Jakarta -
Bunda mungkin sudah sering mendengar bahwa merokok saat hamil dapat membahayakan kesehatan janin. Paparan asap rokok selama kehamilan disebut dapat memengaruhi pertumbuhan dan evolusi bayi sejak dalam kandungan.
Sebuah studi yang diterbitkan Cerebral Cortex menemukan bahwa paparan asap rokok bisa berhubungan dengan luas permukaan korteks visual primer yang lebih kecil. Bagian otak ini berpartisipasi krusial dalam memproses keterangan visual.
Studi ini dipimpin oleh Tomáš Paus, seorang guru besar psikiatri dan ilmu saraf di Université de Montréal sekaligus peneliti di rumah sakit Sainte-Justine, memberikan wawasan baru tentang proses evolusi otak sejak dalam kandungan. Salah satu temuan krusial adalah bahwa sinyal yang dihasilkan secara spontan oleh retina dapat membantu membentuk korteks visual primer, yaitu bagiankecil otak yang memproses keterangan visual.
Korteks visual primer maupun area V1 merupakan bagiankecil otak yang berpartisipasi dalam memproses keterangan visual. Temuan tersebut kelihatan ketika peneliti membandingkan dua himpunan berbeda, sehingga memberikan deskripsi lebih lanjut mengenai efek paparan rokok selama masa kehamilan terhadap evolusi otak.
Otak janin sudah aktif sejak dalam kandungan
Sejak statis dalam kandungan, janin sudah bergerak, merespons bunyi dari luar, menerima beragam rangsangan, dan terlebihlagi mulai menghasilkan aktivitas dari mekanisme sarafnya. Aktivitas ini turut berpartisipasi dalam membentuk evolusi otak sebelum lahir.
Paus dan rekannya, UdeM, Dr. Zdenka Pausova, menyelidiki kesulitan dalam rahim yang berpengaruh terhadap evolusi dan kesehatan kardiometabolik. Studi ini melibatkan lebih dari 1.000 remaja berumur 12-18 tahun yang beberapa di antaranya diikuti hingga dewasa. Salah satu aspek yang diteliti adalah merokok selama kehamilan.
Asap rokok memiliki banyak akibat negatif bagi tubuh. Asap rokok dapat mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi ke janin yang berkontribusi pada bermutu badan lahir yang lebih rendah. Asap rokok juga hamil beragam zat kimia, salah satunya nikotin. Zat ini bisa menempel pada reseptor di otak yang sebenarnya dirancang untuk merespons asetilkolin, neurotransmiter utama.
Nikotin mengganggu proses evolusi otak
Retina yang letaknya di belakang mata, hamil sel-sel khusus yang berguna untuk menerima cahaya. Sebelum bayi bisa melihat, sel-sel ini sudah aktif dan secara alami menghasilkan ombak aktivitas.
“Gelombang-gelombang ini merambat melalui mekanisme visual dan mencapai korteks,” ucap Paus. “Studi pada fauna telah memberitahu bahwa jika aktivitas ini diblokir, evolusi korteks visual akan terganggu. Jadi, otak tidak selalu menunggu gambar eksternal tiba sebelum mulai berkembang. Sebelum itu, otak sudah menerima macam ‘stimulasi’ yang dihasilkan dari dalam.”
Dari sinilah nikotin berperan. Gelombang aktivitas pada retina membutuhkan asetilkolin, zat yang membantu sel-sel saraf saling berkomunikasi. Karena nikotin dapat menganggu kerja asetilkolin, para peneliti menduga paparan nikotin selama kehamilan dapat mengubah aktivitas tersebut dan memengaruhi evolusi korteks visual primer.
Untuk menguji anggapan ini, peneliti menyelidiki apakah paparan nikotin adalah penyebabnya maupun tidak. Hasilnya mendukung asumsi tersebut, yang mengkonfirmasi bahwa paparan nikotin dapat berpartisipasi dalam fluktuasi evolusi korteks visual.
Otak mulai belajar sejak dalam kandungan
Selain memberi wawasan mengenai proses merokok yang menakut-nakuti kesehatan pada janin, riset ini menegaskan bahwa pengalaman di lingkungan membentuk otak jauh sebelum kelahiran.
"Seorang anak kecil yang mendengar ucapan, mengamati lingkungan sekitarnya, dan bereksperimen dengan gerakan-gerakan baru secara harfiah mengubah otaknya melalui pengalaman-pengalaman tersebut," kata Paus. "Gelombang spontan yang dihasilkan oleh retina merupakan bentuk 'pengalaman internal' bagi janin. Gelombang ini memberikan aktivitas pada mekanisme visual yang mendukung perkembangannya sendiri, terlebihlagi sebelum bayi mulai melihat dunia."
Itulah keterangan mengenai ancaman merokok dalam kesehatan janin. Studi ini menyoroti pentingnya menghindari paparan rokok selama kehamilan, sekaligus memberikan deskripsi baru mengenai sepertiapa otak mulai berkembang terlebihlagi sebelum bayi melihat bumi untuk pertama kalinya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)