Adab Berhubungan Intim Menurut Syekh Wahbah Zuhaili

Jun 04, 2026 03:30 PM - 9 jam yang lalu 410
Adab Berhubungan Intim Menurut Syekh Wahbah ZuhailiAdab Berhubungan Intim Menurut Syekh Wahbah Zuhaili

Kincai Media – Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa dalam Islam, hubungan suami istri tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan biologis semata, tetapi juga sebagai bagian dari ibadah yang mempunyai patokan dan etika berasosiasi intim yang kudu dijaga.

Dalam kitab al-Fiqh Islami wa Adillatuhu, dia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah etika yang berasal dari sunnah Nabi Muhammad dalam menjaga kesucian dan kehormatan hubungan tersebut.

Adab Berhubungan Intim

Pertama, memulai hubungan intim dengan mengingat Allah. Hal ini dilakukan dengan membaca basmalah serta membaca surat Al-Ikhlas, disertai takbir dan tahlil. Selain itu, dianjurkan pula membaca angan agar dikaruniai keturunan yang baik serta angan perlindungan dari gangguan setan.

Adapun doanya sebagai berikut;

بِسْمِ اللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً، إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تُخْرِجَ ذٰلِكَ مِنْ صُلْبِي, اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِي

Bismillāhi al-‘Aliyyi al-‘Aẓīm, Allāhummaj‘alhā dzurriyyatan ṭayyibah, in kunta qaddarta an tukhrija dhālika min ṣulbī. Allāhumma jannibnī asy-syaīṭān, wa jannibi asy-syaīṭāna mā razaqtanī.

Artinya; “Dengan nama Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Ya Allah, jadikanlah dia keturunan yang baik, jika Engkau telah menetapkan untuk mengeluarkannya dari tulang sulbiku.

Ya Allah, jauhkanlah saya dari setan, dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rezekikan kepadaku.”

Kedua, tidak menghadap kiblat ketika berhubungan, sebagai corak penghormatan terhadap kesucian arah kiblat. Selain itu, suami istri dianjurkan untuk menutup diri dengan kain alias penutup sehingga tidak dalam keadaan terbuka sepenuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa Islam tetap menjaga rasa malu  bahkan dalam hubungan yang berkarakter sangat pribadi.

Ketiga, melakukan pembukaan (foreplay) sebagai corak kasih sayang, seperti bercumbu, berpelukan, dan berkecupan sebelum berasosiasi intim. Hal ini bermaksud untuk menjaga keselarasan dan memenuhi kebutuhan emosional pasangan, sehingga hubungan tidak hanya berkarakter fisik, tetapi juga penuh kelembutan dan perhatian.

وأن يبدأ بالملاعبة والضم والتقبيل

Artinya; Dan hendaklah dia memulai dengan bercumbu, memeluk, dan mencium. (Al-Islami wa Adillatuhu, Jilid IV, laman 2654).

Keempat, tidak tergesa-gesa dalam mengakhiri hubungan, tetapi memberi kesempatan kepada istri untuk mencapai kepuasan yang sama. Hal ini mencerminkan prinsip keadilan dan perhatian terhadap kewenangan pasangan dalam Islam. Selain itu, makruh memperbanyak percakapan saat berhubungan, lantaran perihal tersebut dapat mengurangi kekhusyukan dan keselarasan momen tersebut.

Kelima, Islam juga memberikan pedoman mengenai gelombang hubungan, ialah tidak meninggalkan istri terlalu lama tanpa hubungan intim lebih dari empat malam selain ada uzur. Ini menunjukkan bahwa Islam memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan biologis dan stabilitas emosional dalam rumah tangga.

Keenam, jika mau melaksanakan jima’ yang kedua kalinya, disunnahkan terlebih dulu mencuci kemaluannya, dan berwudhu. Syekh Wahbah berkata;

ومن أراد أن يجامع مرة ثانية، فليغسل فرجه، ويتوضأ؛ لأن الوضوء يزيد نشاطاً ونظافة

Artinya; Dan siapa yang mau melakukan hubungan (intim) untuk kedua kalinya, hendaklah dia mencuci kemaluannya dan berwudu, lantaran wudu dapat menambah semangat dan kebersihan. (Al-Fqhul Islami wa Adillatuhu, Jilid IV, laman 2654).

Secara keseluruhan, adab-adab ini menunjukkan bahwa Islam memandang hubungan suami istri sebagai bagian dari ibadah yang kudu dilakukan dengan penuh penghormatan, kelembutan, dan pengendalian diri.

Sertifikasi Halal

Selengkapnya