Seperti Inilah Sepak Terjang Perempuan Masa Islam Dinasti Nuruddin Zanki

Intisari Islam Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 2 menit 57x dilihat
Seperti Inilah Sepak Terjang Perempuan Masa Islam Dinasti Nuruddin Zanki

Bagikan Postingan

Kincai Media, JAKARTA— Perempuan Muslim telah menempati posisi yang terhormat dalam bumi pengetahuan pengetahuan sejak masa awal Islam.

Agama Islam mendorong kaum wanita untuk menuntut pengetahuan dan menyebarluaskan pengetahuan, lantaran kegiatan tersebut dipandang sebagai ibadah sekaligus tanggung jawab sosial.

Perhatian wanita terhadap studi keislaman semakin meningkat pada masa-masa berikutnya, terutama pada era Dinasti Zanki. Pada masa ini, muncul sejumlah ustadz wanita yang mahir dalam bagian hadis, fikih, bahasa, dan sastra.

Perjalanan keilmuan mereka ditandai dengan kesungguhan dan ketekunan. Mereka mencurahkan tenaga dan pikiran yang besar demi memperoleh pengetahuan pengetahuan.

Kebangkitan intelektual kaum wanita tersebut turut memperkuat nilai-nilai keilmuan dan sikap wara’. Hal ini membuktikan bahwa wanita Muslim merupakan mitra aktif dalam membangun kebangkitan pengetahuan pengetahuan dan peradaban umat Islam.

Dalam paparan Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Islam Sedunia, Syekh Muhammad ash-Shalaby, dikutip dari laman resminya, Ahad (13/9/2026), pada masa Dinasti Zanki, perhatian wanita Muslim terhadap studi keislaman mencapai tingkat yang sangat tinggi. Mereka mempelajari aliran Islam yang betul agar dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di antara bagian pengetahuan yang paling banyak diminati adalah pengetahuan hadis. Banyak wanita sukses mencapai tingkat keilmuan yang tinggi dalam bagian ini, apalagi bisa bersaing dengan para hafiz dan mahir sabda terkemuka. Mereka menjadi teladan dalam perihal amanah dan integritas keilmuan.

Kitab-kitab riwayat hidup ustadz dan karya-karya tentang tingkatan para perawi mencatat kegiatan ilmiah yang nyata dari kalangan wanita pada masa Dinasti Zanki.

Sumber-sumber tersebut menyebut nama-nama sejumlah wanita yang berprofesi sebagai pengajar Alquran, mahir hadis, mahir fikih, sastrawati, mahir nahwu, serta master dalam beragam bagian pengetahuan dasar lainnya.

Mengutip Al-Hayah al-Ilmiyyah fi al-Ahd az-Zanki (Kehidupan Ilmiah pada Masa Dinasti Zanki), karya Noreen Barmah Abdul Karim Noreen, banyak di antara mereka juga melakukan perjalanan dari satu daerah Islam ke daerah lainnya berbareng mahram untuk menuntut pengetahuan kepada para ustadz dan mahir sabda terkemuka. Mereka memperoleh piagam keilmuan dari para syekh besar pada masanya di beragam kota.

Artikel Lainnya Intisari Islam