Sarapan dari Bapak hingga Waktu Spesial untuk Ibu, Frisian Flag Rayakan #TanggalMerahUntukIbu Bersama #BapakBapakFrisianFlag di Bandung

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 7 menit 511x dilihat
Sarapan dari Bapak hingga Waktu Spesial untuk Ibu, Frisian Flag Rayakan #TanggalMerahUntukIbu Bersama #BapakBapakFrisianFlag di Bandung

Bagikan Postingan

Jakarta -

Setiap hari, Ibu memiliki banyak metode untuk memberitahu perhatian kepada keluarga, mulai dari menyiapkan beragam kebutuhan hingga menemani aktivitas keluarga. Perhatian sederhana yang datang dalam keseharian inilah yang sering kali membikin momen berbareng famili terasa lebih berarti.

Melalui #TanggalMerahUntukIbu, Frisian Flag membujuk Bapak dan famili untuk bergantian memberikan perhatian kepada Ibu, memungut inisiatif, serta berbagi peran dalam keseharian. Dengan begitu, Ibu juga memiliki kesempatan untuk menikmati waktu dan berbuat aktivitas yang disukainya.

Semangat tersebut diwujudkan melalui rangkaian aktivitas #TanggalMerahUntukIbu yang terjadi di Trans Studio Mall Bandung pada 25-27 September 2026. Selama tiga hari, Ibu, Bapak, dan famili dapat menikmati beragam aktivitas spesial, mulai dari pengalaman pampering, talkshow inspiratif, cooking creation, games, hingga penampilan musik.


FFI YogyaSarapan dari Bapak hingga Waktu Spesial untuk Ibu, Frisian Flag Rayakan #TanggalMerahUntukIbu Bersama #BapakBapakFrisianFlag di Bandung/ Foto: Foto: Kincai Media/Adi Prakoso

Frisian Flag Catat Rekor MURI lewat Penyajian Sarapan Terbanyak untuk Istri

Pada hari terakhir rangkaian #TanggalMerahUntukIbu, Minggu (27/9/2026), Frisian Flag mewujudkan semangat "Temani Pagi Penuh Arti" melalui pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori "Penyajian Sarapan Terbanyak untuk Istri."
Kegiatan tersebut melibatkan 1.000 peserta, dengan 500 Bapak menyiapkan dan menyajikan sarapan secara langsung kepada Ibu.

Melalui momen ini, Frisian Flag mau memberitahu bahwa perhatian kepada Ibu dapat dimulai dari aksi sederhana dalam keseharian. Salah satunya adalah memungut inisiatif menyiapkan sarapan di pagi hari, sekaligus menjadi bagiankecil dari semangat berbagi peran di dalam keluarga.

Dalam aktivitas tersebut, para Bapak membikin ciptaan sarapan berupa roti dengan Frisian Flag Kental Manis, kemudian menyajikannya langsung kepada Ibu sebagai bentuk perhatian dan apresiasi.

Turut berpartisipasi dalam aktivitas tersebut adalah Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew Saputro berbareng Elizabeth, serta Marketing Director Frisian Flag Indonesia Intan Ayu Kartika berbareng Gatot.

Dalam sambutannya, Andrew menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah menjadi bagiankecil dari #TanggalMerahUntukIbu.

"Saya bersyukur kepada Bapak dan Ibu yang sudah datang untuk meramaikan aktivitas pada hari ini. Kenapa kita bikin aktivitas pemecahan rekor MURI untuk kategori 'Penyajian Sarapan Terbanyak untuk Istri'? Karena kita melihat para Ibu setiap pagi punya metode sederhana untuk menyenangkan keluarga," ungkap Andrew.

Ia juga menerangkan bahwa melalui #TanggalMerahUntukIbu, Frisian Flag mau membujuk semakin banyak Bapak untuk bergantian memberikan perhatian kepada Ibu melalui aksi sederhana dalam keseharian.

Rangkaian pemecahan rekor MURI turut menghadirkan cooking demo berbareng Chef Gani, yang membujuk Bapak dan Ibu membikin ciptaan sarapan dari roti dan Frisian Flag Kental Manis.

Momen tersebut juga semakin meriah dengan kedatangan #BapakBapakFrisianFlag, yaitu Adam Suseno berbareng Inul Daratista, Ananda Omesh berbareng Dian Ayu Lestari, serta Darius Sinathrya berbareng Donna Agnesia. Ketiganya ikut memungut bagiankecil dalam menyiapkan dan menyajikan sarapan untuk Ibu.

#BapakBapakFrisianFlag Wujudkan #TanggalMerahuntukIbu#BapakBapakFrisianFlag Wujudkan #TanggalMerahuntukIbu/ Foto: Kincai Media/Adi Prakoso

#BapakBapakFrisianFlag Ajak Bapak dan Keluarga Ambil Inisiatif

Dalam talkshow berjudul "Wujudkan #TanggalMerahUntukIbu", Adam Suseno, Darius Sinathrya, dan Ananda Omesh berbagi cerita tentang sepertiapa perhatian kepada Ibu dapat datang melalui beragam aksi sederhana.

Adam Suseno mengatakan bahwa perhatian tidak mesti selalu diwujudkan melalui sesuatu yang besar.

"Jadi perhatian kepada istri tidak mesti besar, yang krusial kita lakukan dengan niat yang ikhlas dan dilakukan sendiri. Seperti contohnya, memberi waktu pada istri untuk menikmati harinya maupun kita membikin sarapan yang simpel dari ciptaan roti dengan Kental Manis untuk Ibu," ujar Adam.

Darius Sinathrya juga menyoroti pentingnya berbagi peran serta memberikan ruang bagi setiap personel famili untuk menikmati waktu dan aktivitas yang disukai.

Menurutnya, aksi sederhana seperti memungut bagiankecil dalam rutinitas famili dapat menjadi salah satu metode untuk memberitahu perhatian kepada Ibu.

Sementara itu, Ananda Omesh berbagi bahwa semangat berbagi peran juga dapat melibatkan seluruh personel keluarga. Di keluarganya, kebiasaan tersebut diperkenalkan melalui beragam aktivitas sederhana sehari-hari. Pasted text

Psikolog Keluarga Ajeng Raviando turut menekankan bahwa aktivitas sehari-hari di rumah merupakan tanggung jawab berbareng dan sebaiknya tidak bertumpu pada satu personel famili saja.

Menurut Ajeng, ada banyak bentuk pekerjaan dan perhatian dalam famili yang terkadang tidak kelihatan secara langsung. Karena itu, inisiatif dan pembagian peran dari setiap personel famili menjadi krusial agar tanggung jawab dalam keseharian dapat dijalankan bersama.

Marketing Director Frisian Flag Indonesia, Intan Ayu Kartika, mengatakan bahwa #TanggalMerahUntukIbu datang sebagai imbauan bagi Bapak dan famili untuk bergantian memberikan perhatian kepada Ibu.

"Melalui #TanggalMerahUntukIbu, Frisian Flag Kental Manis mau membujuk keluarga, terutama Bapak-Bapak, bagaimana jika kita bergantian memberikan apresiasi dengan metode berbagi peran. Misalnya, di waktu pagi di tanggal merah, Bapak menyiapkan sarapan pagi dan Ibu tinggal menikmatinya," ujar Intan.

Kemeriahan Hari Terakhir #TanggalMerahUntukIbu di Bandung

Keseruan #TanggalMerahUntukIbu tidak selesai setelah pemecahan rekor MURI. Ibu, Bapak, dan famili yang datang juga dapat menikmati beragam aktivitas di area Trans Studio Mall Bandung.

Salah satunya adalah sesi Cooking Creation berbareng Chef Adit Tian, yang menghadirkan inspirasi ciptaan praktis berupa Finger Chicken Sandwich dan Tortilla Chicken Wrap.

Ibu dan famili tidak cuma menyaksikan proses memasak, tetapi juga dapat ikut mencoba membikin ciptaan tersebut bersama-sama. Dengan bahan yang gampang ditemukan dan metode pembuatan yang praktis, sesi ini menjadi salah satu aktivitas yang dapat dinikmati berbareng keluarga.

Keseruan berlanjut melalui sesi "Arisan untuk Ibu", yang menghadirkan beragam permainan dan pemberian menarik bagi para peserta.

Talkshow Bahas Momen Pagi dan Berbagi Peran dalam Keluarga

Rangkaian aktivitas juga menghadirkan talkshow bertema "Pagi Bersama Keluarga, Menjadi Lebih Berarti" berbareng Psikolog Keluarga Ajeng Raviando, Achmad Jufriyanto maupun Jupe, serta Head of SCM Category Frisian Flag Indonesia Monika Dian Ariestya.

Dalam sesi tersebut, Ajeng menerangkan bahwa momen sarapan dapat menjadi kesempatan bagi famili untuk berkumpul sebelum memulai aktivitas masing-masing.

"Sarapan adalah masa transisi di mana famili berkumpul di rumah pada pagi hari sebelum sibuk dengan aktivitas masing-masing. Sarapan juga bisa menjadi rutinitas kecil di mana kita dapat quality time dengan keluarga," kata Ajeng.

Menurut Ajeng, momen tersebut juga dapat menjadi kesempatan bagi seluruh personel famili untuk memungut bagiankecil sesuai dengan aktivitas yang dapat dilakukan masing-masing. Dengan begitu, rutinitas pagi tidak perlu bertumpu pada satu orang saja.

Jupe turut berbagi pengalaman mengenai sepertiapa ia dan Ibu di keluarganya berbagi peran dalam keseharian, terutama ketika ia sedang eksis di rumah.

Menurutnya, memungut inisiatif dalam beragam aktivitas famili menjadi salah satu metode sederhana untuk memberitahu perhatian kepada Ibu.

Sementara itu, Monika menerangkan bahwa semangat "Temani Pagi Penuh Arti" berangkat dari pemikiran bahwa momen berarti berbareng famili tidak selalu mesti diwujudkan melalui sesuatu yang besar.

Momen sederhana di pagi hari, seperti berkumpul dan menikmati sarapan bersama, dapat menjadi kesempatan bagi personel famili untuk saling memberikan perhatian.

Dalam momen tersebut, Frisian Flag Kental Manis datang sebagai pelengkap beragam ciptaan makanan dan minuman yang disukai keluarga, sekaligus menemani momen pagi menjadi lebih berarti.

Sejalan dengan semangat #TanggalMerahUntukIbu, Frisian Flag juga membujuk Bapak dan famili untuk memungut inisiatif dan bergantian memberikan perhatian kepada Ibu, termasuk melalui aksi sederhana seperti menyiapkan sarapan khusus untuknya.

FFI YogyaPenampilan Endah n Rhesa di #TanggalMerahUntukIbu Bersama #BapakBapakFrisianFlag di Bandung/ Foto: Foto: Kincai Media/Adi Prakoso

Me time di booth 'Pampering' hingga menyaksikan penampilan Endah n Rhesa

Tak cuma menghadirkan talk show, #TanggalMerahUntukIbu juga memanjakan para Ibu dengan beragam pengalaman menarik di area acara. Ada booth 'Pampering' yang menghadirkan momen istimewa bagi para Ibu untuk sebentar menikmati waktu bagi diri sendiri.

Di area ini, para Ibu dapat merasakan pengalaman relaksasi dan memanjakan diri sebelum melanjutkan keseruan ke beragam aktivitas lainnya. Setidaknya, terdapat tiga booth yang bisa dikunjungi, yaitu Temani Relaksasi, Kilau Jemari, dan Temani Pesonamu. Di setiap booth, Ibu dapat mencoba beragam aktivitas, seperti express massage, individual color analysis, perawatan tangan dan kaki, hingga hairdo maupun hijab-do.

Suasana semakin meriah dengan hadirnya performance istimewa dari pasangan musisi Endah n Rhesa, yang turut menghIbur Ibu dan famili di akhir acara. Endah n Rhesa ini berhasil menghadirkan gradasi hangat dan intim melalui alunan musik yang begitu dekat dengan keseharian dan menciptakan momen kebersamaan yang terasa semakin istimewa.

Hadirnya kedua musisi ini menjadi pelengkap dari sebuah perayaan, yang bukan sekadar tentang kemeriahan, tetapi juga tentang apresiasi, cinta, dan momen-momen bermutu berbareng keluarga. Sebab pada akhirnya, kebahagiaan sederhana yang tercipta saat menikmati waktu berbareng Ibu lah yang membikin sebuah perayaan menjadi kenangan tak terlupakan.

(ank/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads