Perbedaan Tes Torch Dan Nipt Yang Sering Bikin Bingung

May 18, 2026 08:10 AM - 3 jam yang lalu 123

Bunda, selama kehamilan ada beragam jenis pemeriksaan yang dianjurkan untuk memantau kondisi ibu dan janin. Nah, beberapa yang sering disarankan adalah tes TORCH dan tes NIPT. Namun, tak sedikit ibu yang tetap bingung dengan perbedaannya, lho.

Demi kelahiran bayi yang sehat, krusial bagi Bunda untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan tersebut. Untuk itu, simak penjelasan komplit mengenai tes TORCH dan NIPT, serta kegunaan masing-masingnya bagi ibu hamil.

Mengenal tes TORCH

Melansir dari Stanford Medicine, tes TORCH merupakan tes untuk mendiagnosis jangkitan yang dapat membahayakan janin selama mereka berada di dalam kandungan. TORCH merupakan akronim dari 5 jangkitan yang tercakup dalam pemeriksaan ini, ialah Toxoplasmosis, Other, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes simplex virus (HSV).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Infeksi ini dapat menyebabkan masalah serius selama kehamilan, Bunda. Oleh lantaran itu, krusial untuk mendeteksinya sejak awal selama kehamilan agar jangkitan dapat terdiagnosis lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut penjelasan beberapa jangkitan TORCH beserta dampaknya.

Toxoplasmosis

Infeksi ini disebabkan oleh parasit yang umumnya terdapat dalam kotoran kucing. Bayi bisa terkena taxoplasmosis kongenital, yang berfaedah sudah ada sejak lahir. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan kebutaan, tuli, kejang, dan keterbelakangan intelektual.

Other

Other ini maksudnya penyakit lain, Bunda. Nah, salah satu penyakit tersebut adalah sifilis. Sifilis merupakan jangkitan menular seksual yang dapat ditularkan ibu kepada bayi yang belum lahir selama kehamilan. Sifilis dapat menyebabkan bayi prematur, abnormal lahir, berat badan lahir rendah, tuli, apalagi bayi lahir mati.

Rubella

Rubella alias yang disebut juga balang Jerman merupakan virus yang mudah menular melalui bersin alias batuk. Meskipun sudah tersedia vaksin untuk mencegah penularannya, virus ini juga dapat menularkan bayi melalui ibu mengandung yang menderita rubella.

Kondisi ini menjadi semakin serius. Rubella diketahui dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, hingga kematian janin dalam kandungan. Selain itu, rubella juga dapat menyebabkan masalah pada jantung, penglihatan, pendengaran, dan pertumbuhan bayi.

Cytomegalovirus (CMV)

CMV adalah jenis virus herpes dan merupakan jangkitan bawaan yang paling umum pada bayi. Ibu dapat tertular CMV melalui kontak seksual alias kontak dengan cairan tubuh, seperti air liur dari yang menderita CMV. Akibatnya, bayi dapat mengalami masalah penglihatan, pendengaran, hingga perkembangan mental.

Herpes simplex virus (HSV)

Herpes simplex virus dapat ditularkan melalui kontak seksual dengan orang terinfeksi. Nantinya, jangkitan tersebut dapat menular kepada bayi yang berada di kandungan. HSV pada bayi dapat menyebabkan berat badan lahir rendah, keguguran, dan kelahiran prematur. Virus ini juga dapat menyerang kulit, mata, mulut, serta kerusakan otak dan organ.

Mengenal tes NIPT pada ibu hamil

Mengutip dari Hopkins Medicine, NIPT adalah singkatan dari Non-Invasive Prenatal Testing. Tes skrining genetik ini dilakukan untuk mengidentifikasi akibat janin terkena down syndrome, trisomi 13, alias trisomi 18. Intinya, tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah ibu untuk mendeteksi akibat kelainan kromosom pada janin sejak dini.

Selain down syndrome, trisomi 13, dan trisomi 18, NIPT dapat mendeteksi beragam tanda yang berangkaian dengan kromosom abnormal lainnya, seperti sindrom Turner, sindrom Klinefelter, dan sindrom triple X. NIPT juga dapat memprediksi jenis kelamin janin dengan kecermatan tinggi.

Mengapa ibu mengandung perlu melakukan tes NIPT?

Down syndrome, trisomi 13, dan trisomi 18 merupakan kelainan kromosom yang dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan abnormal lahir pada anak, Bunda. Siapapun bisa saja mempunyai bayi dengan kelainan kromosom seperti ini, terlebih dengan seiring meningkatnya usia ibu.

Bayi dengan down syndrome (trisomi 21) mempunyai kromosom ke-21 tambahan yang dapat menyebabkan beragam tanda dan gejala, termasuk keterbelakangan intelektual dan beragam komplikasi medis. Beberapa di antaranya adalah komplikasi yang melibatkan jantung, saluran pencernaan, dan sistem organ lainnya.

Trisomi 18 (memiliki kromosom ke-18 tambahan) dan trisomi 13 (memiliki kromosom ke-13 tambahan) adalah kelainan yang meningkatkan akibat keterbelakangan intelektual dan abnormal lahir yang lebih parah. Sayangnya, hanya sedikit bayi dengan trisomi 13 alias 18 yang memperkuat hidup lebih dari beberapa bulan, Bunda.

Melihat akibat kelainan kromosom tersebut, melakukan tes NIPT menjadi salah satu langkah untuk krusial mengetahui kondisi tubuh ibu sehingga akibat tersebut dapat diketahui dan ditangani lebih awal.

Perbedaan tes NIPT dan tes TORCH, mana yang lebih penting?

Melihat dari tujuan pemeriksaannya, tes NIPT dan tes TORCH jelas berbeda, Bunda. Meskipun sama-sama direkomendasikan untuk ibu hamil, kedua pemeriksaan ini mempunyai kegunaan dan konsentrasi yang tidak sama.

Berdasarkan sumbernya, tes NIPT dilakukan guna membantu mendeteksi akibat kelainan kromosom pada janin, seperti down syndrome, sejak awal kehamilan. Pemeriksaan ini hanya dilakukan melalui sampel darah ibu mengandung dan umumnya dianjurkan pada trimester pertama.

Sementara itu, tes TORCH bermaksud untuk mendeteksi jangkitan tertentu pada ibu mengandung yang berisiko memengaruhi kesehatan janin. Karena itu, tes TORCH lebih konsentrasi kepada pencegahan akibat jangkitan yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan.

Kedua tes tersebut sama pentingnya, Bunda. Sebab, baik tes NIPT maupus tes tORCH sama-sama membantu memantau kondisi kehamilan dan kesehatan janin sejak dini. Melalui pemeriksaan ini, master dapat mengetahui kemungkinan akibat tertentu sehingga penanganan dan pemantauan dapat dilakukan lebih cepat.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan tes NIPT dan tes TORCH pada ibu hamil. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya