Terapkah Langkah '5M' untuk Lindungi Diri dari Abu Vulkanik Anak Krakatau/Foto: Magnific.com
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sudah mencapai sejumlah wilayah, termasuk Jakarta. Kondisi ini membikin masyarakat perlu lebih waspada, terutama jika abu mulai terlihat di sekitar tempat tinggal alias mengganggu kegiatan sehari-hari. Meski begitu, masyarakat tetap diimbau untuk tidak panik dan mengikuti info dari sumber resmi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mengimbau masyarakat Jakarta untuk tetap tenang dan waspada. Melalui unggahan IG pada Minggu (6/9), dia menyampaikan bahwa Gunung Anak Krakatau tetap berstatus Level III alias Siaga.
Lantas, apa yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan? Dilansir dari unggahan IG @dkijakarta, berikut protokol 5M untuk lindungi diri yang bisa Anda terapkan!
Memakai Masker, Terutama saat Harus Keluar Rumah

Memakai Masker/Foto: Magnific
Kalau abu vulkanik sudah mulai bertebaran, masker sebaiknya jangan hanya jadi peralatan yang dibawa di dalam tas. Kamu perlu betul-betul memakainya, terutama ketika kudu keluar rumah alias berada di area yang tetap terkena paparan abu.
Pastikan masker menutup hidung dan mulut dengan baik. Jangan sampai bagian hidung terbuka alias masker hanya menutupi dagu, ya, Beauties. Tujuannya adalah mengurangi paparan partikel abu yang bisa terhirup ketika Anda bernapas.
Kalau memang tidak ada keperluan mendesak, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk menunda kegiatan di luar ruangan sampai kondisi membaik. Dengan begitu, Anda tidak perlu terlalu lama berada di lingkungan yang penuh abu.
Menutup Pintu, Jendela, Makanan, dan Sumber Air

Tutup Pintu dan Jendela/Foto: Magnific
Begitu abu mulai masuk ke daerah tempat tinggal, rumah juga perlu dibuat seaman mungkin dari paparan. Tutup pintu dan jendela untuk mengurangi kemungkinan abu dari luar masuk dan mengendap di dalam ruangan.
Bukan hanya pintu dan jendela yang perlu diperhatikan. Wadah makanan dan sumber air juga sebaiknya ditutup agar abu tidak langsung jatuh ke dalamnya. Coba cek juga area rumah yang terbuka dan mungkin menjadi tempat abu berkumpul.
Kalau di rumah Anda menggunakan AC, perhatikan juga sistemnya. Hindari penggunaan AC yang mengambil udara langsung dari luar lantaran perihal tersebut dapat membawa udara yang mengandung abu masuk ke dalam ruangan.
Memang agak merepotkan jika kudu lebih sering menutup rumah. Namun, saat abu vulkanik sedang menyebar, langkah mini seperti ini bisa membantu mengurangi paparan yang tidak perlu.
Membatasi Aktivitas di Luar Ruangan

Batasi Aktivitas Outdoor/Foto: Magnific
Ada urusan di luar rumah yang sebenarnya bisa ditunda? Kalau bisa, tunggu sampai kondisi lebih aman. Membatasi kegiatan di luar ruangan menjadi langkah sederhana yang bisa Anda lakukan selama daerah tetap terdampak abu.
Semakin lama Anda berada di luar, semakin besar pula kesempatan untuk terpapar partikel abu. Apalagi jika kondisi sedang berdebu dan abu mudah beterbangan akibat angin alias kegiatan kendaraan.
Namun, tentu saja tidak semua orang bisa bekerja alias beraktivitas dari rumah. Kalau memang kudu keluar, gunakan masker dengan betul dan pertimbangkan memakai pelindung mata. Langkah ini terutama krusial ketika abu terlihat cukup tebal alias beterbangan di udara.
Kamu juga bisa mengatur ulang kegiatan yang tidak terlalu penting. Misalnya, jika biasanya olahraga pagi di luar rumah, untuk sementara pindahkan kegiatan tersebut ke dalam ruangan.
Intinya, langkah melindungi diri dari abu vulkanik bukan berfaedah kudu berakhir beraktivitas sepenuhnya. Kamu hanya perlu lebih selektif menentukan kapan kudu keluar dan gimana melindungi diri ketika berada di luar.
Membersihkan Abu, Jangan Asal Disapu!

Bersihkan Debu dengan Seksama/Foto: Magnific
Melihat laman alias teras penuh abu memang bikin tangan gatal mau langsung mengambil sapu. Eits, tahan dulu, Beauties. Membersihkan abu vulkanik dalam kondisi kering justru bisa membikin partikelnya kembali beterbangan ke udara.
Karena itu, jangan langsung menyapu abu secara kering. Basahi secukupnya terlebih dulu alias gunakan kain lembap, kemudian bersihkan secara perlahan. Cara ini membantu mengurangi abu yang beterbangan selama proses pembersihan.
Kamu juga tetap perlu memakai masker dan pelindung mata ketika membersihkan area yang terkena abu. Jangan sampai niatnya membersihkan rumah, tetapi Anda malah terlalu banyak terpapar abu saat proses tersebut.
Kalau abu sudah menumpuk di beberapa area, bersihkan secara bertahap. Tidak perlu terburu-buru menyelesaikan semuanya sekaligus, terutama jika abu tetap beterbangan alias kondisi di luar belum memungkinkan.
Memantau Informasi dari Sumber Resmi

Pantau Informasi dari Sumber Resmi/Foto: Magnific
Terakhir, jangan sampai Anda hanya mengandalkan info dari grup chat alias unggahan yang belum jelas sumbernya. Saat kondisi gunung tetap berstatus Siaga, perkembangan situasi bisa berubah sehingga info terbaru menjadi sangat penting.
Pantau info dari kanal resmi pemerintah dan lembaga yang berwenang. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui perkembangan sebaran abu, imbauan keselamatan, hingga info mengenai daerah yang perlu dihindari.
Kalau mendapatkan info yang belum jelas, sebaiknya jangan langsung meneruskannya. Cek terlebih dulu sumber dan kebenarannya. Di tengah situasi seperti ini, satu info yang keliru bisa membikin orang lain mengambil keputusan yang salah.
Lima langkah tersebut menjadi bagian dari 5M untuk lindungi diri yang dapat dilakukan masyarakat saat wilayahnya terdampak sebaran abu. Tetap tenang tanpa mengabaikan kondisi sekitar.
Kalau wilayahmu mulai terdampak abu vulkanik, ikuti pengarahan dari pemerintah dan lembaga berwenang, terutama jika ada imbauan untuk menghindari area tertentu. Stay safe, Beauties!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)