Beauties, pernah merasa sudah menyemprot minyak harum berkali-kali, tetapi wanginya seperti menghilang cuma dalam beberapa jam? Kondisi ini tentu cukup membikin bingung, terlebih jika minyak harum yang digunakan bukan produk dengan harga murah. Alih-alih mendapatkan aroma yang tahan lama, aroma minyak harum cepat hilang dan membikin kita ingin terus melakukan re-apply.
Namun, kenapa aroma minyak harum cepat hilang sebenarnya tidak selalu disebabkan oleh kualitas parfum. Ada beragam aspek yang dapat memengaruhi daya tahan wewangian, mulai dari kondisi kulit, cara mengaplikasikan parfum, fokus fragrance, hingga kemampuan hidung dalam mendeteksi aroma yang sudah terlalu familiar.
Dilansir dari CA Perfume dan Typsy Beauty, ada beberapa penyebab aroma minyak harum cepat hilang meski sudah disemprot berkali-kali. Yuk, simak selengkapnya!
1. Kulit Terlalu Kering

Kulit terlalu kering/ Foto: Pexels.com/ Laura Chouette
Kondisi kulit rupanya dapat berpengaruh terhadap ketahanan parfum. Ketika kulit terlalu kering, molekul wewangian lebih sulit bertahan di permukaan kulit sehingga aroma dapat menguap lebih cepat. Sebaliknya, kulit yang memiliki kelembapan alias minyak alami lebih bisa membantu mempertahankan aroma parfum.
Hal ini menjadi salah satu balasan dari pertanyaan kenapa aroma minyak harum cepat hilang, terutama jika minyak harum terasa lebih awet pada orang lain meskipun menggunakan produk yang sama. Bisa jadi, perbedaannya bukan cuma pada parfumnya, tetapi juga kondisi kulit masing-masing.
Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah menggunakan pelembap tanpa aroma sebelum menyemprotkan parfum. Kulit yang sudah terhidrasi dapat menjadi alas yang lebih baik untuk menempelkan wewangian.
Kamu juga dapat mengaplikasikan minyak harum setelah mandi ketika kulit statis terasa lembap, kemudian menyemprotkannya pada area yang tepat. Dengan cara tersebut, minyak harum tidak cuma langsung menguap dari permukaan kulit yang kering.
2. Cara Menyemprotkan Parfum Kurang Tepat

Cara menyemprotkan minyak harum kurang tepat/ Foto: Pexels.com/ MART PRODUCTION
Banyak orang memiliki kebiasaan menyemprotkan minyak harum ke pergelangan tangan kemudian menggosok kedua tangan. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat memengaruhi aroma parfum, terutama pada bagian top notes yang lebih ringan. Gesekan dapat menghasilkan panas dan mengubah alias mempercepat hilangnya aroma pada tahap awal.
Selain itu, menyemprotkan minyak harum ke udara kemudian berjalan melewatinya juga dapat membikin sebagian produk terbuang tanpa benar-benar menempel secara optimal pada tubuh. Setelah menyemprotkan parfum, sebaiknya biarkan cairan mengering secara alami.
Hindari menggosok area tersebut agar aroma dapat berkembang melalui tahapan top notes, heart notes, hingga base notes. Dengan memperbaiki cara pemakaian, Anda tidak harus selalu menambah jumlah semprotan. Sebab, salah satu penyebab aroma minyak harum cepat hilang bisa saja justru berasal dari kebiasaan ketika mengaplikasikannya.
3. Konsentrasi Parfum Terlalu Rendah

Konsentrasi minyak harum terlalu rendah/ Foto: Pexels.com/ https://kaboompics.com/
Setiap jenis minyak harum memiliki fokus minyak pewangi yang berbeda. Karena itu, ketahanan sebuah wewangian tidak cuma ditentukan oleh berapa banyak semprotan yang digunakan, tetapi juga formulanya.
Inilah salah satu hal yang dapat menjawab kenapa aroma minyak harum cepat hilang meskipun Anda sudah menyemprotkannya berkali-kali. Jika formula yang digunakan memang memiliki fokus lebih ringan, menambah jumlah semprotan belum tentu membuatnya bertahan sepanjang minyak harum dengan fokus lebih tinggi.
Namun, bukan berarti minyak harum dengan fokus rendah selalu buruk. Jenis wewangian tersebut justru dapat terasa lebih ringan dan cocok untuk situasi tertentu. Hanya saja, Anda perlu memahami bahwa karakter ketahanannya mungkin berbeda.
4. Komposisi Parfum Didominasi Aroma yang Ringan

Komposisi minyak harum didominasi aroma yang ringan/ Foto: Pexels.com/ Ron Lach
Parfum pada dasarnya memiliki beberapa lapisan aroma. Ada top notes yang biasanya tercium pertama kali, heart notes yang muncul setelahnya, dan base notes yang cenderung bertahan lebih lama. Aroma seperti citrus, green tea, alias nuansa aquatic umumnya memiliki karakter yang lebih ringan sehingga dapat menguap lebih cepat. Sementara itu, notes seperti sandalwood, vanilla, musk, dan amber cenderung memberikan kesan aroma yang lebih bertahan lama.
Hal ini juga menjadi salah satu penyebab aroma minyak harum cepat hilang yang terkadang tidak disadari. Ketika baru disemprotkan, minyak harum mungkin terasa sangat kuat dan menyegarkan. Namun, setelah top notes menguap, aromanya berubah menjadi lebih halus sehingga terasa seperti menghilang. Padahal, belum tentu minyak harum tersebut benar-benar hilang. Bisa saja aroma sudah memasuki fase berikutnya dan menjadi jauh lebih halus dibandingkan aroma ketika pertama kali disemprotkan.
5. Hidung Sudah Terbiasa dengan Aroma Parfum

Hidung sudah terbiasa dengan aroma parfum/ Foto: Pexels.com/ Ron Lach
Ini menjadi salah satu alasan yang cukup menarik ketika membahas kenapa aroma minyak harum cepat hilang. Terkadang, sebenarnya minyak harum statis tercium oleh orang lain, tetapi Anda sendiri sudah tidak menyadarinya.
Kondisi tersebut dikenal sebagai olfactory fatigue alias nose blindness. Ketika terus-menerus terpapar aroma yang sama, otak dapat mengurangi perhatian terhadap rangsangan tersebut sehingga kita merasa wanginya sudah menghilang.
Itulah kenapa seseorang bisa merasa parfumnya sudah tidak tercium setelah beberapa jam, sementara orang di sekitarnya statis dapat mencium aroma tersebut. Jadi, sebelum balik menyemprotkan minyak harum berkali-kali, ada baiknya meminta gagasan orang lain mengenai apakah wanginya statis tercium.
Jika Anda menggunakan satu minyak harum setiap hari, mencoba berganti dengan aroma lain secara berkala juga dapat membantu mengurangi efek terbiasanya hidung terhadap satu jenis wewangian. Dengan begitu, ketika merasa aroma minyak harum cepat hilang, jangan langsung menyimpulkan bahwa minyak harum tersebut sudah benar-benar menguap. Bisa jadi, hidungmu cuma sudah terlalu terbiasa dengan aromanya.
Beauties, kini sudah terjawab kenapa aroma minyak harum cepat hilang meski Anda merasa sudah menyemprotkannya dalam jumlah banyak. Ternyata, jumlah semprotan bukan satu-satunya aspek yang menentukan ketahanan sebuah wewangian.
Jadi, jika aroma minyak harum cepat hilang, Anda tidak harus langsung menambah jumlah semprotan. Cobalah memperhatikan kondisi kulit, cara mengaplikasikan parfum, jenis fokus yang digunakan, serta karakter notes di dalamnya. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, Anda bisa mendapatkan performa minyak harum yang lebih optimal sekaligus menghindari penggunaan berlebihan cuma karena merasa wanginya sudah menghilang.
___
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)