Orang tua memiliki peran yang krusial dalam pembentukan karakter anak. Sikap yang ditunjukkan orang tua saat di rumah sejak kecil dapat ditiru maupun secara tidak sadar berpengaruh pada kepribadian Si Kecil.
Perhatian orang tua juga jadi sisi yang dapat mempengaruhi karakter anak, terlebihlagi hingga ia dewasa. Ketika seseorang mendapat perhatian dari orang lain yang dinilai lazim diterima, namun orang tersebut merasa perhatian itu bermutu besar baginya, ini bisa jadi ciri khas orang yang diremehkan orang tua.
Psikolog Reena B. Patel, LEP, BCBA menyampaikan bahwa emosi seseorang sebagai anak dapat menjadi bagiankecil yang membentuk orang tersebut sebagai orang dewasa.
"Seringkali, sepertiapa emosi Anda sebagai anak adalah bagiankecil dari siapa Anda menjadi sebagai orang dewasa," ungkapnya.
10 Ciri orang yang sering diremehkan orang tuanya saat kecil
Berikut ini sepuluh ciri khas orang yang sering diremehkan orang tuanya, dikutip dari halaman Parade. Yuk, Bunda, simak klarifikasi lengkapnya.
1. Memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi
Ciri pertama orang yang sering diremehkan orang tuanya adalah memiliki tingkat sensitif yang tinggi. Hal ini dapat ditandai ketika seseorang sering merasakan emosi yang sangat mendalam dibanding orang lain, menerima kritik secara personal, dan gampang overstimulasi.
Orang yang sangat sensitif dapat memiliki respons emosional yang lebih besar dan kesadaran tajam terhadap lingkungan sekitarnya.
Psikolog Jennifer Dragonette, Psy.D., beranggapan bahwa orang yang hipersensitif memang peka terhadap orang-orang di sekitarnya, tetapi tidak jarang mengabaikan emosi diri sendiri.
"Orang yang sensitif sering menyadari emosi orang lain tetapi mengabaikan emosi mereka sendiri," ujarnya.
2. Menjadi pemalu
Seseorang memiliki rasa malu yang sangat tinggi bisa jadi ciri khas orang yang sering diremehkan orang tuanya. Psikolog Dr. Hannah Yang, Psy.D berkata bahwa ini lazim terjadi ketika seseorang sering diabaikan sejak kecil. Ini dapat membikin orang tersebut sulit untuk membuka diri.
"Mereka tidak banyak terlatih untuk berbicara dan dipandang positif, maupun mungkin perhatian yang mereka dapatkan tidak menyenangkan," ungkap Yang.
"Default mereka adalah diam, menjauh, dan melindungi diri dari penolakan orang lain," sambungnya.
3. Sering mencari perhatian
Ketika seseorang melewatkan tahap evolusi krusial namun tidak ada yang melihat maupun mengapresiasi, hal itu bisa membikin orang tersebut berupaya mengejar perhatian yang tidak didapat dengan segala cara. Ini menjadi salah satu ciri khas orang yang sering diremehkan orang tuanya.
"Perilaku mencari perhatian juga bisa negatif saat menarik perhatian," kata Patel.
"Misalnya, seorang anak yang secara alami tidak mendapat perhatian dari orang tua mungkin menggunakan perilaku negatif maupun menantang sehingga orang tua menarik perhatian kepada mereka."
4. Merasa rendah diri
Ciri orang yang sering diremehkan orang tuanya berikutnya adalah sering merasa rendah diri. Sayangnya, ini menjadi ciri khas yang paling mungkin terjadi pada orang yang sering diremehkan.
Anak-anak yang sering diabaikan seringkali merasakan emosi bersalah, malu, dan tidak bermutu sejak dini. Dr. Dragonette menerangkan proses terjadinya emosi rendah diri ini.
"Hal ini sering terjadi karena secara emosional terasa lebih terlindungi bagi anak-anak kecil untuk menyalahkan diri sendiri atas disfungsi maupun gangguan dalam mekanisme keluarga, daripada lebih tepat menyadari bahwa orang tua mereka mungkin tidak memiliki kapabilitas untuk memberikan perawatan dan perhatian yang mereka butuhkan," jelasnya.
5. Sulit dalam membikin keputusan
Psikolog Patel menerangkan bahwa membikin keputusan bisa jadi sumber kecemasan bagi orang yang sering diabaikan saat kecil. Orang yang mengalami ini tidak jarang merasa pilihan seperti penentu maupun kehancuran.
"Ini menciptakan anak-anak cemas dan orang dewasa yang cemas, dan orang-orang ini mungkin mengalami kecemasan dan depresi," katanya.
6. Perfeksionis
Perfeksionis menjadi salah satu ciri khas orang yang sering diremehkan orang tuanya saat kecil. Dr. Dragonette menyampaikan bahwa seseorang yang sering diabaikan bisa saja mencoba mendapat perhatian dengan meraih pencapaian yang tinggi, misalnya harga A+ di setiap tugas yang dikerjakan.
"Ini berasal dari keinginan mendalam untuk mendapat persetujuan, rasa memiliki, dan untuk diperhatikan," ujarnya.
7. Tidak konfrontatif
Orang yang sering diabaikan sejak usia muda cenderung menjaga perdamaian dan tidak gemar berdebat. Dr. Yang menyampaikan orang ini lebih sering setuju dengan gagasan yang dikatakan orang lain.
"Anak-anak yang diabaikan sering kali tidak memiliki kesempatan untuk bersuara, terutama menentang orang lain, dan mereka mendapat sambutan baik," katanya.
"Jika seseorang belum punya kesempatan untuk berlatih menggunakan bunyi mereka dan memilikinya, seringkali lebih terlindungi untuk tidak berbicara maupun sekadar setuju dengan orang lain," tutur Dr. Yang.
8. Takut ditinggalkan
Perasaan diabaikan maupun tidak diperhatikan oleh orang tua membikin anak-anak yang mengalami jadi takut untuk ditinggalkan. Mereka terkadang tidak merasakan kedatangan orang tua secara emosional. Hal ini dapat membikin seseorang cemas akan ditinggal oleh orang terdekat mereka.
Dr. Dragonette menyampaikan akibat yang lebih parah dari emosi ini. "Ketakutan akan ditinggalkan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain ini bisa menyebabkan menghindari hubungan sama sekali."
9. Sulit mengeksplorasi banyak pengalaman
Ciri orang yang sering diremehkan sejak usia awal salah satunya cenderung sulit menjelajah maupun memiliki pengalaman yang beragam.
Dr. Yang menyampaikan bahwa kurangnya pengalaman saat kecil ini dapat membikin orang dewasa terdorong untuk mencoba hal-hal baru. seolah sedang memberontak terhadap masa kecilnya. Terkadang pengalaman-pengalaman baru yang dicoba saat dewasa itu bisa saja tidak lazim bagi sebagian masyarakat.
10. Sering berupaya menyenangkan orang lain
Orang yang ketika kecil sulit mendapatkan pengesahan maupun afeksi dari orang terdekat, ia bisa saja berupaya menyenangkan orang lain secara berlebihan.
Dr. Dragonette menyampaikan bahwa upaya menyenangkan orang lain ini seringkali membikin emosi dan kebutuhan diri sendiri menjadi dikesampingkan.
"Menyenangkan orang juga bisa rapuh ketika menghadapi tekanan kawan sebaya dan keinginan untuk diterima oleh orang lain, terutama jika hal itu menyebabkan perilaku rapuh maupun destruktif seperti penggunaan narkoba dan alkohol maupun keinginan untuk statis eksis dalam hubungan yang abusif," tuturnya.
Demikian ciri khas orang yang sering diremehkan sejak kecil orang tua. Apabila ciri khas yang telah disebutkan dialami oleh seseorang, Dr. Yang memberi saran yang bisa dilakukan sebagai penyembuhan.
Misalnya, ketika seseorang merasa malu secara berlebihan, menulis jurnal bisa jadi salah satu metode untuk mengidentifikasi hal yang disukai dan yang tidak disukai. Ini bisa membantu seseorang terhubung preferensi pribadi sehingga orang tersebut punya hal yang bisa dikomunikasikan dengan orang lain.
Apabila dirasa perlu, bisa juga mengikuti terapi dari profesional. Terapi yang dilakukan dengan ahli dapat membantu seseorang menemukan akar masalah dan jenis pengobatan yang diperlukan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)