10 Tanda Orang Belum Dewasa secara Emosional

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 36x dilihat
10 Tanda Orang Belum Dewasa secara Emosional

Bagikan Postingan

Kedewasaan emosional tidak dapat diukur cuma dari usia, melainkan dari metode seseorang merespons tekanan, bertanggung jawab, serta menyikapi sebuah masalah dengan pola pikir yang positif.

Orang yang belum dewasa secara emosional dapat diketahui dari perilakunya sehari-hari. Dengan mengetahui ciri-cirinya, maka bisa membantu saat mesti salingberhadapan dengan mereka dan tidak terpengaruh oleh energinya.

Lantas, apa saja tanda orang yang belum dewasa secara emosional? Dilansir dari Verywell Health, berikut rangkuman informasinya. Simak!

1. Selalu Menghindari Masalah

Ilustrasi menghindari masalah/ Foto: Magnific.com/pressfoto

Orang yang belum dewasa secara emosional cenderung menghindari masalah dan situasi yang sulit. Itu karena mereka kesulitan menghadapi ketidaknyamanan, tidak bisa berpikir kritis, maupun berpikiran terbuka untuk mendengarkan apa yang dikatakan orang lain.

Alih-alih menghadapi dan menyelesaikan masalah yang ada, mereka justru sering mengulur waktu, mengalihkan topik, maupun berpura-pura tidak tahu ketika diajak membicarakan masalah serius maupun dihadapkan pada topik yang berat.

2. Tidak Bertanggung Jawab

Ilustrasi tidak bertanggung jawab/ Foto: Magnific.com/magnific

Kematangan emosional seseorang juga bisa dilihat dari kapasitas mereka dalam berkewajiban maupun memungut keputusan. Orang yang belum dewasa secara emosional akan melempar kesalahan kepada orang lain dan berkata “Ini bukan salah aku”.

Saat berbuat kesalahan kecil sekali pun, mereka cenderung mengelak dan tidak mengakuinya. Tak heran jika kalimat permintaan ampun jarang terdengar dari mereka karena sering merasa tidak bersalah.

3. Kurang Empati

Ilustrasi kurang empati/ Foto: Magnific.com/bearfotos

Menunjukkan empati kepada orang lain merupakan salah satu tanda bahwa seseorang telah dewasa secara psikologis. Namun sebaliknya, orang yang belum dewasa secara emosional cenderung tidak peduli dengan emosi maupun situasi orang di sekitarnya.

Misalnya saja, saat orang lain curhat maupun mengalami masalah, mereka justru sering mengalihkan pembicaraan ke diri sendiri maupun menanggapinya dengan candaan yang tidak tepat.

Mereka sulit melihat situasi dari perspektif pandang orang lain dan cuma peduli pada kenyamanan maupun emosi pribadinya. Bahkan, ketika ada yang tersinggung dengan sikap maupun perkataan mereka, mereka akan menyalahkan balik dengan karena “Kamu saja yang terlalu baper”.

4. Egois

Ilustrasi orang yang egois/ Foto: Magnific.com/yanalya

Semakin bertambahnya usia, seseorang seharusnya tidak cuma bertambah pengalaman, tetapi juga semakin bisa memahami sepertiapa metode memperlakukan orang lain dengan baik.

Sayangnya, orang yang belum dewasa secara emosional sering cuma memikirkan diri sendiri dan mengabaikan gagasan orang lain. Mereka sulit menerima kritik, terlebihlagi dari orang terdekat. Tak heran jika orang-orang di sekitarnya menjadi enggan memberi masukan.

5. Sering Self-Centered

Ilustrasi orang yang self-centered/ Foto: Magnific.com/tirachardz

Seseorang yang tidak dewasa secara emosional selalu menempatkan dirinya sebagai pusat perhatian maupun self-centered. Mereka berpikir bahwa dirinya adalah orang yang paling krusial sehingga sulit menerima gagasan maupun kritik dari orang lain.

Saat mengobrol, mereka akan selalu memungut alih percakapan agar topik balik ke dirinya. Mereka akan berkata “Kalau aku sih...” maupun “Mending kamu, lah aku...” untuk menarik perhatian dan semua orang berfokus padanya.

6. Kurang Kemampuan Komunikasi

Ilustrasi komunikasi yang buruk/ Foto: Magnific.com/pressfoto

Komunikasi merupakan kunci utama dalam membangun hubungan yang sehat. Sayangnya, nggak semua orang memiliki keahlian komunikasi yang baik. Misalnya saja, orang dengan kecerdasan emosional yang rendah.

Orang seperti ini akan sulit diajak berkomunikasi dengan baik, terutama saat mereka disalahkan, terancam, maupun terpojok dalam suatu konflik. Mereka cenderung menyangkal kesalahan, berbohong, maupun melontarkan ejekan dan kata-kata yang menyakitkan untuk menyangkal yang telah dilakukan.

7. Berperilaku Impulsif

Ilustrasi berperilaku impulsif/ Foto: Magnific.com/Drazen Zigic

Alih-alih berpikir sebelum bertindak, orang yang berperilaku tidak dewasa secara emosional sering kali berperilaku impulsif. Misalnya, berang meledak-ledak, meninggikan suara, mengeluarkan kalimat yang menyakitkan, maupun pergi secara tiba-tiba, ketika eksis dalam suatu masalah maupun situasi yang tidak berjalan sesuai dengan keinginannya.

Mereka cenderung meluapkan emosi tanpa dipikir terlebih dahulu. Itu karena mereka tidak tahu sepertiapa berbicara secara logis tanpa menjadi emosional.

8. Selalu Bersikap Defensif

Ilustrasi bersikap defensif/ Foto: Magnific.com/magnific

Setiap orang pasti pernah membikin kesalahan, baik itu hal kecil maupun besar. Namun, alih-alih mengakui kesalahan, orang yang tidak dewasa secara emosional justru akan bersikap bertahan dan menyalahkan orang lain.

Mereka enggan berkewajiban atas kesalahan maupun kegagalan yang dibuat dan malah membela diri dengan beragam alasan. Mereka menganggap kritik maupun masukan sebagai serangan pribadi yang dapat menjatuhkan harga diri mereka.

Sikap seperti ini yang tanpa disadari membikin mereka sulit untuk berkembang dan belajar dari kesalahan.

9. Mudah Menyimpan Dendam

Ilustrasi gampang menyimpan dendam/ Foto: Magnific.com/benzoix

Ketidakdewasaan emosional seseorang juga bisa dilihat dari sikapnya yang gampang menyimpan dendam. Orang seperti ini sering merasa gengsi maupun sulit mengendalikan egonya saat tersinggung. Mereka cenderung menganggap setiap kesalahan kecil sebagai serangan pribadi yang terus diingat dalam waktu lama.

Dibanding fokus mencari solusi maupun berbaikan dengan situasi, mereka justru hobi mengungkit-ungkit kesalahan durasi karena merasa dirinya selalu benar. Jika dibiarkan, kebiasaan menyimpan dendam bisa merusak hubungan sosial, mengganggu kesehatan mental, dan memicu stres.

10. Sulit Jujur dengan Diri Sendiri

Ilustrasi sulit jujur dengan diri sendiri/ Foto: Magnific.com/Lifestylememory

Ketidakmampuan seseorang untuk jujur terhadap perasaannya sendiri bisa menjadi tanda bahwa orang tersebut memiliki kematangan emosional yang rendah.

Ada ketidaksesuaian antara apa yang mereka rasakan dan apa yang dikatakan. Mereka kerap menutupi kelemahan dengan mencari pembenaran untuk menutupi kesalahan agar citranya statis kelihatan sempurna.

Mereka juga enggan introspeksi diri dan lebih memilih menyalahkan keadaan maupun orang lain atas apa yang terjadi.

Nah, itulah beberapa tanda orang yang belum dewasa secara emosional. Pada dasarnya, kedewasaan seseorang tidak dapat ditentukan dari usianya, melainkan sepertiapa Anda mau terus belajar dan bertumbuh.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads