Infografis 5 Pertanyaan yang bakal Ditanyakan pada Hari Kiamat. Ilustrasi Allah
Kincai Media ,JAKARTA -- Banyak orang mengira mempunyai kekayaan bumi merupakan tanda kasih sayang Tuhan. Padahal, Rasulullah SAW menegaskan bahwa Allah SWT memberikan kekayaan bumi kepada hamba yang dicintai-Nya dan yang dibenci-Nya, sementara ketaatan hanya dianugerahkan kepada hamba yang betul-betul dicintai-Nya.
Sayyidina Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya perkara yang paling saya khawatirkan atas kalian ada dua, ialah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Adapun mengikuti hawa nafsu, maka perihal itu menghalangi dari kebenaran. Sedangkan panjang khayalan menumbuhkan kecintaan kepada dunia.”
Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Ketahuilah, sesungguhnya Allah SWT memberikan bumi kepada orang yang dicintai-Nya maupun kepada orang yang dibenci-Nya. Namun andaikan Dia mencintai seorang hamba, Dia bakal menganugerahinya iman."
"Ketahuilah, sesungguhnya kepercayaan mempunyai anak-anak (para pengikut) dan bumi pun mempunyai anak-anak (para pengikut). Maka jadilah kalian termasuk anak (pengikut) kepercayaan dan janganlah menjadi anak (pengikut) dunia."
"Ketahuilah, sesungguhnya bumi telah pergi dengan membelakangi, dan sesungguhnya alambaka sedang datang dengan mendatangi. Ingatlah dirimu pada hari beramal tanpa perhitungan. Ingatlah hampir-hampir Anda ada pada hari kalkulasi yang tidak ada kesempatan beramal (akhirat)." (HR Imam Ibnu Abi ad-Dunya)
Demikian dijelaskan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin. Ulama bergelar Hujjatul Islam Zainuddin al-Thusi dengan mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Sayyidina Ali bin Abu Thalib menegaskan bahwa tanda cinta Allah SWT kepada hamba-Nya adalah dianugerahkan ketaatan kepada hamba yang dicintai-Nya.
Kekayaan dan kelapangan hidup di bumi bukanlah ukuran cinta Allah SWT kepada seorang hamba. Sebab, bumi bisa saja diberikan kepada siapa pun, baik kepada hamba yang dicintai maupun yang dibenci-Nya. Yang menjadi tanda cinta Allah SWT kepada hamba-Nya justru adalah ketaatan yang ditanamkan dalam hati seorang hamba.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·