Krisis Air: Kerusakan Lingkungan dan Peringatan Nabi Yusuf

Intisari Islam Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 2 menit 1016x dilihat
Krisis Air: Kerusakan Lingkungan dan Peringatan Nabi Yusuf

Krisis air tidak selalu tampak dari sungai yang mengering; di banyak wilayah pasokan air melimpah namun kualitasnya tercemar sehingga tidak layak digunakan.

Alquran telah memberikan pelajaran lewat kisah Nabi Yusuf Alaihissalam tentang akibat musim tandus panjang dan pentingnya pengelolaan sumber daya yang bijak. Pada saat bersamaan, Allah SWT mengingatkan bahwa kerusakan di darat dan laut kerap disebabkan ulah manusia sendiri, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Ar-Rum Ayat 41.

Krisis air adalah istilah untuk menggambarkan kondisi ketika ketersediaan air tidak memadai untuk kebutuhan manusia. Saat krisis air terjadi, dampaknya tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga hewan dan tumbuhan yang bergantung pada pasokan air tersebut.

Dijelaskan dalam buku Tafsir Ilmi berjudul Air dalam Perspektif Alquran dan Sains, krisis air telah banyak terjadi di masa silam dan tetap sering dijumpai pada masa kini. Salah satu kisah terkenal tentang krisis air yang diceritakan kitab-kitab suci terjadi pada era Nabi Yusuf yang melanda Mesir, Palestina, dan wilayah sekitarnya akibat variabilitas iklim.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ثُمَّ يَأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَّأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ اِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّا تُحْصِنُوْنَ

Ṡumma ya'tī mim ba‘di żālika sab‘un syidāduy ya'kulna mā qaddamtum lahunna illā qalīlam mimmā tuḥṣinūn(a).

Kemudian, sesudah itu bakal datang tujuh (tahun) yang sangat susah (paceklik) yang menghabiskan apa yang Anda simpan untuk menghadapinya, selain sedikit dari apa (bibit gandum) yang Anda simpan. (QS Yusuf Ayat 48)

"Sehabis masa yang makmur itu bakal datang masa yang penuh kesengsaraan dan penderitaan selama tujuh tahun pula. Pada waktu itu ternak lenyap musnah, tanaman-tanaman tidak berbuah, udara panas, musim tandus panjang. Sumber-sumber air menjadi kering dan rakyat menderita kekurangan makanan. Semua simpanan makanan bakal habis, selain tinggal sedikit untuk Anda jadikan benih." (Tafsir Kementerian Agama)

Pada masa kini, krisis air banyak ditemui di wilayah yang beriklim kering. Selain itu, kelangkaan juga sering muncul dalam aspek kualitas: air berlimpah secara kuantitas tetapi tidak memenuhi standar mutu. Contohnya lahan gambut di Kalimantan yang selalu tergenang namun memiliki karakter asam akibat kandungan organik tinggi; airnya tidak cocok langsung untuk konsumsi atau irigasi.

Contoh lain terjadi di muara dan pesisir yang beriklim kering, di mana air permukaan dan air tanah dangkal menjadi payau atau asin karena intrusi air laut. Di perkotaan, permasalahan kualitas makin kompleks: kepadatan penduduk dan aktivitas industri menghasilkan limbah pekat, sementara keterbatasan ruang menghambat proses pembersihan alami, sehingga polutan mudah mencemari sumber air tanah yang biasa dimanfaatkan masyarakat.

Artikel Lainnya Intisari Islam

Bagikan Postingan