Kincai Media, Akhlak mulia bukan sekadar perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari, tetapi mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam aliran Islam. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengungkapkan bahwa adab mulia menjadi salah satu jalan yang mengantarkan seorang Muslim menuju surga, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa orang yang beradab mulia bakal mendapatkan jawaban surga.
Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, tidak bakal masuk surga kecuali orang yang beradab mulia.
Demikian dahsyatnya keistimewaan beradab mulia, bisa mengantar seseorang masuk surga. Hal ini diriwayatkan Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu.
Dalam Ihya Ulumuddin diterangkan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu pernah mengatakan, "Aku heran kepada seorang Muslim yang tidak menolong saudaranya sesama Muslim yang mempunyai suatu keperluan (padahal seorang Muslim wajib menolong saudaranya). Seandainya dia mengetahui besarnya pahala dan dapat terhindar dari siksa neraka, maka semestinya dia segera melakukan amal sebagai jalan meraih keselamatan. Begitulah adab yang mulia itu."
Kemudian, seorang laki-laki bertanya kepada Ali bin Abi Thalib, "Apakah Anda mendengar keterangan ini dari Rasulullah?"
Ali bin Abi Thalib menjawab, "Ya, apalagi saya mendengar nasihat beliau (Rasulullah SAW) lainnya. Ketika beberapa tawanan dari suku Thain dihadapkan kepada beliau."
Ali bin Abi Thalib melanjutkan ceritanya. Ada seorang wanita di antara tawanan dari suku Thain itu berbicara kepada Rasulullah SAW, "Ya Muhammad, andaikan Anda mau melakukan baik, bebaskan aku, tetapi jangan Anda hinakan kaumku atas kaum-kaum Arab lainnya. Sesungguhnya saya adalah seorang putri dari pemimpin kaumku. Ayahku suka membebaskan tawanan, memberi makan orang yang kelaparan, menyebarkan salam, dan dia tidak pernah menolak terhadap orang yang meminta-minta. la ayahku, Hatim al-Tha'i."
Nabi Muhammad SAW menjawab, "Hai wanita, sesungguhnya perbuatan ayahmu yang Anda sebutkan itu adalah sifat-sifat seorang Muslim."