Memperbanyak Puasa Sunnah Di Bulan Syaban

Jan 20, 2026 10:59 PM - 4 bulan yang lalu 132259

Kincai Media , BOGOR -- Umat Islam diperintahkan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan beragam corak ibadah. Namun ibadah tersebut tidak boleh menyimpang dari aliran Rasulullah SAW.

Karena Dia telah menetapkan bagi kita model yang tepat yang kudu kita ikuti agar tetap teguh di jalan yang benar. Oleh lantaran itu sangat krusial bagi seorang Muslim yang alim untuk memastikan bahwa ibadahnya mempunyai dasar baik dalam Al- Qur'an dan Sunnah Nabi.

Salah satunya Nabi lebih giat berpuasa di bulan Sya'ban dibanding bulan-bulan lainnya. Aisyah melaporkan bahwa Nabi tidak pernah berpuasa selama sebulan penuh selain di bulan Ramadhan.

Sebagian orang menjalankan puasa selama tiga bulan berturut-turut, Rajab, Syaban dan  Ramadhan, diikuti dengan  enam hari Syawal. Artinya, mereka mulai berpuasa pada awal Rajab hingga tujuh Syawal, selain Hari Raya Idul Fitri.

Namun baik Nabi maupun para sahabatnya alias apalagi penerus mereka dilaporkan tidak melakukannya. Nabi biasa berpuasa beberapa hari setiap bulan. Aisyah ra mengatakan bahwa Nabi kadang-kadang bakal menjalankan puasa terus menerus, sampai-sampai para sahabat mengira dia tidak bakal pernah berbuka puasa, dan di lain waktu dia bakal menahan diri dari puasa sampai-sampai mereka mengira dia tidak bakal berpuasa lagi.

Nabi biasanya puasa pada hari Senin dan Kamis dan tiga hari setiap bulan (tanggal 13, 14 dan 15). Dia kadang-kadang biasa berpuasa setiap hari, mengikuti pola Nabi Dawud (saw). 

Dari Ibnu Umar radhiyallahuanhu berbicara bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Puasalah sehari dan berbukalah sehari. Itu adalah puasanya nabi Daud as dan itu adalah puasa yang paling utama." (HR Bukhari)

Nabi biasa menjalankan puasa di Syaban lebih dari yang dia lakukan di bulan-bulan lainnya. Ini adalah semacam persiapan diri untuk datangnya Ramadhan. Tapi tidak ada bukti tekstual bahwa ada hari-hari tertentu di bulan Syaban.

Pada umumnya, tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk memilih hari-hari tertentu untuk menjalankan puasa sunnah alias malam-malam tertentu untuk melakukan Shalat Malam, tanpa dasar norma untuk tindakan itu. Ibadah tidak boleh hanya berasas kemauan manusia.

Sebaliknya, mereka tunduk pada norma Ilahi. Jadi, menentukan waktu dan tempat tertentu untuk beragama dan penjelasan beragam tindakan ibadah adalah urusan Ilahi, bukan urusan manusia.

Sumber:

https://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/fasting/shaban-fasting-specific-days/

sumber : Dok Republika

Selengkapnya