turunnya surat tersebut dilatarbelakangi oleh upaya pembunuhan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh kaum Yahudi bani Nadhir. Merekalah kaum yang pertama dikumpulkan dan diusir dari Madinah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

Dialah yang mengeluarkan orang-orang yang kufur di antara Ahlulkitab (Yahudi Bani Nadir) dari kampung laman mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka bahwa mereka bakal keluar. Mereka pun percaya bahwa benteng-benteng mereka bakal dapat menjaganya dari (azab) Allah. Maka, (azab) Allah datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka. Dia menanamkan rasa takut di dalam hati mereka sehingga mereka menghancurkan rumah-rumahnya dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka, ambillah pelajaran (dari kejadian itu), wahai orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati). Sekiranya tidak lantaran Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, Dia pasti mengazab mereka di dunia. Di alambaka mereka bakal mendapat balasan neraka. (QS Al-Ḥasyr Ayat 3)

Artikel Lainnya Intisari Islam
Close Right Ads
Close Left Ads