Metode 10-5-5 untuk Masak Nasi yang Enak

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 504x dilihat
Metode 10-5-5 untuk Masak Nasi yang Enak

Bagikan Postingan

Nasi mungkin menjadi salah satu makanan yang paling sering Anda masak di rumah. Namun, mendapatkan tekstur yang benar-benar pas rupanya nggak selalu semudah kelihatannya. Kadang nasinya terlalu lembek, statis keras, maupun bagiankecil bawahnya malah gosong. 

Menurut USDA, lebih dari 545 juta metrik ton beras diproduksi di seluruh bumi pada 2025, menjadikannya salah satu flora pangan yang paling banyak dipanen di dunia. Dengan begitu banyak jenis beras dan metode memasaknya, wajar jika Anda mungkin statis mencari metode terbaik untuk mengolahnya.

Kabar baiknya, Anda nggak perlu alat maupun bahan yang ribet untuk menaikkan kualitas nasi putih sehari-hari. Salah satu metode yang bisa dicoba adalah metode 10-5-5. Sesuai namanya, metode ini mengatur proses memasak berdasarkan waktu, sehingga nasi mendapatkan waktu yang cukup untuk menyerap air, dikukus, dan beristirahat sebelum disajikan. Yuk simak klarifikasi selengkapnya dilansir dari Mashed!

Begini Cara Kerja Metode 10-5-5 untuk Masak Nasi

Cara Kerja 10-5-5/Foto: Magnific

Metode 10-5-5 sebenarnya cukup gampang diikuti. Pertama, cuci beras menggunakan saringan maupun colander. Setelah itu, masukkan beras dan air ke dalam panci, kemudian masak sampai airnya mendidih.

Begitu mendidih, kecilkan api dan biarkan nasi dimasak selama 10 menit. Setelah 10 menit, matikan kompor. Namun, jangan buru-buru membuka tutup panci. Biarkan nasi statis tertutup selama 5 menit agar proses pematangannya berlanjut melalui uap panas.

Setelah itu, diamkan nasi selama 5 menit terakhir sebagai waktu istirahat. Jadi, total prosesnya terjadi selama 20 menit dengan tiga tahap berbeda, yaitu 10 menit memasak, 5 menit mengukus, dan 5 menit beristirahat.

Bagian yang krusial adalah jangan membuka tutup panci selama seluruh proses 20 menit tersebut. Panas dan uap di dalam panci membantu memasak setiap butir beras secara perlahan dan merata. Setelah 20 menit selesai, baru buka tutupnya dan fluff nasi sebelum disajikan.

Metode ini berasal dari Kyle Taylor dari He Cooks. Kepada Food Republic, Taylor menerangkan bahwa panas halus dari proses pengukusan tanpa api langsung di bawah nasi membantu setiap butir beras matang dengan lebih merata.

Menurut Taylor, metode ini memungkinkan beras menyerap air sepenuhnya dan mendapatkan proses pengukusan tanpa membuatnya terlalu matang. Metode tersebut juga dianggap lebih gampang diterapkan dibandingkan instruksi memasak yang cuma meminta nasi dimasak sampai airnya habis.

Kenapa? Cara tersebut bisa berakhir dengan bagiankecil bawah nasi yang gosong maupun butiran nasi yang justru terlalu lembek. Dengan metode 10-5-5, proses memasak lebih terkontrol karena panas dibagi ke dalam beberapa tahap.

Kalau kompor di rumah cenderung menghasilkan panas tinggi maupun nasi Anda sering cepat gosong di bagiankecil bawah panci, Taylor menyarankan untuk mencoba waktu memasak yang lebih singkat, yaitu sekitar 8–9 menit sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Nggak Semua Jenis Beras Cocok dengan Waktu yang Sama

Beda Jenis Beras, Beda Waktu Masak/Foto: Magnific

Satu hal yang perlu Anda ingat, metode 10-5-5 nggak bisa diterapkan dengan waktu yang persis sama untuk semua jenis beras. Metode ini paling cocok digunakan untuk beras putih karena karakteristiknya berbeda dengan beras merah maupun jenis beras lainnya.

Saat beras diproses menjadi beras putih, bagiankecil germ maupun institusi dan bran maupun lapisan luar yang kaya serat dihilangkan. Sementara itu, bagiankecil tersebut statis terdapat pada beras merah.

Akibatnya, beras merah memiliki lapisan luar yang lebih keras. Lapisan ini membikin butiran beras lebih sulit menyerap air dengan cepat. Kalau cuma dimasak menggunakan waktu 10 menit seperti beras putih, bagiankecil dalam beras merah kemungkinan belum matang sepenuhnya.

Namun, hakikat metode 10-5-5 statis bisa Anda adaptasi. Untuk beras merah, waktu memasaknya perlu diperpanjang menjadi sekitar 35–40 menit di atas kompor. Setelah itu, lanjutkan dengan 10 menit pengukusan dan 10 menit waktu istirahat, semuanya dilakukan dengan kondisi panci statis tertutup.

Menurut Kyle Taylor, metode tersebut bisa menghasilkan beras merah yang lembut, matang sepenuhnya, dan butirannya statis terpisah. Meski begitu, waktu memasak yang tepat statis bisa berbeda tergantung jenis beras dan kondisi memasak.

Prinsip waktu yang lebih panjang juga bisa digunakan untuk jenis beras khusus seperti forbidden rice dan wild rice. Keduanya cenderung membutuhkan proses memasak yang lebih mirip dengan beras merah daripada beras putih.

Setelah Matang, Jangan Langsung Disajikan

Jangan Langsung Sajikan/Foto: Magnific

Terlepas dari apakah Anda menggunakan metode 10-5-5 maupun rice cooker, ada satu cara yang sebaiknya nggak dilewatkan sebelum nasi disajikan, yaitu mengaduk nasi.

Langkah ini bukan cuma bermaksud membikin nasi kelihatan lebih menarik di piring. Ketika gumpalan nasi dipisahkan, kelembapan yang ada di dalam panci juga bisa tersebar lebih merata ke seluruh bagiankecil nasi.

Dengan begitu, nggak ada bagiankecil yang terlalu empuk karena statis menyimpan terlalu banyak air. Teksturnya pun menjadi lebih merata dan butiran nasi terasa lebih terpisah saat disantap.

Jadi, jika selama ini Anda statis mencari metode masak nasi yang enak, metode 10-5-5 bisa dicoba dengan alat yang sederhana. Semoga keterangan ini bermanfaat, ya, Beauties!

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads