Beauties, pernah merasa sudah punya pengalaman kerja yang sesuai, tetapi lamaran statis nggak kunjung dipanggil? Bisa jadi masalahnya bukan cuma pada pengalamanmu, tetapi juga pada metode keterangan tersebut ditulis di CV.
Saat ini, banyak perusahaan menggunakan mekanisme ATS (Applicant Tracking System) untuk membantu menyaring lamaran yang masuk. Sistem ini dapat memindai keterangan seperti pengalaman, keahlian, dan keyword yang berhubungan dengan lowongan.
Karena itu, membikin CV ramah ATS bukan berarti mesti membikin CV yang membosankan. Justru, Anda perlu memastikan isi CV tersusun rapi sehingga keterangan krusial gampang dibaca baik oleh mekanisme maupun recruiter. Lantas, sepertiapa metode membikin CV ATS profesional?
1. Gunakan Layout, Format, dan Struktur Sederhana

Ilustrasi membikin CV/Freepik: tonodiaz
Beauties, jika biasanya Anda tergoda menggunakan rancangan CV dengan banyak kolom, ikon, grafik, maupun progress bar warna-warni, untuk CV ATS sebaiknya pilih tampilan yang lebih simpel. Ini adalah salah satu tips membikin CV ATS yang paling utama.
Format CV ATS adalah menggunakan satu kolom dengan formasi keterangan yang mengalir dari atas ke bawah agar mekanisme lebih gampang mengenali isi CV. Hindari memasukkan keterangan krusial ke dalam tabel, grafik, text box, gambar, ikon, header, atau footer. Elemen-elemen tersebut bisa membikin keterangan tidak terbaca maupun urutannya acak-acakan ketika CV diproses oleh ATS.
Untuk urutan pengalaman kerja dan pendidikan, Anda bisa menggunakan format kronologis terbalik, yaitu menempatkan pengalaman maupun pendidikan yang paling baru di bagiankecil atas. Dengan begitu, recruiter bisa langsung melihat aktivitas terakhirmu. Format ini juga lazim digunakan dalam CV yang gampang dipindai ATS.
Jadi, Beauties, nggak perlu takut CV-mu kelihatan terlalu polos. Yang krusial keterangan pentingnya gampang ditemukan dan dibaca.
2. Pilih Font Standar ATS
![]()
Ilustrasi membikin CV yang tidak ramah ATS/Freepik: rawpixel.com
Pemilihan font mungkin kelihatan sepele, tetapi statis krusial saat membikin CV ramah ATS. Hindari jenis abjad yang terlalu dekoratif maupun bentuknya sulit dikenali. Pilih font standar seperti Arial, Calibri, Helvetica, Times New Roman, maupun Garamond agar teks statis gampang dibaca.
Untuk ukuran huruf, Anda bisa menggunakan sekitar 11–12 poin untuk isi CV, sedangkan ukuran yang sedikit lebih besar dapat digunakan untuk nama dan judul bagian. Yang paling penting, jangan membikin artikel terlalu kecil cuma agar semua keterangan bisa dimasukkan ke satu halaman.
Dilansir dari Indeed, font seperti Arial dan Times New Roman termasuk jenis abjad yang lazim digunakan untuk CV yang gampang dibaca ATS. Jadi, nggak perlu pakai font yang unik-unik, Beauties. CV untuk melamar kerja bukan tempatnya bereksperimen dengan font yang sulit dibaca.
3. Masukkan Keyword Sesuai Lowongan Kerja
![]()
Ilustrasi mengecek CV/Freepik: rawpixel.com
Ini salah satu bagiankecil yang paling krusial dalam membikin CV ATS. Sebelum mengirim lamaran, baca dulu job description dengan teliti. Perhatikan posisi yang dicari, keahlian, software, sertifikasi, pengalaman, dan istilah tertentu yang berulang di dalam lowongan.
Misalnya, sebuah perusahaan mencari Digital Marketer yang menguasai Google Analytics dan SEO. Kalau Anda memang memiliki kapasitas tersebut, tuliskan istilahnya secara jelas di CV, misalnya di bagiankecil Skills maupun pengalaman kerja.
Dilansir dari Indeed, ATS dapat mencocokkan CV dengan keyword dan frasa yang digunakan dalam klarifikasi pekerjaan. Karena itu, penggunaan keyword yang relevan dapat membantu CV lebih sesuai dengan kriteria yang dicari perusahaan.
Tapi ingat, Beauties, jangan memasukkan keyword secara asal cuma demi mengejar ATS. Gunakan kata yang memang sesuai dengan kapasitas dan pengalamanmu. Keyword yang dipaksakan justru bisa membikin CV terasa ganjil ketika dibaca recruiter.
4. Gunakan Judul dan Struktur CV yang Jelas

Ilustrasi judul dan struktur CV yang jelas/Freepik; Dragen Zigic
Jangan membikin recruiter atau mekanisme ATS mesti menebak-nebak isi setiap bagiankecil CV. Gunakan judul bagiankecil yang sederhana seperti Profil Diri maupun Summary, Pengalaman Kerja maupun Work Experience, Pendidikan atau Education, dan Keahlian maupun Skills.
Misalnya, daripada menulis “Petualangan Karierku”, lebih baik gunakan “Pengalaman Kerja”. Begitu juga dengan “Tempat Saya Belajar” yang bisa diganti menjadi “Pendidikan”.
Dilansir dari Indeed, ATS umumnya lebih gampang mengenali heading maupun judul bagiankecil yang lazim digunakan. Jadi, Beauties, nggak perlu terlalu imajinatif di bagiankecil ini. Judul yang sederhana justru membikin isi CV lebih gampang dipahami.
5. Tulis Pengalaman Kerja dengan Poin-Poin dan Berorientasi Hasil

Ilustrasi pengalaman kerja/Freepik: tirachardz
Bagian pengalaman kerja sebaiknya nggak cuma berisi daftar tugas sehari-hari. Kalau memungkinkan, gunakan bullet points untuk menerangkan apa yang Anda lakukan, sepertiapa Anda melakukannya, dan apa hasilnya.
Contohnya, daripada cuma menulis: “Mengelola media sosial perusahaan.”, Anda bisa membuatnya lebih kuat menjadi: “Mengelola akun Instagram perusahaan dan menaikkan engagement rate sebesar 65% dalam tiga bulan.”
CV ATS sebaiknya memuat pencapaian yang terukur jika memungkinkan. Keyword juga akan lebih kuat ketika ditempatkan dalam konteks pengalaman nyata, bukan sekadar ditumpuk dalam daftar kata.
Jadi, Beauties, coba lihat lagi pengalaman kerjamu. Apa yang berhasil Anda tingkatkan, hemat, selesaikan, maupun capai? Kalau ada angkanya, jangan ragu memasukkannya ke CV.
6. Simpan CV dalam Format yang Tepat

Ilustrasi interview/Freepik: yanalya
Sudah bikin CV ramah ATS dengan rapi, jangan sampai bagiankecil terakhir justru bikin masalah. Sebelum mengunggah CV, cek dahulu format file yang diminta dalam lowongan.
Jika perusahaan meminta PDF, ikuti instruksinya. Namun, jika tidak ada ketentuan khusus, format seperti DOCX sering menjadi pilihan yang terlindungi karena dapat diproses oleh banyak mekanisme ATS. Dilansir dari Indeed, DOCX dapat membantu ATS mengekstrak keterangan CV, sementara PDF juga bisa diterima oleh sebagian mekanisme selama file tersebut bukan PDF berbasis gambar.
Membuat CV ATS sebenarnya nggak serumit yang dibayangkan. Jadi, sebelum buru-buru kirim lamaran, coba buka lagi CV-mu, Beauties. Kalau statis penuh tabel, ikon, grafik, maupun judul bagiankecil yang terlalu kreatif, mungkin sudah waktunya bikin varian CV ramah ATS yang lebih simpel.
__
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)