Ketika Angin Bertiup, Tanda Kekuasaan Allah yang Membawa Kebaikan

Islami Muslimah oleh Waktu baca 5 menit 64x dilihat
Ketika Angin Bertiup, Tanda Kekuasaan Allah yang Membawa Kebaikan

Bagikan Postingan

Langit biru yang terang memanjakan mata. Awan sirus berderet menambah kemolekannya. Di tengah kita menikmati keelokan buatan Allah itu, angin berembus sepoi-sepoi. Terkadang ia bertiup lebih kencang hingga menerbangkan dedaunan, menggugurkan kelopak bunga, menghempaskan halaman-halaman buku, dan mungkin juga menerbangkan ujung jilbabmu. Masyaallah…

Apa yang terpikir dalam benak?

“Aah, gara-gara angin aku kehilangan halaman bukuku.”

“Dasar angin… jilbabku jadi tersingkap.”

Pernahkah kita melihat angin dengan metode yang berbeda?

Angin, tanda kekuasaan Allah pembawa kebaikan

Pernahkah terpikir kenapa Allah menciptakan angin yang terbang bebas ke sana kemari, menyusup melalui celah-celah kecil dan menerobos dedaunan?

Allah telah memberikan klarifikasi yang terang tentang angin dalam Al-Quran. Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن يُرْسِلَ ٱلرِّيَاحَ مُبَشِّرَٰتٍ وَلِيُذِيقَكُم مِّن رَّحْمَتِهِۦ وَلِتَجْرِىَ ٱلْفُلْكُ بِأَمْرِهِۦ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita ceria dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) agar Anda dapat mencari karunia-Nya. Mudah-mudahan Anda bersyukur.” (QS. Ar-Rum: 46)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa angin adalah salah satu tanda dominasi Allah. Allah mengirimkannya sebagai pembawa berita gembira. Angin menggerakkan awan dan menjadi salah satu karena datangnya hujan yang dinanti-nantikan manusia.

Angin juga menjadi salah satu bentuk rahmat Allah. Dengan izin-Nya, angin dapat membantu kapal berlayar sehingga manusia dapat berbuat perjalanan dan mencari karunia Allah.

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَأَرْسَلْنَا ٱلرِّيَٰحَ لَوَٰقِحَ فَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَسْقَيْنَٰكُمُوهُ وَمَآ أَنتُمْ لَهُۥ بِخَٰزِنِينَ

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, kemudian Kami beri minum Anda dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah Anda yang menyimpannya.” (QS. Al-Hijr: 22)

Syekh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa angin mempertemukan awan sehingga awan menurunkan hujan. Angin juga mengawinkan pepohonan sehingga tumbuh-tumbuhan dapat berkembang.

Masyaallah. Maha Besar Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan manfaatnya masing-masing. Terkadang sesuatu yang kita anggap mengganggu rupanya membawa banyak kebaikan. Angin dapat membantu penyerbukan tumbuhan, menggerakkan awan, dan dengan persetujuan Allah membantu kapal berlayar sehingga manusia dapat mencari rezeki.

Maka, tidakkah kita patut bersyukur ketika merasakan hembusannya?

Angin, ketika menyapa

Sampai kepada kita pula pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang sepertiapa seharusnya seorang muslim menyikapi angin. Beliau hallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الريح من روح الله، تأتي بالرحمة، وتأتي بالعذاب، فإذا رأيتموها فلا تسبوها، وسلوا الله خيرها، واستعيذوا بالله من شرها

“Angin itu termasuk dari rahmat Allah. Ia datang membawa rahmat dan datang membawa azab. Apabila kalian melihatnya, janganlah kalian mencelanya. Mintalah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.” (HR. Abu Dawud no. 5097, dan selainnya)

Hadis tersebut mengajarkan kepada kita untuk tidak mencela angin. Sebab, angin adalah makhluk Allah yang bergeser sesuai dengan kehendak-Nya. Ia dapat datang membawa rahmat, tetapi terkadang juga membawa sesuatu yang membahayakan.

Angin dapat menjadi karena turunnya hujan yang berguna bagi manusia. Ia juga dapat memberikan kesejukan ketika hari terasa panas. Namun, terkadang angin bertiup begitu kencang hingga merobohkan bangunan, menerbangkan benda-benda, mematahkan pepohonan, maupun menimbulkan kerusakan lainnya.

Ketika sesuatu yang tidak kita sukai terjadi karena angin, bukan berarti kita boleh mencelanya. Sebaliknya, kita diajarkan untuk mengingat bahwa semua itu terjadi dengan kehendak Allah dan memohon kepada-Nya kebaikan serta perlindungan dari keburukannya.

Imam asy-Syafi’i rahimahullah juga menerangkan bahwa angin adalah salah satu makhluk Allah yang patuh kepada-Nya dan termasuk tentara Allah. Allah menjadikannya sebagai rahmat dan nikmat sesuai dengan kehendak-Nya.

Angin, antara kebaikan dan perlindungan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak cuma melarang kita mencela angin. Beliau juga mengajarkan doa ketika angin bertiup.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata bahwa jika angin bertiup kencang, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang karenanya ia dikirim. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang karenanya ia dikirim.” (HR. Muslim dan at-Tirmidzi)

Dalam doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut ada permohonan terhadap tiga macam kebaikan: kebaikan dari angin itu sendiri, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang dibawa bersamanya.

Kebaikan dari angin itu sendiri dapat berupa kesejukan yang kita rasakan ketika cuaca panas. Angin juga membantu penyerbukan tumbuhan dan membawa beragam khasiat lainnya.

Kebaikan yang ada di dalamnya, yaitu berupa khasiat yang Allah hadirkan melalui angin, seperti turunnya hujan yang memberikan hayat bagi bumi.

Adapun kebaikan yang dikirim bersamanya, bisa berupa beragam hal yang menyertai angin, seperti awan yang menjadi karena turunnya hujan.

Demikian pula kita memohon perlindungan dari tiga macam keburukan tersebut: keburukan angin itu sendiri, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang dibawa bersamanya.

Begitu indahnya tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika melihat sesuatu yang terkadang membikin kita tidak nyaman, beliau mengajarkan kita untuk tidak mencela, tetapi justru berdoa.

Masyaallah…

Betapa mengagumkan salah satu makhluk buatan Allah yang dapat kita nikmati tanpa mesti bersusah payah. Duduk melamun menikmati bunga-bunga yang bergoyang tertiup angin, merasakan kesejukannya, adalah kenikmatan yang patut kita syukuri. Semoga tidak cuma angin bumi saja yang bisa kita nikmati kesejukannya, namun juga harumnya angin utara yang berdesir di surga kelak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang pasar di surga. Para penghuni surga mendatanginya, kemudian berembus angin utara yang menerpa wajah dan busana mereka. Dengan karena itu, mereka semakin bertambah elok dan tampan. (HR. Muslim no. 2833)

Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk merasakan beragam kenikmatan di dalam surga-Nya. Aamiin.

Baca juga: Batasan Angin Kencang disertai Hawa Dingin Yang Menyebabkan Bolehnya Menjama’ Shalat

***

Penulis: Rinautami Ardi Putri

Artikel Kincai Media

Artikel Lainnya Islami Muslimah
Close Right Ads
Close Left Ads