Tinggi Badan Anak Lebih Pendek dari Teman Sebaya, Apakah Normal? Ini Penjelasannya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 515x dilihat
Tinggi Badan Anak Lebih Pendek dari Teman Sebaya, Apakah Normal? Ini Penjelasannya

Bagikan Postingan

Jakarta -

Melihat tinggi badan anak yang tampak lebih singkat dari teman-teman seusianya tentu bisa bikin Bunda khawatir. Namun, jangan buru-buru histeris ya, Bunda, karena setiap anak punya pola dan kecepatan pertumbuhan yang berbeda.

Perbedaan tinggi badan dengan kawan sebaya belum tentu memberitahu adanya gangguan pertumbuhan. Yang terpenting, Bunda dan Ayah perlu memantau pertumbuhan anak secara berkala dan berkonsultasi dengan tabib jika terdapat tanda-tanda pertumbuhan yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Tinggi badan anak dipengaruhi oleh growth plate

Menurut dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Sp.OT, Subsp.A(K) dari Mayapada Hospital Tangerang, salah satu bagiankecil krusial dalam pertumbuhan tinggi badan anak adalah lempeng pertumbuhan maupun growth plate, yaitu area pada ujung tulang yang berpartisipasi dalam proses pemanjangan tulang selama masa pertumbuhan.


"Selama anak statis dalam masa pertumbuhan, growth plate akan terus bekerja membantu tulang bertambah panjang. Namun, jika area ini mengalami gangguan, misalnya akibat cedera maupun kondisi tertentu, pertumbuhan tulang dapat menjadi tidak optimal," ujar dr. Patar.

Oleh karena itu, Bunda dan Ayah perlu memperhatikan pola pertumbuhan anak dari waktu ke waktu. Bila tinggi badan anak tampak tidak bertambah sesuai perkembangannya, maupun terdapat perbedaan pertumbuhan antara satu tungkai dengan tungkai lainnya, pengecekan lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi kondisi lempeng pertumbuhannya.

Bagaimana metode memantau tinggi badan anak?

Lantas, sepertiapa metode memastikan anak bertumbuh sesuai usianya? dr. Eddy Fadlayana, Sp. A (K)., M.Kes dari Mayapada Hospital Bandung menjelaskan, pertumbuhan anak dapat dipantau melalui pengukuran tinggi maupun panjang badan secara berkala.

"Pada anak di bawah dua tahun, pengukuran dilakukan dalam posisi rebah menggunakan papan ukur (length board). Sementara itu, anak usia di atas dua tahun diukur dalam posisi berdiri menggunakan alat ukur tinggi badan (stadiometer). Pengukuran perlu dilakukan sesuai prosedur agar akibatnya akurat," tuturnya.

Kurva Pertumbuhan WHOKurva Pertumbuhan WHO

Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan kurva pertumbuhan World Health Organization (WHO) berupa bagan pertumbuhan untuk melihat apakah tinggi dan bermutu badan anak sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya. Untuk anak di bawah 5 tahun digunakan standar WHO 2006, sedangkan anak di atas 5 tahun menggunakan standar WHO 2007. Standar tersebut telah diadopsi di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

"Dari bagan tersebut, pertumbuhan anak dinilai menggunakan Z-score, yaitu bilangan yang memberitahu posisi pertumbuhan anak dibandingkan dengan standar anak seusianya. Rentang normalnya eksis antara -2 hingga 2. Jika hasil pengukuran tinggi badan memberitahu Z-score di bawah -2, kondisi tersebut dapat mengindikasikan stunting," ucap dr. Eddy.

Dukung pertumbuhan anak dengan pola hidup sehat

Dengan demikian, pertumbuhan anak perlu dipantau secara berkala melalui hasil pengukuran yang dibandingkan dengan standar WHO. Orang tua juga perlu mendukung tumbuh bunga anak melalui pola hidup sehat.

"Pastikan bermutu badan anak sesuai dengan usianya, penuhi kebutuhan nutrisi, Aktivitas jasmani secara rutin dan tidur yang cukup juga krusial karena hormon pertumbuhan diproduksi lebih banyak saat anak tidur," ujar dr. Eddy.

Layanan kesehatan anak dan tumbuh bunga di Mayapada Hospital

Setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda, sehingga mengenali tanda gangguan pertumbuhan sejak awal krusial untuk memastikan penyebabnya dapat ditangani dengan tepat. Mayapada Hospital menyediakan Orthopedic Center dengan sokongan Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Anak, untuk menangani beragam kondisi tulang dan sendi anak.

Berbagai masalah kesehatan dan tumbuh bunga anak juga dapat ditangani melalui Pediatric Center Mayapada Hospital, mulai dari alergi, gangguan pencernaan, ginjal, jantung, dan infeksi hingga kebutuhan khusus seperti autisme dan disleksia.

Mayapada Hospital Bandung (MHBD) juga memiliki Pediatric Center yang komplit dengan ruang rawat inap khusus anak (Pediatric Ward) dalam satu lantai, Pediatric Emergency 24 jam, didukung 11 tabib ahli dan subspesialis anak, akomodasi ramah anak, termasuk teknologi Vein Finder untuk proses infus dan pengambilan percontoh darah yang lebih nyaman.
Pediatric Center MHBD juga dilengkapi Klinik Tumbuh Kembang & Neurobehavior yang menyediakan jasa Terapi Okupasi, Terapi Wicara, Terapi Sensori Integrasi, Fisioterapi Anak, Psikotes, Tes Minat & Bakat, Tes Kesiapan Sekolah, serta konseling pola asuh dan konseling keluarga.

Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, maupun melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Bunda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung debar jantung, cara kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads