Tata Cara Shalat MusafirKincai Media - Berikut ini tata langkah shalat musafir. Secara pengertian, shalat safar adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan sebelum berjalan jauh untuk memohon perlindungan dan keberkahan.
Pelaksanaannya sama seperti shalat sunnah biasa (dua rakaat dengan satu salam) dan dikerjakan di rumah sesaat sebelum berangkat. Dalam kitab Ithāf as-Sādah al-Muttaqīn, Jilid VI, laman 403, Murtadha Zabidi mengatakan;
الرابع: أن يصلي قبل سفره صلاة الاستخارة كما وصفنا في كتاب الصلاة ووقت الخروج من المنزل (يصلي) ركعتين أو أربع ركعات (لأجل السفر) أما الركعتان فهو المنصوص في مذهب الشافعي
Artinyal “(Adab keempat), hendaknya seseorang melaksanakan salat istikharah sebelum melakukan perjalanan (safar), sebagaimana telah kami jelaskan dalam Kitab Shalat. Ketika hendak keluar dari rumah, dia dianjurkan melaksanakan salat dua rakaat alias empat rakaat untuk tujuan safar. Adapun salat dua rakaat, itulah yang secara tegas dinyatakan (sebagai anjuran) dalam ajaran Imam Syafi’i.”
Demikian juga dalam kitab al-Mausu’ah al-Kuwaitiyah yang diterbitkan Kementerian Wakaf, Kuwait bahwa dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunah musafir sebanyak 2 rakaat. Ini untuk memohon perlindungan dari Allah SWT.
يُسْتَحَبُّ لِلشَّخْصِ عِنْدَ إِرَادَتِهِ الْخُرُوجَ أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
Artinya; “Disunnahkan bagi seseorang ketika hendak keluar (untuk bepergian) agar melaksanakan salat dua rakaat.”
انَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنْزِل مَنْزِلاً إِلاَّ وَدَّعَهُ بِرَكْعَتَيْنِ (١) ، وَعَنْهُ أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَال: ” إِنِّي نَذَرْتُ سَفَرًا، وَقَدْ كَتَبْتُ وَصِيَّتِي فَإِلَى مَنْ أَدْفَعُهَا: إِلَى أَبِي أَمْ إِلَى أَخِي أَمْ إِلَى ابْنِي؟ فَقَال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا اسْتَخْلَفَ عَبْدٌ فِي أَهْلِهِ مِنْ خَلِيفَةٍ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ يُصَلِّيهِنَّ فِي بَيْتِهِ إِذَا شَدَّ عَلَيْهِ ثِيَابَ سَفَرِهِ
Artinya; “Nabi Muhammad saw. tidak pernah meninggalkan suatu tempat tinggal (tempat singgah) selain beliau berpamitan dengannya dengan melaksanakan salat dua rakaat.”
Dan diriwayatkan dari Anas r.a. bahwa:
“Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. lampau berkata: ‘Sesungguhnya saya telah bernazar untuk melakukan perjalanan. Aku juga telah menulis wasiatku. Maka kepada siapakah saya kudu menyerahkannya; kepada ayahku, saudaraku, alias anakku?’
Maka Nabi saw. bersabda:
‘Tidaklah seorang hamba meninggalkan bagi keluarganya suatu pengganti yang lebih dicintai oleh Allah Ta’ala daripada empat rakaat yang dia kerjakan di rumahnya ketika dia telah mengenakan busana perjalanannya (bersiap untuk berangkat safar).
Panduan Tata Cara Pelaksanaan
- Niat: Melafalkan niat shalat safar di dalam hati alias secara lisan:
أُصَلِّي سُنَّةَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatas-safari rak’ataini lillâhi ta’âlâ
Artinya; Aku niat shalat sunnah safar dua rakaat lantaran Allah Ta’ala
- Rakaat Pertama: Membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surah pendek (dianjurkan surah Al-Kafirun).
- Rakaat Kedua: Membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surah pendek (dianjurkan surah Al-Ikhlas).
- Salam: Gerakan shalat dilanjutkan seperti biasa hingga duduk tasyahud akhir dan ditutup dengan salam.
Demikian tata langkah shalat musafir. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam setiap perjalanan kita, menjaga dari beragam ancaman dan kesulitan, serta mengembalikan kita kepada family dalam keadaan sehat, selamat, dan penuh keberkahan. Aamiin.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·