Kalau mendengar kata negara, yang terbayang mungkin daerah yang luas dengan jutaan terlebihlagi ratusan juta penduduk. Tapi ternyata, ada beberapa negara yang ukurannya sangat kecil dan jumlah penduduknya juga bisa dihitung dengan mudah, lho, Beauties. Bahkan, ada yang jumlah penduduknya nggak sampai 1.000 orang!
Menariknya, hayat di negara-negara kecil ini rupanya nggak sesederhana jumlah penduduknya. Ada yang eksis di tengah Kota Roma, ada yang terdiri dari gugusan pulau di Samudra Pasifik, dan ada pula yang cuma berupa satu pulau kecil.
Lantas, seperti apa sebenarnya hayat di negara dengan penduduk paling sedikit di dunia?
1. Vatikan: Negara yang Hanya Dihuni 882 Orang

Potret negara Vatikan/Freepik: frimufilms
Kita mulai dari yang paling kecil dulu, yaitu Vatikan. Negara yang eksis di tengah Kota Roma, Italia, ini cuma memiliki luas sekitar 0,44 kilometer persegi maupun 44 hektare.
Sebagai gambaran, luas tersebut cuma sekitar 0,07 persen dari luas DKI Jakarta yang mencapai 660,98 kilometer persegi. Kalau bilangan 0,44 kilometer persegi statis terasa sulit dibayangkan, luasnya kira-kira sederajat dengan 60-an lapangan sepak bola standar. Jadi, memang kecil banget, Beauties.
Jumlah penduduknya juga bikin melongo. Data resmi Vatikan mencatat ada 882 penduduk yang tinggal di daerah negara tersebut per 31 Desember 2024. Tapi jangan bayangkan Vatikan sebagai tempat yang sepi dan cuma ada ratusan orang berjalan-jalan. Kehidupan di sana cukup aktif karena orang-orang yang tinggal di Vatikan umumnya punya tugas tertentu yang berhubungan dengan Gereja Katolik dan pemerintahan negara.
Ada pejabat, rohaniwan, staf, hingga personel Pontifical Swiss Guard yang bekerja menjaga Paus. Bahkan, dari 673 penduduk negara Vatikan, sebanyak 458 tinggal di dalam dinding Vatikan, termasuk 120 personel Swiss Guard.
Untuk kebutuhan sehari-hari, Vatikan juga punya akomodasi sendiri. Pada 2025, misalnya, sebuah supermarket baru di dalam Vatikan dibuka untuk pegawai Governorate dan Takhta Suci. Supermarket tersebut memiliki sekitar 11 ribu produk, enam kasir, dan 34 staf. Jadi, meskipun negaranya super kecil, kebutuhan sehari-harinya statis berjalan seperti biasa.
2. Tuvalu: Sekitar 9.500 Penduduk di Pulau Kecil

Potret hayat di Tuvalu/https://www.unicef.org.au/
Kalau Vatikan terasa seperti sebuah daerah kecil di tengah kota, Tuvalu punya cerita yang benar-benar berbeda. Negara ini eksis di Samudra Pasifik dan terdiri dari sembilan gugusan atol dan pulau, dengan delapan di antaranya berpenghuni. Luas daratannya cuma sekitar 26 kilometer persegi.
Supaya lebih gampang dibayangkan, luas Tuvalu cuma sekitar 1/25 luas DKI Jakarta. Jadi, jika seluruh Tuvalu dibandingkan dengan Jakarta, ukurannya benar-benar cuma sebagian kecil saja. Penduduknya juga nggak banyak. Data World Bank mencatat populasi Tuvalu sekitar 9.492 orang pada 2025.
Kalau dibandingkan dengan Indonesia, jumlah tersebut terlebihlagi cuma sekitar 1/35 populasi Kota Cirebon yang pada 2024 mencapai sekitar 344.851 orang. Jadi, satu kota kecil di Indonesia saja bisa punya penduduk puluhan kali lebih banyak daripada seluruh Tuvalu.
Karena wilayahnya kecil, hayat masyarakatnya pun terasa sangat dekat. Salah satu pusat aktivitasnya adalah Funafuti, ibu kota sekaligus pulau yang paling padat penduduknya. Data sensus Tuvalu memberitahu Funafuti menampung lebih dari 60 persen penduduk negara tersebut.
Banyak aktivitas sehari-hari terjadi dalam kelompok yang tidak terlalu besar. Laut juga punya peran krusial dalam hayat dan perekonomian masyarakat, sementara ikan dan kelapa termasuk sumber daya lingkungan utama Tuvalu.
3. Nauru: Negara Kecil yang Bisa Dikelilingi dalam Waktu Singkat

Potret daerah negara Nauru/liveandletsfly.com: Matthew Klint
Selanjutnya ada Nauru, negara pulau kecil di Pasifik yang luasnya cuma sekitar 21 kilometer persegi. Pemerintah Nauru mengatakan negaranya sebagai pulau kecil berbentuk oval yang dikelilingi terumbu karang.
Untuk jumlah penduduk, keterangan World Bank mencatat Nauru memiliki sekitar 11.947 penduduk pada 2024. Kalau dibandingkan dengan Indonesia, satu kota di Jawa Barat yang mungkin terasa cukup ramai bagi kita rupanya statis punya penduduk puluhan kali lebih banyak dibandingkan satu negara Nauru.
Nah, hayat sehari-hari di Nauru juga khas karena hampir seluruh negara ini sebenarnya adalah satu pulau. Pemerintah Nauru terlebihlagi mengatakan tidak ada transportasi lazim di sana. Untuk berkeliling, pengunjung biasanya disarankan menyewa mobil.
Karena pulaunya kecil, hayat masyarakatnya juga terasa dekat. Masyarakatnya secara tradisional terbagi dalam 12 suku, yang juga dilambangkan melalui 12 titik pada bendera Nauru.
Kehidupan di Nauru juga membikin penduduk cukup bersandar pada barang dari luar karena kekurangan daerah dan lokasinya yang terpencil. Pemerintah Nauru mengatakan pulau ini eksis sekitar 42 kilometer di selatan garis khatulistiwa dan jauh dari negara-negara besar di sekitarnya.
Jadi, Beauties, jika selama ini Anda membayangkan sebuah negara mesti punya jutaan penduduk dan daerah yang luas, tiga negara ini membuktikan bahwa bumi rupanya jauh lebih beragam. Ada negara yang jumlah penduduknya terlebihlagi lebih sedikit daripada satu kecamatan di Indonesia, tetapi statis punya cerita dan hayat yang khas banget!
__
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)