Mengenal Mind Gardening, Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Otak di Era Doomscrolling

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 501x dilihat
Mengenal Mind Gardening, Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Otak di Era Doomscrolling

Bagikan Postingan

Mengenal Mind Gardening, Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Otak di Era Doomscrolling/Foto: Magnific.com/Yaroslav Shuraev

Media sosial memudahkan kita untuk mendapatkan beragam keterangan terbaru, mulai dari berita menyenangkan hingga berita yang mengkhawatirkan. Namun, terlalu durasi membaca berita negatif juga bisa membikin otak lelah. Untuk menyikapinya, kita bisa mencoba metode mind gardening.

Konsep mind gardening mengajak kita merawat dan menjaga isi pikiran secara sadar dan teratur. Yuk, selami lebih dalam sepertiapa metode menerapkan mind gardening demi menjaga kesehatan otak secara konsisten!

Apa Itu Mind Gardening?

Mind gardening berfokus pada teknik mengelola pikiran dan arus informasi. Konsep alas mind gardening membantu untuk menyaring keterangan dan menumbuhkan pemikiran positif setiap hari.
Pengertian mind gardening/Foto: Magnific.com/pressfoto

Mengutip dari Times of India, mind gardening adalah sebuah konsep kejiwaan tentang metode mengelola dan mengontrol isi pikiran manusia secara sengaja. Dalam metode mind gardening, pikiran positif dan kebiasaan baik diprioritaskan untuk terus dikembangkan. Sebaliknya, keterangan negatif dan kecemasan berlebih perlahan-lahan disingkirkan agar tidak merusak fokus harian.

Pendekatan mind gardening ini sangat mengandalkan mindfulness dalam memilih apa yang boleh masuk ke dalam otak. Ketika kita mempraktikkan mind gardening, kita beraksi sebagai manajer yang selektif bagi pikiran kita sendiri. Kita memiliki kontrol penuh untuk menentukan pikiran mana yang mau dipertahankan dan keterangan mana yang sebaiknya diabaikan agar ekosistem mental statis seimbang.

Mengapa Doomscrolling Merusak Kesehatan Otak?

Dampak buruk doomscrolling bagi kesehatan otak/Foto: Pexels.com/RDNE Stock project

Secara biologis, kebiasaan doomscrolling memaksa otak eksis dalam mode siaga tinggi maupun tanggap darurat secara terus-menerus. Paparan berita buruk yang tak henti-henti memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin berlebih. Jika dibiarkan berkepanjangan tanpa jeda, kondisi ini dapat menurunkan kapasitas konsentrasi, memperburuk daya ingat, hingga memicu gangguan tidur yang serius.

Oleh karena itu, kedatangan mind gardening menjadi sangat krusial sebagai penawar dari akibat buruk doomscrolling. Tanpa disadari, otak kita yang terus-menerus menampung konten negatif akan kehabisan kapabilitas untuk berpikir bening dan kreatif.

Memilih Asupan Informasi Positif

Memilih asupan keterangan positif melalui mind gardening dilakukan dengan mengonsumsi konten yang bermanfaat. Praktik mind gardening membantu otak menyerap bahanbacaan berkualitas untuk evolusi diri.
Mengonsumsi konten yang bermanfaat, metode praktik mind gardening/Foto: Pexels.com/2907399

Langkah mula mempraktikkan mind gardening adalah dengan memilah asupan keterangan yang kita konsumsi setiap harinya. Memilih asupan positif berarti secara sadar mencari konten yang memberi harga tambah, seperti membaca buku inspiratif, mendengarkan podcast edukatif, maupun mengikuti akun media sosial yang membawa akibat baik.

Dalam konsep mind gardening, kita tidak lagi menjadi konsumen pasif yang menelan semua arus berita di timeline secara mentah-mentah. Kita memegang kendali atas apa yang mau kita pelajari dan resapi setiap harinya. Ketika asupan keterangan positif ini masuk secara rutin, pikiran kita akan tumbuh menjadi lebih handal dan tidak gampang goyah oleh isu yang beredar di internet.

Digital Detox dan Unfollow

Membersihkan konten toksik dalam mind gardening berarti mengeliminasi akun media sosial dan keterangan yang memicu stres. Digital detox bisa dilakukan secara berkala.
Melakukan detoks digital, metode praktik mind gardening/Foto: Pexels.com/Ketut Subiyanto

Konten toksik yang muncul di media sosial sering kali berasal dari akun-akun yang memicu rasa cemas, iri hati, maupun amarah secara berlebihan. Tindakan berani untuk menekan tombol unfollow, mute, maupun block adalah bentuk nyata dari perawatan kesehatan otak. Membersihkan timeline dari konten negatif sama artinya dengan membuang beban emosional agar tidak mengganggu pikiran-pikiran positif kita.

Selain mengurasi media sosial, menetapkan batas waktu penggunaan gadget juga menjadi bagiankecil krusial dalam mind gardening. Kita bisa menjadwalkan jam-jam khusus tanpa ponsel, misalnya satu jam sebelum tidur dan satu jam setelah bangun pagi.

Latihan Mindfulness dan Journaling

Journaling, metode praktik mind gardening/Foto: Pexels.com/Anastasia Shuraeva

Kebiasaan positif yang sudah kita pilih dalam mind gardening membutuhkan latihan rutin agar memberikan akibat yang maksimal. Mengutip dari Healthline, merawat kestabilan pikiran dapat dilakukan melalui praktik mindfulness, seperti meditasi pernapasan sederhana, jalan santai tanpa gadget, maupun journaling. Aktivitas ini membantu mengendapkan emosi dan merapikan benang kusut pikiran akibat aktivitas seharian.

Journaling secara rutin memungkinkan kita untuk mengeluarkan beban kognitif yang menumpuk di dalam imam ke atas kertas. Dengan memindahkan kecemasan tersebut, kita memberikan ruang bugar bagi otak untuk beristirahat dan memulihkan fungsinya secara optimal.

Otak Lebih Jernih dan Fokus

Manfaat dari mind gardening adalah terciptanya pikiran yang jernih, fokus yang tajam, emosi yang stabil, dan kualitas hidup yang lebih baik.
Dampak positif mind gardening/Foto: Magnific.com/magnific

Setelah rutin memilih asupan positif, membuang konten toksik, dan melatih kesadaran diri, otak kita akan mulai merasakan fluktuasi nyata dari mind gardening. Mengutip studi ilmu jiwa dari Psych Central, orang yang aktif merawat kebersihan pikirannya cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan tingkat fokus yang jauh lebih tinggi. Kita tidak akan gampang terseret arus histeris saat membaca berita di media sosial.

Dampak positif dari mind gardening ini juga berakibat langsung pada kualitas hubungan sosial dan kreativitas kerja harian. Otak yang sehat dan bebas dari beban doomscrolling bisa berpikir lebih kreatif, memungut keputusan dengan rasional, serta menikmati momen masa kini dengan penuh rasa syukur.

Merawat kesehatan otak di tengah gempuran arus keterangan digital memang membutuhkan komitmen dan latihan yang konsisten setiap harinya. Melalui metode mind gardening, kita diajak untuk lebih bijak dan selektif dalam mengelola setiap keterangan yang masuk ke dalam pikiran. Yuk, mulai praktikkan mind gardening kini juga!

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads