Radang Sendi Lutut: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Klinik Patella oleh Waktu baca 11 menit 518x dilihat
Radang Sendi Lutut: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Bagikan Postingan

Pernahkah dengkul terasa nyeri saat naik tangga, alias kaku setelah duduk lama? Keluhan seperti ini sangat umum terjadi, dan salah satu penyebab yang paling sering disebut master adalah radang sendi lutut.

Tapi tahukah Anda bahwa peradangan ini sebenarnya bukan satu jenis penyakit saja? Istilahnya mencakup banyak kondisi berbeda yang kebetulan menimbulkan indikasi serupa.

Konsultasikan nyeri dengkul dan sendi Anda dengan master mahir Klinik Patella dengan menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk, atasi radang dengkul dan gangguan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Apa Itu Radang Sendi Lutut?

Secara sederhana, radang sendi dengkul adalah kondisi ketika bagian-bagian di dalam sendi dengkul mengalami peradangan.

Bagian yang dimaksud bisa berupa tulang rawan (bantalan pelindung di ujung tulang), cairan sinovial (cairan pelumas sendi), membran sinovial (selaput yang menghasilkan cairan tersebut), ligamen, hingga jaringan lunak di sekitarnya.

Ketika salah satu alias beberapa bagian ini meradang, muncullah keluhan berupa nyeri, bengkak, kaku, dan dengkul jadi susah digerakkan dengan bebas.

Bayangkan sendi dengkul itu seperti engsel pintu. Kalau engsel itu karatan alias ada yang mengganjal di dalamnya, pintu jadi susah dibuka dan mungkin bersuara ketika digerakkan. Kondisi ini kurang lebih begitu—ada “gangguan” di dalam sendi yang membuatnya tidak bisa bergerak semulus biasanya.

Penting dipahami bahwa pengertiannya berkarakter umum, bukan satu pemeriksaan pasti. Penyakit ini bisa dipicu oleh banyak perihal berbeda, mulai dari proses penuaan, gangguan sistem imun, hingga infeksi. Karena itu, dua orang yang sama-sama mengeluhkan kondisi ini bisa saja punya penyebab dan penanganan yang sama sekali berbeda.

Lalu, radang sendi dengkul disebut apa dalam istilah medis? Umumnya dikenal sebagai artritis dengkul alias knee arthritis. Kalau penyebabnya adalah penipisan tulang rawan akibat usia, biasanya disebut secara lebih spesifik sebagai osteoarthritis lutut.

Banyak juga yang bertanya, apakah kondisi ini berbahaya? Jawaban singkatnya: tergantung penyebab dan seberapa sigap ditangani. Kalau dibiarkan begitu saja, terutama jika penyebabnya infeksi, kondisi ini bisa memburuk dan mengganggu kegiatan jalan sehari-hari.

Kenapa Lutut Bisa Mengalami Peradangan?

Penyebab radang sendi dengkul rupanya cukup beragam. Berikut beberapa yang paling sering ditemukan:

  • Osteoarthritis: Tulang rawan pada sendi menipis seiring waktu sehingga tulang jadi “bergesekan” lebih langsung dan menimbulkan nyeri.
  • Rheumatoid arthritis: Sistem kekebalan tubuh yang semestinya melawan kuman justru keliru menyerang jaringan sendi sendiri.
  • Gout alias masam urat: Kristal masam urat menumpuk di dalam sendi dan memicu peradangan mendadak.
  • Arthritis pascatrauma: Muncul setelah dengkul pernah cedera, misalnya terbentur alias ligamennya robek.
  • Septic arthritis: Infeksi akibat kuman alias kuman lain yang masuk ke dalam rongga sendi.

Kalau ditanya kenapa dengkul bisa mengalami peradangan dibanding sendi lain di tubuh, alasannya cukup masuk akal: dengkul adalah sendi yang menopang nyaris seluruh berat badan kita. 

Setiap kali berdiri, berjalan, jongkok, alias naik tangga, dengkul yang bekerja paling keras. Wajar saja jika sendi ini lebih mudah “aus” dibanding sendi lain yang tidak menahan beban tubuh secara langsung.

Penyebab dengkul meradang juga bisa dipengaruhi oleh berkurangnya cairan pelumas sendi, iritasi pada jaringan sekitar, alias perubahan corak sendi seiring waktu. Kalau dirangkum, penyebab peradangan sendi dengkul secara umum bisa dikelompokkan jadi empat:

  • Beban mekanis berlebihan.
  • Gangguan sistem imun.
  • Gangguan metabolisme tubuh.
  • Infeksi.

Sejumlah perihal berikut ini bisa meningkatkan aspek akibat radang sendi dengkul seseorang: usia yang semakin bertambah, berat badan berlebih, pernah cedera dengkul sebelumnya, ada personil family dengan riwayat gangguan sendi, sering melakukan kegiatan berat yang membebani lutut, serta mempunyai penyakit autoimun alias gangguan metabolik tertentu.

Ciri-Ciri dan Gejala yang Perlu Diketahui

Bagaimana langkah mengenali indikasi radang sendi lutut? Biasanya muncul kombinasi dari beberapa tanda berikut:

  • Nyeri pada lutut
  • Bengkak
  • Kaku, terutama setelah bangun tidur alias duduk lama
  • Terasa hangat saat disentuh
  • Kulit di sekitar dengkul memerah
  • Gerakan jadi terbatas
  • Terdengar bunyi “krek” alias berderak saat dengkul ditekuk
  • Otot di sekitar dengkul terasa lemah

Ciri-ciri kemunculannya bisa terjadi secara pelan-pelan selama berbulan-bulan, alias justru datang mendadak dalam hitungan hari, tergantung apa yang menyebabkannya. 

Gejala awalnya biasanya berupa nyeri ringan saat melangkah alias naik tangga, ditambah rasa kaku sesaat setelah bangun dari duduk.

Nyeri akibat peradangan ini umumnya makin terasa ketika sendi dipakai beraktivitas, apalagi jika kerusakan di dalam sendi sudah cukup signifikan. 

Ciri-ciri dengkul mengalami peradangan juga bisa dikenali dari bengkak yang terlihat jelas dan rasa tidak nyaman saat dengkul ditekan dengan tangan.

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya, dengkul bengkak dan nyeri apakah tanda radang sendi? Bisa jadi, tapi tidak selalu. Bengkak dan nyeri pada dengkul juga bisa disebabkan oleh cedera, penumpukan cairan di dalam sendi, alias infeksi. 

Jadi, satu-satunya langkah memastikannya adalah lewat pemeriksaan dokter, bukan menebak sendiri.

Pertanyaan lain yang sering muncul: dengkul kaku apakah tanda radang sendi? Jawabannya, kekakuan memang salah satu indikasi yang umum ditemukan pada artritis, khususnya osteoarthritis dan rheumatoid arthritis, biasanya paling terasa di pagi hari alias setelah dengkul tak bersuara terlalu lama.

Kalau ditanya rasanya seperti apa, gambarannya kira-kira begini: nyeri yang terasa “tumpul” (bukan tajam seperti tertusuk), kaku saat mau digerakkan, bengkak ringan sampai sedang, dan mobilitas yang jadi terbatas. 

Kalau penyebabnya infeksi, biasanya gejalanya jauh lebih berat dan bisa disertai demam tinggi dalam waktu singkat.

Radang Sendi Lutut vs Osteoarthritis vs Pengapuran, Apa Bedanya?

Banyak orang menyamakan radang sendi lutut, osteoarthritis, dan pengapuran sendi dengkul sebagai perihal yang sama persis. Padahal ada perbedaan krusial di antara ketiganya.

Apakah kondisi ini sama dengan osteoarthritis? Tidak sepenuhnya sama. Istilahnya adalah payung besar yang mencakup beragam penyebab, sedangkan osteoarthritis hanyalah salah satu dari sekian banyak penyebab tersebut, meski memang yang paling sering ditemukan.

Lalu, apakah radang sendi sama dengan pengapuran? Dalam bahasa awam, pengapuran dengkul biasanya merujuk pada osteoarthritis, ialah kondisi tulang rawan yang menipis seiring waktu disertai perubahan corak sendi, termasuk munculnya taji tulang mini (osteofit) di area sendi.

Jadi, perbedaan radang sendi dan pengapuran dengkul sebenarnya soal cakupan istilah. Radang sendi itu istilah yang luas, mencakup banyak kondisi. 

Pengapuran dengkul hanyalah salah satu corak yang paling sering dijumpai. Pengapuran dengkul menyebabkan radang lantaran kerusakan tulang rawan yang terjadi bisa memicu reaksi peradangan di dalam sendi, sehingga muncul nyeri dan kaku yang khas.

Jadi, kaitan antara osteoarthritis dengkul dan peradangan ini memang sangat erat, lantaran osteoarthritis menimbulkan gejala-gejala klasik seperti nyeri saat beraktivitas, kaku, bunyi berderak, dan mobilitas yang terbatas, persis seperti gambaran umum radang sendi lutut.

Bagaimana Dokter Mendiagnosisnya?

Cara mendiagnosis radang sendi dengkul biasanya dimulai dari tanya jawab (dalam istilah medis disebut anamnesis) mengenai keluhan yang dirasakan: kapan mulai muncul, apakah disertai bengkak, dan apakah pernah ada cedera sebelumnya. 

Setelah itu, master bakal memeriksa dengkul secara langsung dan menguji seberapa jauh sendi bisa digerakkan.

Pemeriksaan bermaksud bukan sekadar memastikan ada nyeri alias bengkak, tapi mencari tahu apa penyebab sebenarnya di baliknya. 

Proses pemeriksaan sering dilanjutkan dengan rontgen radang sendi lutut, ialah foto sinar-X untuk memandang kondisi celah antar tulang dan apakah ada perubahan struktur tulang.

Kalau dirasa perlu, master juga bisa merekomendasikan MRI radang sendi dengkul untuk memandang bagian-bagian yang tidak tampak jelas di rontgen, seperti tulang rawan, meniskus (bantalan tulang rawan berbentuk C di lutut), dan ligamen. 

Pada kasus tertentu, pemeriksaan cairan sendi dan tes darah juga dilakukan untuk membedakan apakah penyebabnya infeksi, gout, alias gangguan autoimun.

Pemeriksaan dengkul bengkak dan nyeri sebaiknya tidak ditunda-tunda, lantaran beberapa penyebab, terutama septic arthritis, perlu segera ditangani agar tidak sampai merusak sendi secara permanen.

Cara Mengobati dan Meredakan Radang Sendi Lutut

Cara mengobati kondisi ini sangat tergantung pada apa penyebabnya dan seberapa parah keluhannya. Secara umum, pengobatannya bisa mencakup:

  • Mengurangi kegiatan yang membebani lutut.
  • Menurunkan berat badan jika berlebih.
  • Olahraga ringan yang kondusif untuk sendi.
  • Fisioterapi.
  • Obat pereda nyeri alias antiinflamasi.
  • Suntik sendi (pada kasus tertentu).
  • Operasi (jika memang diperlukan).

Untuk meredakan keluhan sehari-hari, bisa dilakukan dengan rehat yang cukup, kompres dingin alias hangat sesuai saran tenaga medis, serta menjaga kekuatan otot paha depan (quadriceps) agar beban pada dengkul lebih terbagi rata.

Obat radang sendi dengkul yang paling sering diresepkan adalah golongan antiinflamasi nonsteroid alias NSAID, yang bekerja meredakan nyeri sekaligus menekan proses peradangan. 

Untuk kasus yang lebih memerlukan penanganan khusus, master bisa mempertimbangkan suntik untuk kondisi ini, misalnya kortikosteroid alias masam hialuronat, tentunya sesuai indikasi masing-masing pasien.

Fisioterapi juga berkedudukan besar untuk menjaga sendi tetap bisa digerakkan, memperkuat otot penopang lutut, dan mengurangi tekanan berlebih pada bagian sendi yang bermasalah.

Kalau semua langkah di atas belum cukup membantu, operasi bisa jadi pilihan, terutama pada kasus dengan kerusakan sendi yang sudah cukup parah. Salah satu tindakan yang mungkin disarankan pada kondisi lanjut adalah penggantian sendi lutut. 

Yang perlu diingat, penanganan radang sendi dengkul kudu disesuaikan dengan penyebabnya, lantaran langkah mengatasi osteoarthritis bisa sangat berbeda dari langkah mengatasi gout, rheumatoid arthritis, alias jangkitan sendi.

Apakah Radang Sendi Lutut Bisa Sembuh?

Ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan: apakah kondisi ini bisa sembuh? Jawabannya betul-betul tergantung penyebabnya. 

Kalau penyebabnya osteoarthritis, umumnya keluhan tidak bisa lenyap 100 persen, lantaran sifatnya memang perlahan-lahan memburuk seiring waktu (degeneratif). 

Tapi berita baiknya, indikasi tetap bisa dikendalikan lewat pengobatan dan perubahan style hidup yang tepat.

Apakah bisa sembuh total? Khusus untuk osteoarthritis, jawabannya umumnya tidak, lantaran tulang rawan yang sudah rusak susah kembali seperti semula. Tapi untuk penyebab lain, misalnya jangkitan yang sukses diobati sejak dini, kesempatan membaik jauh lebih besar.

Lalu, apakah radang sendi dengkul bisa kambuh? Bisa saja, terutama jika aspek risikonya tetap ada alias penyakit yang mendasarinya belum terkontrol dengan baik. 

Dampak dari kondisi ini yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan nyeri yang menetap lama, kaku terus-menerus, langkah jalan yang berubah, kegiatan harian jadi terbatas, hingga corak dengkul yang berubah dalam jangka panjang.

Beberapa komplikasi radang sendi dengkul yang perlu diwaspadai antara lain kegunaan sendi yang menurun secara permanen, otot di sekitar dengkul jadi lebih lemah, dan gangguan mobilitas yang berakibat pada kualitas hidup sehari-hari.

Kapan Sebaiknya Diperiksakan ke Dokter?

Dokter ahli radang sendi dengkul yang biasanya menangani keluhan ini adalah master ahli ortopedi dan traumatologi, alias master ahli penyakit dalam dengan konsultan reumatologi, tergantung dugaan penyebabnya. 

Dokter dipilih berasas apakah masalahnya lebih ke arah kerusakan struktur sendi, gangguan autoimun, alias infeksi.

Klinik radang sendi dengkul yang baik adalah akomodasi kesehatan yang bisa melakukan pemeriksaan sendi secara menyeluruh, punya perangkat penunjang yang memadai, dan bisa memberikan terapi sesuai kebutuhan masing-masing pasien.

Perlu diingat, pengobatan terbaik bukan berfaedah satu langkah yang cocok untuk semua orang. Terapi yang tepat itu yang disesuaikan dengan penyebab, seberapa parah kerusakan sendi, usia, berat badan, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. 

Karena itu, terapi dan penanganan radang sendi dengkul sebaiknya dimulai dengan pemeriksaan yang jelas dari dokter, agar pengobatan yang dijalani betul-betul tepat sasaran.

Jangan biarkan nyeri dengkul mengganggu kegiatan harian Anda. Hubungi Klinik Patella di 0811-8124-2022 untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi dengkul Anda.

Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik

“Deteksi awal nyeri dengkul adalah langkah terpenting untuk mencegah kerusakan permanen lutut, dan memastikan penyebab nyeri hilang,” ujar salah satu dokter ahli Klinik Patella, dr. Windi Martika, Sp.OT.

Bagi yang sedang mencari rekomendasi master nyeri dengkul terbaik di Jakarta, Klinik Patella datang sebagai klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik dengan jasa yang komplit dalam satu atap.

Klinik Patella mempunyai tindakan modern untuk nyeri dengkul ialah Artroskopi Richard Wolf sebagai solusi minimal invasif.

Prosedur ini menggunakan kamera serat optik mini (arthroscope) yang dimasukkan melalui sayatan kecil, sehingga master dapat memandang langsung kondisi di dalam sendi dengkul sekaligus menanganinya tanpa perlu sayatan besar.

Tindakan Artroskopi Richard Wolf ini umumnya berjalan sekitar satu jam dan dilakukan secara rawat jalan, artinya pasien bisa pulang di hari yang sama dan menjalani pemulihan dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) di rumah.

Sebagai penyedia Artroskopi Richard Wolf, Klinik Patella juga menyediakan beragam pilihan pengobatan lainnya seperti:

  • Fisioterapi
  • Hidroterapi
  • Injeksi Viskosuplemen
  • Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
  • Terapi Secretome
  • Terapi Stem Cell
  • Radiofrekuensi Ablasi
  • Total Knee Replacement

Tim master Klinik Patella adalah:

  • dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
  • dr. Windi Martika, Sp.OT
  • dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
  • dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
  • Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
  • dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS

Yang membikin Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.

Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu perspektif pandang. Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia alias mereka yang mempunyai kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.

FAQ Seputar Radang Sendi Lutut

Apa itu radang sendi lutut?

Radang sendi dengkul adalah peradangan pada sendi dengkul yang dapat menimbulkan nyeri, bengkak, kaku, dan keterbatasan gerak.

Apakah kondisi ini berbahaya?

Ya, bisa rawan jika tidak ditangani, terutama jika disebabkan jangkitan alias kerusakan sendi yang semakin berat.

Apa penyebab radang sendi lutut?

Penyebabnya dapat berupa osteoarthritis, rheumatoid arthritis, gout, cedera, alias jangkitan sendi.

Bagaimana langkah mendiagnosis radang sendi lutut?

Diagnosis dilakukan lewat anamnesis, pemeriksaan fisik, rontgen, MRI jika perlu, serta pemeriksaan darah alias cairan sendi.

Apa klinik yang unik menangani sakit lutut?

Klinik Patella berfokus pada penanganan cedera dan sakit lutut, didukung oleh master ahli berilmu serta akomodasi pemeriksaan dan terapi yang lengkap, mulai dari diagnosis, fisioterapi, injeksi sendi, hingga penanganan lanjutan sesuai kebutuhan Anda. Hubungi 0811-8124-2022 untuk konsultasi lebih lanjut.

Artikel Lainnya Klinik Patella
↑
Close Right Ads
Close Left Ads