Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Aisyah radhiallahu ‘anha
Lebih dari sekedar cinta, Nabi menikahi Aisyah lantaran beberapa sebab,
Karena perintah langsung dari Allah
Sebab terkuat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Aisyah lantaran perintah dari Allah langsung. Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan,
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أُرِيتُكِ فِي الْمَنَامِ مَرَّتَيْنِ، إِذَا رَجُلٌ يَحْمِلُكِ فِي سَرَقَةٍ مِنْ حَرِيرٍ، فَيَقُولُ : هَذِهِ امْرَأَتُكَ، فَأَكْشِفُ عَنْهَا، فَإِذَا هِيَ أَنْتِ، فَأَقُولُ: إِنْ يَكُ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ يُمْضِهِ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku: ‘Aku melihatmu dalam mimpi dua kali. Seorang malaikat menggendongmu dalam selembar sutra dan berkata: Inilah istrimu. Aku membuka selimut itu, dan rupanya itu adalah dirimu. Maka saya berkata: Jika ini berasal dari Allah, Dia bakal mewujudkannya.’” (HR. Bukhari no. 3682)
Ketaatan Nabi terhadap perintah ini membuahkan banyak sekali hikmah yang bisa kita rasakan sampai saat ini.
Alasan politik dan kesukuan, dan memperkuat kekerabatan
Suku terkuat di kalangan Arab adalah Quraisy. Meskipun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berasal dari suku Quraisy, namun Nabi mendakwahkan sesuatu yang sangat bertentangan dengan kepercayaan Quraisy pada saat itu. Adanya tiga berhala yang menjadi kebanggaan suku Quraisy; yaitu Manna, Latta, dan ‘Uzza. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang berceramah kepada tauhid, menjadikan Nabi musuh terbesar bangsanya sendiri. Hal ini diperparah oleh wafatnya om beliau Abu Thalib dan sang istri Khadijah, yang selama itu menjadi pembela beliau. Sehingga tahun tersebut dikatakan ‘Tahun Kesedihan’. Maka, dengan menikahi Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam akan mendapatkan aliansi, sehingga semakin banyak pengikut dan memperkuat Islam, di mana Aisyah adalah anak dari sahabatnya, ialah Abu Bakar radhiallahu ‘anhu. Hal ini juga bakal memperkuat kekerabatan antara Nabi dan Abu Bakar, dan menyebarkan Islam melalui nilai-nilai kekerabatan. (Thompson, 2016)
Pelestarian ilmu
Aisyah dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam disaat umur 6 tahun, dan satu genting dengan beliau saat berumur 9 tahun. Ini menjadikan Aisyah sangat dekat dengan Nabi sejak usianya yang belia. Ditambah lagi, Aisyah mempunyai daya ingat yang kuat.
Usia Aisyah yang tetap sangat muda mempunyai pengaruh terbesar dalam melestarikan dan menyebarkan hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lantaran dia hidup cukup lama setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sambil menceritakan hadis-hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya radhiallahu ‘anhum juga menceritakan hadis-hadis darinya. Dan jika kita memandang pernikahan Aisyah dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kita bakal menyadari bahwa tuduhan mereka sangat jauh dari kebenaran. Pernikahan tersebut lebih berkarakter sosial, dakwah, pendidikan, dan pengasuhan daripada aspek lainnya, di mata siapa pun yang mau bersikap adil. (Ayyub, 2015)
Standar kedewasaan yang berbeda dengan era sekarang
Kemudian secara budaya, standar kedewasaan masyarakat era dulu berbeda dengan era sekarang. Dahulu ada sahabat remaja yang sudah ikut berperang, di antaranya adalah Usamah bin Zaid, Mus’ab bin Umair, Zubair bin Al-Awwam dan lainnya. Mereka ikut bertempur di usia 15 sampai 17 tahun. Maka, dengan Aisyah yang berumur 9 tahun, apalagi dia adalah seorang wanita yang secara umum dianggap normal untuk layak dinikahi pada era tersebut.
Pernikahan awal adalah perihal yang lumrah pada era tersebut
Di antaranya adalah pernikahan Abu Al-‘As bin Ar-Rabi’ dengan Zainab binti Rasulullah, di mana dikatakan Zainab dinikahkan pada umur 9 tahun. Pernikahan ‘Utbah bin Abi Lahab dengan Ruqayyah binti Rasulullah di mana Ruqayyah dinikahkan pada umur kurang dari 7 tahun. Pernikahan ‘Utaibah bin Abi Lahab dengan Ummu Kultsum binti Rasulullah, disaat Ummu Kultsum berumur 5-6 tahun. Pernikahan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah di usia 15 tahun. Masih banyak pernikahan yang lainnya yang menunjukkan pernikahan tersebut terjadi ketika istri berumur di bawah umur. Praktik ini tidak hanya terjadi di Arab, namun juga di negara lainnya seperti Inggris, Jepang, Prancis, Belgia, Spanyol, dan lainnya. (Ridha, 2026)
Tidak ada hinaan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam karena menikahi Aisyah pada era tersebut
Pada era tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dibenci oleh masyarakat Quraisy dan kaum kafir. Apapun yang bisa menjadi celah untuk dicela, maka mereka cela Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan hinaan tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dicela sebagai orang gila, penyair, dan penyihir. Itulah celaan-celaan yang dilemparkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun, tidak ada hinaan terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam karena telah menikahi Aisyah radhiallahu ‘anha sebagai pedofilia (orang yang mempunyai orientasi seksual terhadap anak prapubertas). Bahkan Abu Jahal, orang yang paling membenci Nabi pun tidak mencela beliau dengan pedofilia, yang seandainya itu bisa menjadi hinaan kepada Nabi, maka dia telah mencela Nabi dengan hinaan tersebut.
Hal ini disebabkan, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, lantaran pernikahan dengan wanita usia awal adalah perihal yang lumrah di masa tersebut.
Wanita yang dinikahi pada usia muda oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah Aisyah radhiallahu ‘anha
Dari istri-istri yang pernah dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, hanya Aisyah radhiallahu ‘anha yang dinikahi ketika beliau tetap berumur belia. Khadijah binti Khuwailid dinikahi di usia 40 tahun, alias dalam riwayat lain di usia 25 tahun, dan juga dalam keadaan sudah menjadi janda. Istri Nabi yang lain, yaitu, Saudah binti Zam’ah, Zainab binti Jahsy, Hafshah, Ummu Salamah, Juwairiyyah, Shafiyyah, dan Maimunah radhiallahu ‘anhunna, mereka dinikahi dalam kondisi sudah menjanda, dan tidak dalam usia yang belia lagi. Sehingga, yang dinikahi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika tetap belia hanyalah Aisyah radhiallahu ‘anha.
Maka dari itu, seandainya Nabi punya kecenderungan seksual terhadap wanita prapubertas, semestinya banyak wanita yang Nabi nikahi dalam usia yang belia, tidak hanya Aisyah radhiallahu ‘anha.
Dari apa yang sudah dipaparkan di atas, tuduhan pedofilia terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah propaganda orientalis dalam memusuhi Islam, sehingga menyebarkan tuduhan yang biadab kepada pembawa risalah, ialah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Penting untuk kita mengetahui perihal tersebut, diharapkan agar kita berada di dalam barisan-barisan pembela kepercayaan Allah. Allahul Muwaffiq.
[SELESAI]
KEMBALI KE BAGIAN 1
***
Penulis: Triani Pradinaputri
Artikel Kincai Media
Referensi:
- al-Dhahabī. (n.d.). Tārīkh al-Islām wa-wafayāt al-mashāhīr wa-l-aʿlām. Al-Maktabah al-Tawfīqiyyah. (Karya original diterbitkan tahun 1348).
- al-Maʿbarī, Z. al-D. (2003). Fatḥ al-Muʿīn bi-sharḥ Qurrat al-ʿAyn bi-muhimmāt al-dīn(Edisi ke-1). Dar Ibn Hazm wa al-Jaffan wa al-Jabi.
- Ayyūb, A. bin S., & Al-Bāḥithīn. (2015). Mawsūʿat Maḥāsin al-Islām wa Radd Shubuhāt al-Liʾām(Edisi ke-1, Vol. 1–12). Dar Ilaf al-Duwaliyyah li al-Nashr wa al-Tawziʿ.
- Ḥaytū, S. M. Ḥ. (2022). Imtā‘ al-asmā’ fī sharḥ matn Abī Shujā‘. Dār al-Muṣṭafā.
- Ibn ʿAsākir. (n.d.). Tārīkh Madīnat Dimashq. (Karya original diterbitkan tahun 1176).
- Kulkarni, K., & Sorrentino, R. (2025, 9 September). From perversion to pathology: A historical perspective on pedophilia. Psychiatric Times.
- Oosterhuis, H. (2012). Sexual modernity in the works of Richard von Krafft-Ebing and Albert Moll. Medical History, 56(2), 133–155.
- (2026). Praktik pernikahan awal di dunia. Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon.
- Teeluckdharry, G. D. (2025). Why did Prophet Muhammad Sallallahu Alayhi Wa Sallam Marry Aisha at the Age of 9 Years Old?AL-ARFA: Journal of Sharia, Islamic Economics and Law, 3(1), 114–121.
- Thompson, S. S. (2016). The pedophile prophet? Breathing a culturally relative point of view into a controversial cultural debate(Student research paper, Gettysburg College). The Cupola: Scholarship at Gettysburg College.
.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·