Praktik Mencintai Tanah Air Para Sahabat Nabi

Aug 14, 2026 02:00 PM - 11 jam yang lalu 59
Praktik Mencintai Tanah Air Para Sahabat Nabi SawPraktik Mencintai Tanah Air Para Sahabat Nabi Saw

Kincai Media– Rasa cinta tanah air, alias yang biasanya disebut dengan nasionalisme, merupakan hereditas yang pasti ada di sisi manusia. Termasuk para sahabat Nabi Muhammad. Berikut ini praktik mencintai tanah air para sahabat Nabi SAW.

Tak bisa dipungkiri, penerapan nasionalisme setiap orang itu berbeda-beda. Terkadang ada orang yang hanya bisa mengejawantahkan rasa nasionalismenya melalui, tulisan, alias lisan, dan apalagi dengan perbuatan. Perbedaan penerapan ini setidaknya dilatar belakangi oleh beberapa faktor, bisa jadi mereka memang sengaja memilih satu aspek, alias boleh jadi lantaran mereka memang berani untuk melawan musuh dengan melakukan kontak fisik.

Rasa cinta tanah air ini, melekat di darah nabi saw. Salah satu sabda yang merepresentasikannya adalah sabda yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari. Berikut redaksi hadisnya;

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ المَدِينَةِ، أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا»

“Diriwayatkan dari sahabat Anas; bahwa Nabi SAW ketika kembali dari bepergian, dan memandang dinding-dinding madinah beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka beliau menggerakkanya (untuk mempercepat) lantaran kecintaan beliau pada Madinah. (HR. Bukhari No. 1886 https://al-maktaba.org/book/33757/3325 Juz 3 hal. 23)

Salah satu Komentator sabda ini, Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan;

وَفِي الْحَدِيثِ دَلَالَةٌ عَلَى فَضْلِ الْمَدِينَةِ وَعَلَى مَشْرُوعِيَّة حُبِّ الوَطَنِ والحَنِينِ إِلَيْهِ

“Hadis ini mengindikasikan keutamaannya kota Madinah, serta dianjurkannya untuk mencintai tanah air dan kangen kepadanya”. (Fath al-Bari Syarh Sahih Al-Bukhari,  Juz 3 hal. 621).

Praktik Mencintai Tanah Air Para Sahabat Nabi Saw

Rasa nasionalisme ini diwarisi oleh para sahabat beliau, di antaranya adalah kalam Amirul mukminin Sayyidina Umar bin Khattab. Beliau mengatakan;

(حسبك يا اصيل لا تحزنى) قال عمر رضى الله عنه لولا حب الوطن لخرب بلد السوء فبحب الأوطان عمرت البلدان

“Tanpa cinta tanah air, niscaya bakal hancur suatu negeri yang terpuruk. Maka dengan cinta tanah air, negeri-negeri termakmurkan.” (Isma’il Haqqi Ruh al-Bayan, Juz 6 Hal. 442)

Praktek cinta tanah air ini pun terdokumentasikan dalam piagam madinah, di mana pada beberapa poin piagam dijiwai oleh nilai-nilai nasionalisme. Di antaranya adalah pada pasal 18 yang bersuara “Setiap pasukan yang bertempur berbareng kudu bahu-membahu satu sama lain” Dan pasal 44 yang bersuara “Mereka pendukung piagam ini bahu membahu dalam menghadapi penyerang kota Yatsrib (Madinah)”.

Para sahabat pun, banyak yang terlibat dalam peperangan yang dilatar belakangi ekspansi militer. Mencintai tanah air tidak butuh dalil, jika salah seorang ustadz menyatakan bahwa mencintai tanah air tidak ada dalilnya, lampau gimana dengan mereka yang sedang memperkuat menghadapi serangan penjajah.

Pada hakikatnya, menjaga negara adalah salah satu langkah untuk menjaga agama. Sebab dengan stabilnya suatu negara, niscaya kita bisa berakidah dengan tenteram sentosa. Dengan bebasnya, kita bisa mengekspresikan kegiatan spiritual dan intelektual, sehingga kita mendapatkan nikmatnya beragama dengan baik.

Demikianlah beberapa tindakan dan praktik mencintai tanah air dari beberapa sahabat Nabi. Setidaknya pertahankan negaramu sebisa mungkin, dari pada hidup dalam pahitnya penjajahan. (Baca: Bacaan Doa Nabi Menjaga Tanah Air  )

Sertifikasi Halal

Selengkapnya