Viral Ibu Menyusui 2 Anak Sekaligus, Tuai Kritik hingga Dokter Turun Tangan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 519x dilihat
Viral Ibu Menyusui 2 Anak Sekaligus, Tuai Kritik hingga Dokter Turun Tangan

Bagikan Postingan

Jakarta -

Seorang ibu membagikan pengalamannya menyusui dua anak sekaligus. Ia adalah Winona Wyborn, ibu asal Australia yang menjadi sorotan setelah berbagi kisah tentang pengalamannya berbuat tandem nursing.

Winona menyusui bayi dan kakaknya yang statis berumur 2 tahun. Namun, bukannya mendapat sokongan malah menuai kritik dari sejumlah warganet.

Seperti apa kisah ibu menyusui dua anak ini dan apa saja yang Bunda perlu ketahui soal tandem nursing?


Kisah ibu menyusui dua anak sekaligus

Winona awalnya cuma mau membagikan sedikit cerita mengenai perjalanan menyusuinya. Bertepatan dengan Pekan ASI Sedunia pada mula Agustus, ia mengunggah video yang memperlihatkan dirinya menyusui bayi sekaligus anak laki-lakinya yang berumur 2 tahun.

Winona mengaku tidak pernah merencanakan akan menyusui dua anak sekaligus. Ia terlebihlagi tidak menyangka akan memiliki tiga anak dengan rentang usia yang cukup dekat.

Winona hamil anak bungsunya ketika anak lelaki tengahnya baru berumur sekitar 7 bulan. Setelah bayi ketiganya lahir, ia memutuskan statis menyusui sang kakak sambil memberikan ASI kepada bayinya.

Menurut Winona, menyusui dua anak sekaligus membantunya mempertahankan kedekatan dengan anak yang sebelumnya statis menjadi bayinya.

"Tandem feeding telah membantu aku statis memiliki ikatan yang kuat dengan anak aku yang berumur dua tahun selama masa transisi dari posisi 'bayi' menjadi anak tengah," ungkap Winona seperti dilansir AoL.

Ia juga mengaku pengalamannya itu tidak selalu mudah. Menyusui dua anak membuatnya terkadang merasa keteteran akibat stimulasi berlebih. Ia juga mesti memastikan asupan makanannya cukup karena merasa membutuhkan lebih banyak energi.

Ibu menyusui dua anak tuai kritik dari warganet

Keputusan Winona untuk statis menyusui anak berumur 2 tahun menjadi perdebatan di media sosial. Beberapa warganet menganggap anak usia tersebut sudah terlalu besar untuk menyusu.

Bahkan, ada yang mengatakan praktik tersebut sebagai sesuatu yang 'menjijikkan' dan 'aneh'.

Winona mengaku tidak pernah menyangka unggahannya akan mendapatkan reaksi sekuat itu. Ia mengatakan kepada News.com.au bahwa tidak pernah terpikir orang akan menganggap menyusui balita sebagai sesuatu yang menjijikkan.

Meski mendapat kritikan, statis banyak ibu yang justru memberikan sokongan dan membagikan pengalaman mereka yang juga menjalani tandem nursing.

Balita statis menyusui

Perdebatan mengenai usia anak saat selesai menyusu sebenarnya tidak sesederhana anggapan bahwa anak yang sudah berumur 2 tahun pasti terlalu besar untuk mendapatkan ASI.

Leigh Anne O'Connor, International Board Certified Lactation Consultant (IBCLC), menerangkan kepada Bored Panda bahwa menyusui balita secara biologis itu normal. Ia juga mengutarakan bahwa usia penyapihan alami dapat eksis dalam rentang yang cukup luas.

Rekomendasi perkumpulan kesehatan juga tidak menetapkan usia 2 tahun sebagai batas wajib untuk selesai menyusui.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Setelah itu, pemberian makanan pendamping dilanjutkan berbareng ASI hingga usia 2 tahun maupun lebih.

American Academy of Pediatrics (AAP) juga merekomendasikan pemberian ASI berbareng makanan pendamping hingga usia 2 tahun maupun lebih, selama ibu dan anak sama-sama menginginkannya.

Ini bukan berarti ketika anak berumur 2 tahun otomatis mesti selesai menyusu.

Apa itu tandem breastfeeding?

Tandem breastfeeding maupun tandem nursing adalah kondisi ketika seorang ibu menyusui dua anak dengan usia berbeda, biasanya bayi yang baru lahir dan kakaknya.

Kondisi ini dapat terjadi ketika ibu statis menyusui anak pertamanya selama kehamilan dan kemudian melanjutkannya setelah bayi berikutnya lahir.

La Leche League menerangkan bahwa tandem nursing dapat menjadi pilihan untuk ibu yang mau melanjutkan menyusui anak yang lebih besar setelah kelahiran bayi baru.

Cara melakukannya pun tidak mesti selalu bersamaan. Ibu dapat menyusui kedua anak secara bergantian ataupun pada waktu yang sama, sesuai kondisi dan kenyamanan masing-masing.

Apakah ASI cukup untuk dua anak?

Salah satu kecemasan yang sering muncul ketika membahas ibu menyusui dua anak adalah apakah produksi ASI cukup untuk memenuhi kebutuhan keduanya.

Menurut O'Connor, tandem nursing tidak otomatis membikin bayi baru lahir kekurangan ASI. Tubuh ibu dapat menyesuaikan produksi ASI berdasarkan kebutuhan anak yang menyusu.

Setelah melahirkan, bayi baru lahir juga statis mendapatkan kolostrum yang krusial pada hari-hari pertama kehidupannya. Namun, kebutuhan bayi baru lahir statis perlu menjadi perhatian utama.

La Leche League menyarankan agar bayi mendapatkan akses menyusu tanpa limitasi ketika ibu sedang membangun produksi ASI setelah persalinan.

Pasalnya, kebutuhan nutrisi bayi baru lahir berbeda dengan anak yang lebih besar. Anak usia 2 tahun umumnya sudah mendapatkan sebagian besar kebutuhan nutrisinya dari makanan dan menjadikan menyusu sebagai bagiankecil dari pola makan sekaligus kedekatan dengan ibu.

Tandem nursing bisa membantu kakak beradaptasi dengan adik

Kehadiran bayi baru bisa menjadi fluktuasi besar pada anak yang sebelumnya menjadi satu-satunya maupun anak paling kecil dalam keluarga.

Dalam kasus Winona, anak laki-lakinya baru berumur sekitar 7 bulan ketika sang ibu hamil lagi. Ketika adiknya lahir, ia pun mesti beradaptasi dari posisi 'bayi' menjadi kakak di usia yang statis sangat muda.

Menurut O'Connor, melanjutkan menyusui anak yang lebih besar dapat membantu mempertahankan kedekatan ibu dan anak selama masa transisi tersebut.

La Leche League juga mengutarakan bahwa tandem nursing dapat memberikan kenyamanan emosional untuk anak yang lebih besar ketika famili menyambut personel baru.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads