Jakarta -
Setelah melewati proses persalinan, banyak ibu mau kembali menikmati makanan favorit yang sempat dihindari selama hamil. Beberapa di antaranya adalah sushi dan sashimi.
Sushi dan sashimi adalah jenis makanan Jepang yang terbuat dari daging alias ikan mentah. Beberapa jenis sushi biasanya dihidangkan dengan nasi, sayuran, dan rumput laut.
Banyak ibu mengandung menghindari kedua makanan Jepang tersebut lantaran berisiko terpapar bakteri. Lantas, bolehkan langsung makan sushi dan sashimi usai melahirkan?
Makan sushi dan sashimi usai melahirkan
Konsumsi sushi alias makanan sejenisnya usai melahirkan sebenarnya tidak dilarang. Praktisi kesehatan holistik dan guru besar Debra Rose Wilson, Ph.D., mengatakan bahwa sushi tergolong kondusif dikonsumsi setelah melahirkan alias saat Bunda mulai menyusui Si Kecil.
"Setelah bayi lahir, ibu tidak perlu lagi menghindari sushi lantaran kondusif dikonsumsi saat menyusui. Mengonsumsi ikan, baik mentah alias matang, dapat memberikan faedah bagi ibu menyusui dan bayi yang menyusu," kata Wilson, dilansir Healthline.
Tetapi meski aman, Bunda tetap perlu berhati-hati dalam mengonsumsi ikan yang terdapat di sushi alias sashimi. Bunda perlu memilih ikan berbobot tinggi yang tidak mengandung merkuri dalam kadar tinggi.
"Ibu menyusui kudu menghindari mengonsumsi ikan yang mengandung merkuri dalam kadar tinggi, baik ikan mentah maupun matang. Ada kemungkinan merkuri dapat terpapar ke bayi melalui ASI," ungkap Wilson.
"Meski jumlah merkuri yang masuk ke dalam ASI sangat sedikit, bayi sangat rentan dengan unsur asing yang beracun. Merkuri dapat memengaruhi otak dan sistem saraf bayi yang sedang tumbuh," lanjutnya.
Hal yang sama juga disampaikan master kandungan Kendra Segura, MD. Menurutnya, wanita boleh makan sushi saat menyusui. Namun, dia perlu memperhatikan kadar merkuri di dalamnya.
"Pilihan sushi dengan kandungan merkuri tinggi yang sebaiknya dihindari antara lain ikan kembung raja, ikan tilefish (dari Teluk Meksiko), dan tuna mata besar," kata Segura, dilansir laman The Bump.
Seorang mahir diet dan penulis kitab The First-Time Mom's Pregnancy Cookbook, Dr. Lauren Manaker, MS, RDN, merekomendasikan ibu untuk konsentrasi pada ikan rendah merkuri, seperti salmon alias yellowtail. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) merekomendasikan untuk mengonsumsi dua hingga tiga porsi ikan rendah merkuri sebenar 8 hingga 12 ons per minggu.
Menurut FDA, ada juga beberapa pilihan ikan dengan kandungan merkuri sedang yang sebaiknya dibatasi hingga satu porsi per minggu. Beberapa jenis ikan ini seperti kerapu, ikan karang, kakap, makarel Spanyol, tuna albacore, dan tuna sirip kuning.
"Kekhawatiran terbesar mengenai sushi, terutama sushi mentah, adalah mengonsumsi ikan yang tinggi merkuri," ungkap perawat praktisi di Bluebird Kids Health di Florida, Kellie Allen, APRN.
"Merkuri adalah logam berat yang dapat masuk ke ASI dalam jumlah mini dan mempunyai pengaruh neurotoksik," sambungnya.
Cara kondusif mengonsumsi sushi dan sashimi usai melahirkan
Ada beberapa tips kondusif mengonsumsi sushi dan sashimi usai melahirkan. Simak tipsnya, seperti melansir dari Cleveland Clinic:
- Pilihlah restoran dan toko yang Bunda percayai dan mempunyai ulasan positif. Tempat yang mempunyai reputasi baik bakal mengikuti protokol yang tepat untuk menangani ikan mentah.
- Jika membeli sushi alias sashimi di toko, simpan di lemari es dalam suhu dingin 40 derajat Fahrenheit (4,4 derajat Celcius) alias di bawahnya.
- Periksa tanggal kedaluwarsa untuk memastikan sushi alias sashimi tetap segar.
- Untuk menghindari penyakit yang ditularkan melalui makanan, Bunda disarankan untuk mencuci tangan dan jangan biarkan daging mentah menyentuh makanan lain.
Demikian penjelasan tentang konsumsi sushi dan sashimi usai melahirkan. Semoga info ini bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·