Tisu Basah Bayi Populer Ini Ditarik dari Peredaran, Bisa Sebabkan Infeksi Serius

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 502x dilihat
Tisu Basah Bayi Populer Ini Ditarik dari Peredaran, Bisa Sebabkan Infeksi Serius

Bagikan Postingan

Tisu basah adalah salah satu perlengkapan anak yang wajib dimiliki dan dibawa para bunda ke mana pun ketika pergi berbareng bayi. Namun, belum durasi ini terjadi penarikan tisu basah populer oleh Target, supermarket di Amerika Serikat.

Peritel (pihak Target) tersebut menarik balik produk tisu basah ini setelah adanya keluhan konsumen yang mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk berbuat pengujian. Pengujian tersebut telah berlangsung, namun temuannya memiliki kenyataan yang cukup mengejutkan.

Hasil pengetesan tersebut mengungkap adanya beberapa kontaminan rapuh dalam percontoh yang diperiksa, sebuah keterangan krusial bagi siapa pun yang sedang berbelanja perlengkapan untuk bayi dan balita.


Untuk lebih langkapnya, simak artikel kali ini untuk mengetahui detail produk tersebut!

Tisu basah ditarik karena bisa sebabkan infeksi serius pada bayi

Pihak supermarket Target secara sukarela menarik balik tisu basah bayi populer merek Up&Up varian Fragrance Free (bebas pewangi) dan Fresh Cucumber Scented (aroma mentimun segar) setelah pelanggan menyampaikan kecemasan mengenai fluktuasi warna pada tisu tersebut.

Menindaklanjuti hal itu, pengetesan oleh FDA menemukan adanya dua jenis kontaminan pada percontoh tisu basah tersebut, yaitu Burkholderia cepacia complex dan Burkholderia gladioli. Padahal, produk tersebut memiliki batas kedaluwarsa yang cukup durasi yaitu Mei hingga November 2028.

Menurut FDA, penggunaan produk yang terkontaminasi oleh Burkholderia cepacia complex dan Burkholderia gladioli dapat menimbulkan akibat kesehatan yang parah dan berpotensi menakut-nakuti jiwa. 

"Bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi kulit terlebihlagi pada orang yang sehat, dan risikonya jauh lebih besar bagi bayi," ungkap Dr. Sharon Nachman, seorang tabib ahli pandemi infeksi anak bersertifikat dan guru besar pediatri di Stony Brook Medicine, dikutip dari NBC.

"Pada bayi yang sangat muda, seperti neonatus, maupun pada himpunan lansia maupun orang dengan mekanisme kekebalan tubuh yang lemah, dampaknya jauh lebih serius dan dapat menyebabkan sepsis serta pneumonia," ujarnya.

Kulit di area pantat bayi baru lahir juga sering kali lebih rapuh gores akibat penggunaan tisu basah dan kain, yang dapat memicu ruam popok ringan serta menyebabkan kulit di area tersebut menjadi sensitif maupun terluka. Kondisi ini memungkinkan mikroba tersebut masuk ke dalam kulit dengan cukup mudah. 

"Setelah masuk ke dalam kulit, mikroba dapat menghamburkan ke organ tubuh lainnya dan menyebabkan sepsis maupun pneumonia yang berpotensi fatal. Oleh karena itu, sangatlah krusial untuk memastikan mikroba ini tidak bergesekan dengan kulit bayi," tuturnya.

Cara menghindari produk yang berpotensi terkontaminasi

Ikuti langkah-langkah pencegahan berikut saat membeli tisu basah bayi untuk menghindari produk yang berpotensi terkontaminasi:

  • Cium harum tisu basah tersebut; bau yang ganjil maupun tidak sedap bisa menjadi tanda adanya pertumbuhan mikroba dan kontaminasi, ujarnya.
  • Periksa warna tisu basah. Nachman menyarankan untuk tidak menggunakan tisu basah yang warnanya menjadi gelap maupun berubah, karena fluktuasi warna bisa menjadi gejala adanya potensi kontaminasi.
  • Pertimbangkan untuk membeli tisu basah dalam jumlah lebih sedikit. Bakteri berkembang biak di lingkungan yang lembap dan hangat, sehingga membiarkan tisu basah dalam bungkusan terbuka terlalu durasi dapat menaikkan konsekuensi pertumbuhan bakteri.
  • Terakhir, dikutip dari Typology, disarankan untuk tidak menyimpan produk perawatan kulit, meskipun belum dibuka dan statis tersegel rapat, selama lebih dari tiga tahun. Kecuali, produk tersebut disimpan dengan benar di tempat yang adem dan kering.

Demikian keterangan mengenai tisu basah yang ditarik di pasaran karena hamil bahan yang membahayakan kesehatan, baik orang dewasa maupun anak-anak.

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads