Nabi Tak Beri Contoh Haji-umroh Berkali-kali

Jan 12, 2026 04:44 PM - 5 bulan yang lalu 170930

Kincai Media , JAKARTA -- Tidak semua orang mempunyai keahlian untuk pergi ke Tanah Suci. Dan, ada pula orang-orang yang dapat menunaikan haji atau umroh lebih dari sekali.

Tidak ada salahnya menuntaskan kerinduan bakal Baitullah. Akan tetapi, baiknya mengedepankan empati terhadap keadaan sosial di sekitar. Apalagi, Nabi Muhammad SAW sekalipun tidak pernah mencontohkan haji alias umroh berkali-kali.

Rasulullah SAW diketahui mempunyai kesempatan sekitar 10 kali untuk melaksanakan ibadah haji semasa hidupnya. Terkait kesempatan umroh, itu mungkin bisa saja dilakukan beliau ratusan alias apalagi ribuan kali sepanjang hayatnya.

Akan tetapi, Rasulullah SAW hanya melaksanakan ibadah haji selama satu kali. Umroh pun hanya dilakukan dua kali semasa hidupnya.

Maka, logikanya adalah, andaikan haji alias umroh berkali-kali--apalagi setiap tahun--itu bagus, tentunya sudah dicontohkan Rasulullah SAW. Namun, beliau tidak "serutin" itu melakukan kedua ibadah tersebut.

Dalam sebuah artikel, master sabda Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) menyarankan, kaum Muslimin yang memang bisa berhaji alias umroh acapkali sebaiknya juga menengok kanan-kiri. Maksudnya, ibadah sosial hendaknya tidak diabaikan.

Akan lebih baik, memilih menyantuni anak yatim alias janda-janda. Bahkan, Islam sendiri mengajarkan bahwa menyantuni anak yatim dan janda, itu diibaratkan meninggal dalam keadaan syahid.

Opsi lainnya, membiayai pendidikan anak-anak Muslim. Sebab, mereka sesungguhnya sedang berjuang di jalan Allah.

"Haji ulang alias umroh ulang tidak pernah dicontohkan Nabi," ujarnya.

Pahala setara haji

Ada beragam ibadah yang pahalanya setara haji. Misalnya, berkhidmat kepada orang tua.

Dari Anas RA, dikatakan bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW. Lelaki ini sangat mau pergi berjihad, tetapi sayangnya tidak mampu. Nabi SAW pun bertanya kepadanya, “Apakah salah satu dari kedua orang tuamu tetap hidup?”

“Ibuku tetap ada,” jawabnya.

Rasulullah SAW pun bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dengan melakukan baik kepada ibumu. Jika engkau melakukan baik kepadanya, statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad.” (HR ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Ausath).

Hadis di atas menunjukkan, hormat seorang anak kepada orang tuanya adalah ibadah yang mulia. Bahkan, amal itu insya Allah diganjar dengan pahala setara pergi ke Baitullah.

Dari Abu Umamah RA, diketahui bahwa Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang berangkat ke masjid, sedangkan yang diinginkannya hanyalah belajar kebaikan alias mengajarkan kebaikan, dia bakal mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.” (HR ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Kabir).

Menurut sabda tersebut, seorang penuntut ilmu-ilmu kepercayaan dapat memperoleh pahala setara berhaji ke Tanah Suci. Itu insya Allah terjadi ketika dirinya menghadiri kajian-kajian keislaman di masjid terdekat.

Selengkapnya