Sambut Hari Anak Nasional, Bangun Kesehatan Mental Anak Sejak Bayi

Jul 16, 2026 09:20 AM - 4 minggu yang lalu 15584

Hari Anak Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 23 Juli. Tahun ini, tema Hari Anak yang ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) adalah 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan'.

Hari Anak Nasional dapat menjadi momentum untuk mengingat pentingnya memenuhi hak-hak anak dan memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang kondusif serta penuh kasih sayang, Bunda. Sejalan dengan perihal tersebut, perhatian terhadap kesehatan mental anak perlu diperhatikan sedini mungkin, apalagi sejak mereka tetap bayi.

Membangun fondasi kesehatan mental anak sejak awal menjadi penting, Bunda. Pasalnya, pengalaman di awal kehidupan berkedudukan besar dalam membentuk perkembangan emosional anak di masa depan.


"Ketika kita berbincang tentang kesehatan mental bayi, kita memikirkan keahlian seorang anak mini untuk mengekspresikan dan mengelola emosi, membentuk hubungan yang dekat dan aman, serta menjelajahi dan belajar tentang bumi di sekitarnya," kata master Lindsey C. Burghardt, MD, MPH, FAAP, dilansir laman Developing Child Harvard University.

"Sama seperti orang dewasa, bayi dan anak mini mengalami emosi, dan lingkungan dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Mereka sangat sensitif terhadap pengaruh tersebut sejak periode prenatal (dalam kandungan) dan 2-3 tahun pertama setelah lahir," sambungnya.

Menurut Burghardt, selama periode tersebut, hubungan antara genetik dan pengaruh positif alias potensi rawan dalam lingkungan anak dapat meletakkan dasar yang kuat pada kesehatan mental. Pengaruh positif dapat meliputi hubungan yang stabil dan responsif dengan pengasuh di rumah dan di tempat penitipan anak usia dini, rumah yang bebas dari logam berat seperti timbal, dan banyaknya ruang hijau untuk bermain.

Sebaliknya, kehadiran pengaruh lingkungan negatif seperti udara alias air yang tercemar, kurangnya ruang hijau, alias kurangnya akses terhadap makanan bergizi, dapat menciptakan dasar yang lebih tidak stabil bagi kesehatan mental anak.

"Fondasi ini memperkuat hingga usia dewasa, sehingga memperluas pandangan kita tentang kesehatan mental, termasuk menyediakan sumber daya yang diperlukan bagi para pengasuh untuk mendukung perkembangan anak-anak dengan perspektif holistik tersebut," ungkap Burghardt.

Membangun kesehatan mental bayi dapat dimulai dari rumah, Bunda. Caranya dengan melakukan rutinitas yang positif.

Cara membangun kesehatan mental anak sejak bayi

Dimulai sejak bayi, membangun rutinitas di rumah adalah langkah sederhana dan berakibat besar untuk meningkatkan kesehatan mental. Anak-anak, apalagi bayi, bakal merasa kondusif dan berkembang ketika mereka tahu apa yang diharapkan.

"Rutinitas mini seperti mandi, sikat gigi, dan membaca kitab sebelum tidur memberi tahu anak bahwa sudah waktunya untuk bersantai," ujar Burghardt.

"Di sekitar waktu makan, ini bisa berupa menyanyikan lagu sembari mencuci tangan alias duduk berbareng dan berbincang tentang hari-hari yang orang tua jalani. Bahkan, bayi pun dapat berperan-serta dalam waktu makan malam, dan rutinitas waktu makan berbareng pengasuh adalah langkah yang bagus untuk menumbuhkan hubungan dan rasa aman."

Organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk anak, UNICEF, juga mempunyai tips untuk membangun kesehatan mental anak sejak bayi hingga masa kanak-kanak. Simak caranya berikut ini:

Bayi

Menghabiskan waktu berbobot berbareng anak menjadi kunci untuk membangun ketahanan mental yang baik untuk Si Kecil. Saat quality time, hormon alami dalam tubuh dilepaskan dan dapat membantu Bunda menjalin ikatan dengan bayi. Berikut beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dengan Si Kecil:

  • Bermainlah dengan anak-anak, peluklah mereka.
  • Ajak mereka bicara, nyanyikan lagu untuk mereka.
  • Tanggapi bunyi anak dengan kata-kata agar mereka mulai memahami bahasa dan komunikasi.

Balita

Saat anak mulai lebih banyak bergerak, kemauan mereka untuk menjelajah pun meningkat. Rasa mau tahu ini perlu dipupuk dan didorong melalui aktivitas, seperti:

  • Membacakan kitab untuk anak setiap hari jika memungkinkan.
  • Mainkan permainan yang membangkitkan rasa mau tahu dan pembelajaran anak.
  • Mintalah anak untuk menyebut nama benda-benda. Mulailah dengan namanya dan benda-benda di sekitarnya, buatlah sesederhana mungkin.
  • Jelajahi lingkungan sekitar di luar rumah bersama-sama.

Anak-anak prasekolah

Seiring bertambahnya kemandirian dan rasa mau tahu anak Anda, mereka bakal mau menjelajahi bumi luar dan belajar tentang hal-hal di sekitar mereka. Interaksi dengan orang lain bakal membantu mereka mengembangkan langkah berpikir mereka sendiri dan memahami bumi di sekitar mereka.

  • Dorong hubungan sosial Si Kecil melalui bermain dengan anak-anak lain.
  • Ajak mereka membantu Bunda mengerjakan tugas-tugas sederhana yang sesuai dengan usia. Bimbing mereka melalui langkah-langkah untuk
  • menyelesaikan masalah-masalah sederhana.
  • Tetapkan batas yang jelas dan angan yang realistis. Setelah mengatakan 'Tidak', berikan pengganti tentang apa yang kita inginkan mereka lakukan sebagai gantinya.
  • Berikan anak pilihan yang jelas dan mudah dipahami ketika membikin keputusan tentang apa yang bakal dimakan, dikenakan, alias dimainkan.

Demikian beragam langkah yang bisa orang tua lakukan untuk membangun kesehatan mental anak. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya