Khutbah Jumat: Keutamaan Dan Kemuliaan Hari Jumat

Jun 04, 2026 12:00 PM - 13 jam yang lalu 616
 Keutamaan dan Kemuliaan Hari JumatKhutbah Jumat: Keutamaan dan Kemuliaan Hari Jumat

Kincai Media – Hari Jumat adalah hari mulia. Hari penuh keistimewaan. Pada hari ini, kebaikan Kebajikan dilipatgandakan oleh Allah. Pun, pada hari ini, pembebasan Allah menyertai orang yang bertaubat. Nah berikut ini teks khutbah Jumat tentang Keutamaan dan Kemuliaan hari Jumat.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْأَزْمَانَ مَوَاسِمَ لِلطَّاعَاتِ، وَفَضَّلَ بَعْضَ الشُّهُوْرِ عَلَى بَعْضٍ بِالْحِكَمِ وَالْبَرَكَاتِ, وَجَعَلَ شَهْرَ شَعْبَانَ شَهْرَ الصَّلَاةِ وَالْإِعْتِيَادِ. وَأَشْهَدُ أنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ،  فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ ۝٦

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan sehingga kita dapat berkumpul di masjid yang mulia ini pada hari yang penuh keberkahan ini.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Selaku khatib Jumat, kami membujuk kepada kita semua untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Di antara hari-hari yang Allah anugerahkan kepada manusia, terdapat satu hari yang mempunyai kedudukan sangat istimewa, ialah hari Jumat. Hari yang penuh keberkahan, hari yang dipenuhi rahmat, dan hari yang menjadi kesempatan besar bagi setiap Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها

Artinya: “Rasulullah bersabda: ‘Hari terbaik yang terbit mentari padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu dia dikeluarkan darinya.’”

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim mengatakan bahwa sabda ini menunjukkan bahwa hari Jumat mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh hari-hari lainnya. Pada hari inilah terjadi peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah kehidupan manusia.

Lebih jauh, Al-Qadhi ‘Iyadh menjelaskan bahwa penyebutan beragam peristiwa agung yang terjadi pada hari Jumat seperti diciptakannya Nabi Adam ‘alaihis salam dan keluarnya dari surga, bukanlah semata-mata untuk menunjukkan keistimewaan peristiwa itu sendiri.

Akan tetapi, Allah menampakkan peristiwa-peristiwa besar tersebut pada hari Jumat agar manusia menyadari sungguh agungnya hari itu sebagai momentum perenungan, introspeksi, dan persiapan diri.

Dengan mengingat beragam peristiwa yang telah terjadi dan yang kelak bakal terjadi, seorang hamba didorong untuk memperbanyak kebaikan saleh, mengharapkan rahmat Allah, serta berlindung dari murka dan siksa-Nya.

Dari penjelasan ini, kita memahami bahwa kemuliaan hari Jumat tidak cukup hanya untuk diketahui, apalagi sekadar diperingati. Kemuliaan itu kudu dihidupkan melalui kebaikan dan ketakwaan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Hari Jumat adalah kesempatan yang Allah hadirkan setiap pekan sebagai sarana memperbarui keimanan, mempererat hubungan dengan Sang Pencipta, dan memperbanyak bekal untuk perjalanan menuju kehidupan yang abadi. Maka beruntunglah mereka yang menjadikan hari Jumat sebagai ladang ibadah dan kesempatan meraih kedekatan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh lantaran itu, seorang Muslim hendaknya menjadikan hari Jumat sebagai hari peningkatan kualitas ibadah. Memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bersedekah, berdoa, dan menghadiri shalat Jumat dengan penuh kekhusyukan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Selain keistimewaan yang telah banyak diketahui, para ustadz juga menyebut beberapa keistimewaan hari Jumat yang jarang diperhatikan oleh kaum Muslimin.

Dalam kitab Nur al-Lum‘ah fi Khashaish al-Jumu‘ah, Imam Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan beragam keistimewaan hari Jumat yang sangat berbobot untuk diamalkan.

Pertama, keistimewaan shalat Subuh berjamaah pada hari Jumat.

Shalat Subuh berjamaah memang mempunyai kedudukan yang agung pada setiap hari. Namun pelaksanaannya pada pagi hari Jumat mempunyai keistimewaan tersendiri.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar:

أَنَّهُ فَقَدَ حُمْرَانَ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ فَلَمَّا جَاءَ قَالَ : مَا شَغَلَكَ عَنْ هَذِهِ الصَّلَاةِ أَمَّا عَلِمْتَ أَنَّ أَوْجَهَ الصَّلَاةِ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى غَدَاةُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِي جَمَاعَةِ الْمُسْلِمِيْنَ.

Artinya: “Bahwasanya suatu kali Abdullah bin Umar tidak menjumpai Humran saat shalat Subuh berjamaah pada hari Jumat. Ketika Humran datang, beliau berkata: ‘Apa yang melalaikan engkau sehingga meninggalkan shalat ini? Tidakkah engkau mengetahui bahwa shalat yang mempunyai kedudukan paling tinggi di sisi Allah adalah shalat Subuh berjamaah pada pagi hari Jumat berbareng kaum Muslimin.’”

Karena itu, jangan sampai kita antusias menghadiri shalat Jumat tetapi lalai dari shalat Subuh berjamaah yang mengawali kemuliaan hari tersebut.

Kedua,  mempererat silaturahmi pada hari Jumat. Hari Jumat bukan hanya hari ibadah individual, tetapi juga hari memperkuat hubungan sosial dan ukhuwah Islamiyah.

Rasulullah SAW bersabda:

لَيْسَ لِطَلَبِ دُنْيَا وَلَكِنْ لِعِيَادَةِ مَرِيْضٍ وَحُضُوْرِ جَنَازَةٍ وَزِيَارَةِ أَخٍ فِي اللهِ

Artinya: “Maksud ayat tersebut bukanlah untuk mencari urusan duniawi, tetapi untuk menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah, dan mengunjungi kerabat lantaran Allah.” (HR. Ibnu Jarir)

Betapa indahnya andaikan hari Jumat kita isi bukan hanya dengan ibadah kepada Allah, tetapi juga dengan menebarkan kasih sayang kepada sesama Muslim; menjenguk yang sakit, menyambung silaturahmi yang terputus, serta memperkuat persaudaraan lantaran Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Hari Jumat adalah hidayah besar yang Allah berikan setiap pekan kepada umat ini. Pada hari itu terdapat keberkahan, rahmat, ampunan, dan kesempatan untuk memperbanyak kebaikan shalih. Maka janganlah kita melewatkannya seperti hari-hari biasa.

Marilah kita memuliakan hari Jumat dengan memperbanyak ibadah, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, membaca Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, dan menghadiri shalat Jumat dengan hati yang khusyuk.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta‘ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bisa memanfaatkan kemuliaan hari Jumat untuk meraih ridha, rahmat, dan ampunan-Nya.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ، لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

   الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى  فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

 اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ  اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

 عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Sertifikasi Halal

Selengkapnya