Sebagian Besar Kematian Ibu Hamil akibat Penyakit Jantung Bisa Dicegah, Ini Caranya

Jul 25, 2026 02:00 PM - 2 minggu yang lalu 4628

Kematian ibu mengandung akibat penyakit jantung tetap menjadi salah satu tantangan serius dalam bumi kesehatan. Padahal, kondisi pada kardiovaskular ini dapat dicegah dengan mengelola risikonya, Bunda.

Menurut laporan yang diterbitkan di National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, lebih dari tiga perempat kematian kardiovaskular mengenai kehamilan berpotensi dapat dicegah. Selama ini, perawatan pencegahan mengenai akibat kardiovaskular, sering kali terkonsentrasi pada perawatan prenatal dan periode pasca persalinan, dengan perhatian yang lebih sedikit pada konseling sebelum kehamilan, tindak lanjut pasca persalinan, transisi perawatan, dan akibat kardiovaskular jangka panjang.

Untuk mengurangi kematian dan komplikasi kardiovaskular di kalangan ibu, laporan menyerukan peningkatan jasa pencegahan klinis, tindak lanjut yang lebih baik setelah persalinan, dan koordinasi perawatan yang lebih baik di seluruh siklus kehidupan reproduksi.


"Kehamilan dapat mengungkap akibat kardiovaskular yang mungkin belum dikenali sebelumnya, tetapi pencegahan tidak dapat berakhir pada saat persalinan," kata intelektual peneliti, Tracy A. Lieu, dilansir laman National Academy of Science.

"Terlalu sering kesempatan terlewatkan saat perawatan, tindak lanjut berhujung terlalu dini, alias wanita tidak terhubung dengan perawatan pencegahan berkelanjutan. Kita perlu memperkuat pencegahan dan kesinambungan perawatan sebelum, selama, dan setelah kehamilan."

Laporan ini meninjau 9 jasa pencegahan klinis untuk kesehatan kardiovaskular ibu dan menemukan bukti yang cukup untuk mendukung penerapan pedoman segera di dua bidang. Berikut temuannya:

  1. Pengobatan hipertensi kronis selama kehamilan kudu bermaksud untuk mencapai sasaran tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg. Laporan menemukan bukti substansial bahwa pendekatan ini mengurangi hipertensi berat, preeklamsia, kelahiran prematur yang diindikasikan secara medis, dan hasil jelek mengenai pertumbuhan janin.
  2. Manajemen hipertensi pasca persalinan kudu ditingkatkan untuk wanita dengan tekanan hipertensi kronis alias gangguan hipertensi kehamilan lainnya. Bukti moderat menunjukkan bahwa program yang menggabungkan pemantauan tekanan darah jarak jauh alias pengukuran berdikari dengan tindak lanjut klinis terstruktur, meningkatkan penilaian tekanan darah dini, keterlibatan dalam perawatan, dan pengendalian tekanan darah jangka pendek selama periode pasca persalinan.

Pencegahan sepanjang siklus kehidupan reproduksi

Kehamilan dapat berfaedah sebagai uji stres fisiologis, yang mengungkapkan kerentanan kardiovaskular dan metabolik yang sebelumnya tidak dikenali. Gangguan hipertensi selama kehamilan dapat menandakan peningkatan akibat tidak hanya selama kehamilan, tetapi juga pada periode pasca persalinan dan kehamilan di kemudian hari.

"Perempuan dengan akibat kardiovaskular tinggi memerlukan transisi yang lebih baik, dari rawat inap persalinan ke perawatan pasca persalinan rawat jalan, dan dari perawatan obstetri ke perawatan primer, serta perawatan ahli jika diperlukan," demikian isi laporan.

Meski temuan ini cukup menjanjikan, penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan, Bunda. Penelitian yang lebih luas sebaiknya menyelidiki beberapa pendekatan lain termasuk jasa pencegahan.

Penyakit jantung pada ibu hamil

Melansir dari laman Heart Foundation, akibat penyakit kardiovaskular yang mengenai dengan kehamilan hingga saat ini memang tetap kurang diakui, diteliti, dan dipahami. Saat ini, kita hanya mengetahui bahwa wanita yang telah didiagnosis preeklamsia alias hipertensi gestasional mempunyai peningkatan akibat hipertensi dan penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

"Risiko relatif hipertensi kronisnya empat kali lebih tinggi dan penyakit jantung iskemik dua kali lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak mengalami kondisi tersebut selama kehamilan," demikian isi ulasan.

Perempuan dengan riwayat penyakit jantung disarankan untuk berkonsultasi dengan master sebelum mencoba hamil. Mereka mungkin juga memerlukan pemantauan lebih ketat selama kehamilan.

Demikian ulasan mengenai kematian ibu mengandung akibat penyakit jantung. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya