Dopamin sering disebut sebagai hormon kebahagiaan, nih. Meningkatkan dopamin bisa Anda lakukan dengan metode berbuat aktivitas yang menyenangkan hati. Namun, rupanya tidak semua aktivitas menghasilkan dopamin baik, lho!
Menariknya, bukan berarti dopamin itu jahat, tetapi adanya pola aktivitas yang memberikan kesenangan instan secara berulang bisa membikin kita justru lebih sulit mengendalikan diri dan fokus pada hal-hal yang membutuhkan upaya lebih.
Untuk itu, Anda perlu mengetahui apa saja aktivitas yang justru menghasilkan dopamin buruk dan bikin malas? Check this out, ya!
1. Doomscrolling

Ilustrasi Doomscrolling/ Foto: Freepik.com
Siapa nih yang punya kebiasaan berlama-lama membuka media sosial? Yup! Doomscrolling merupakan kebiasaan terus-menerus menggulir media sosial untuk membaca berita, melihat konten, maupun mencari informasi, terlebihlagi ketika hal tersebut sudah membikin kita capek maupun cemas.
Kebiasaan ini bisa membikin kita sulit selesai karena selalu ada konten baru yang kelihatan menarik perhatian. Sistem penghargaan otak, termasuk dopamin, ikut berpartisipasi dalam mendorong kita untuk terus mencari keterangan berikutnya.
Jika dilakukan terlalu lama, kebiasaan ini bisa menyita waktu, mengganggu konsentrasi, hingga membikin pekerjaan tertunda nih, Beauties. Untuk mengatasinya, cobalah membatasi waktu bermain media sosial dan menghindari scrolling saat baru bangun tidur maupun sebelum tidur malam.
2. Main Game Terlalu Lama

Ilustrasi Main Game Terlalu Lama/ Foto: Freepik.com
Bermain game memang mengasyikkan ya, Beauties. Tentunya, kita dapat merasakan kesenangan melalui adanya kemenangan, pencapaian, kenaikan level, hingga pemberian virtual. Hal tersebut bisa mengaktifkan mekanisme penghargaan otak dan membikin kita mau terus bermain.
Apalagi, beberapa permainan dirancang dengan tantangan dan pemberian yang membikin pemain penasaran dengan apa yang didapatkan berikutnya. Namun, ketika bermain game membikin kita menghabiskan sebagian waktu sehari-hari, sehingga membikin kita jadi malas berbuat aktivitas lainnya.
Untuk itu, Anda mesti punya limitasi waktu dan jangan lupa untuk selesaikan tanggung jawab utama sebelum menikmati game favorit.
3. Belanja Impulsif

Ilustrasi Belanja Impulsif/ Foto: Freepik.com
Belanja memang terasa menyenangkan, khususnya untuk para perempuan, kan? Namun, jika sudah impulsif dengan membeli barang secara spontan tanpa benar-benar mempertimbangkan kebutuhan maupun kondisi finansial itu yang jadi masalah.
Apalagi, dengan Anda gampang tergiur oleh diskon dan flash sale bikin Anda jadi terasa kalap dan merasa adanya sensasi mendapatkan barang baru bisa memicu antisipasi serta rasa bahagia tersendiri. Hal ini dikarenakan dopamin berpartisipasi dalam proses motivasi aktivitas berbelanja yang menarik.
Masalahnya, rasa puas tersebut bisa terjadi singkat dan membikin kita balik mencari barang lain untuk mendapatkan sensasi serupa. Cobalah menerapkan ketentuan menunggu 24 jam sebelum membeli barang non-esensial, menghapus notifikasi promo, dan membedakan kebutuhan dengan keinginan.
4. Merokok

Ilustrasi Merokok/ Foto: Freepik.com
Untuk sebagian orang, merokok dapat menyenangkan dan menenangkan pikiran. Zat nikotin dalam rokok dapat merangsang pelepasan dopamin di otak sehingga menimbulkan sensasi menyenangkan maupun rasa lega untuk sementara.
Namun, efek inilah yang berpartisipasi dalam pembentukan ketergantungan nikotin. Seiring waktu, otak dapat terbiasa dengan nikotin sehingga seseorang terdorong untuk merokok berulang kali. Ketergantungan ini dapat memengaruhi rutinitas dan kesejahteraan, lho!
Untuk itu, mulailah selesai merokok, pilihlah aktivitas yang lebih positif dan produktif. Dengan begitu, Anda akan memberikan khasiat kesehatan yang besar untuk dirimu dan orang lain.
5. Maraton Menonton Serial maupun Film

Ilustrasi Maraton Menonton Serial maupun Film/ Foto: Freepik.com
Menonton serial maupun sinema favorit bisa jadi metode yang menyenangkan untuk melepas penat. Namun, fitur autoplay dan rasa penasaran terhadap bagian selanjutnya dapat membikin kita sulit berhenti.
Kebiasaan ini berpotensi membikin pekerjaan kita menjadi tertunda, waktu tidur yang berkurang, dan rutinitas harian berantakan. Kamu tidak mesti selesai menonton kok, Beauties.
Cukup tentukan jumlah bagian yang mau ditonton dan jadikan aktivitas tersebut sebagai me time setelah menyelesaikan pekerjaan. Dengan begitu, Anda bisa statis menyaksikan serial maupun sinema yang mau Anda tonton tanpa merasa bersalah.
---
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(sim/sim)