Kincai Media– Selain dinobatkan sebagai negara demokrasi, Indonesia juga dinobatkan sebagai negara maritim. Hal ini dibuktikan dengan, dari seluruh daerah Indonesia 70% merupakan lautan. Tulisan ini bakal membahas rahasia diciptakannya laut menurut pandangan Imam Al-Ghazali.
Mengenai pembuatan laut, dalam Q.S. An-Nahl, ayat 14, Allah berfirman:
وَهُوَ الَّذِيْ سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوْا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَّتَسْتَخْرِجُوْا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُوْنَهَاۚ وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيْهِ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: “Dialah yang menundukkan lautan (untukmu) agar Anda dapat menyantap daging yang segar (ikan) darinya dan (dari lautan itu) Anda mengeluarkan perhiasan yang Anda pakai. Kamu (juga) memandang perahu berlayar padanya, dan agar Anda mencari sebagian karunia-Nya, dan agar Anda bersyukur.”
Pada paragraf pertama, Imam Al-Ghazali sudah membujuk dan mengajarkan kita untuk selalu berperasangka baik kepada Allah SWT, beliau mengatakan bahwa laut tidak diciptakan selain banyak faedah di dalamnya. Manfaat paling dirasakan banyak orang adalah adanya kapal alias perahu.
Dengan adanya buahpikiran untuk pembuatan kapal alias perahu, manusia bisa mencari penghasilan dari laut, semisal mencari ikan dan semacamnya. Selain itu, kapal dan perahu bisa mengantarkan manusia dari satu daerah ke daerah lain.
Di kembali berjalannya kapal dan perahu terdapat air bergelombang yang sengaja Allah kreasi demikian agar bisa menjalankan kapal alias perahu di lautan. Beliau katakan, perihal ini merupakan nikmat dan karunia Allah SWT.
Selain itu, beliau mengatakan hewan apapun yang ada di darat juga terdapat di lautan, tetapi tidak sebanyak hewan di darat. Seperti hewan anjing, buaya, kura-kura, dan lain sebagainya. Kalau di darat ada kekayaan karun berbentuk emas alias semacamnya, maka di laut juga diciptakan kekayaan karun oleh Allah berupa mutiara-mutiara yang indah.
Berdasarkan penjelasan dari Imam Al-Ghazali di atas, beliau membujuk kita agar selalu mensyukuri nikmat dan karunia dari Allah SWT. Dengan kita mensyukuri maka dapat dipastikan tidak ada kesombongan dalam diri kita. Selain itu, beliau membujuk berpikir secara detail.
Bagaimana Allah merancang mutiara yang bagus terdapat di dasar lautan yang sangat dalam, gimana Allah merancang air yang bergelombang untuk menggerakkan kapal alias perahu di lautan.
Penjelasan di atas dikutip dari kitab Al-Hikmah fi Makhluqotillah karya Imam Al-Ghazali.
Semoga dengan penjelasan di atas, kita menjadi manusia yang selalu berterima kasih kepada Allah dan tidak merasa sombong. Demikianlah penjelasan tentang rahasia pembuatan laut. Wallahu a’lam.