Pentingnya Membaca Dan Memahami Alquran Sepenuh Hati

Jun 04, 2026 07:53 PM - 5 jam yang lalu 190

Kincai Media , BOGOR – Dalam aliran Islam, menuntut pengetahuan termasuk tanggungjawab untuk seluruh umat muslim. Salah satu penunjang untuk bisa mendapatkan pengetahuan adalah dengan membaca.

Fungsi bagi seseorang yang membaca bakal mendapatkan pengetahuan yang mungkin belum didapat sebelumnya. Terdapat tafsir ayat yang menjelaskan pentingnya membaca dengan tekun dan memahaminya sepenuh hati.

Sebagaimana yang tertulis di Alquran dalam surat Al Baqarah ayat 121, Allah SWT berfirman,

اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَتْلُوْنَهٗ حَقَّ تِلَاوَتِهٖۗ اُولٰۤىِٕكَ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ ࣖ

Arab Latin : Allażīna ātaināhumul-kitāba yatlūnahū ḥaqqa tilāwatih(ī), ulā'ika yu'minūna bih(ī), wa may yakfur bihī fa ulā'ika humul-khāsirūn(a).

Artinya : “Orang-orang yang telah Kami beri kitab suci, mereka membacanya sebagaimana mestinya, itulah orang-orang yang beragama padanya. Siapa yang ingkar padanya, merekalah orang-orang yang rugi.”

Menurut tafsir tahlili Kemenag, dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa di antara Ahli Kitab ada orang Yahudi yang mengikuti Taurat, orang Nasrani mengikuti Injil. Mereka betul-betul membaca kitab yang diturunkan kepada mereka dengan referensi yang betul tidak diikuti oleh kemauan dan hawa nafsu mereka.

Mereka membacanya dengan referensi yang sebenarnya dengan memahaminya sepenuh hati, tidak mentakwilkan alias menafsirkannya menurut kemauan sendiri, tidak menambah, mengurangi alias mengubahnya.

Menurut Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas, membaca dengan referensi yang sebenarnya adalah menghalalkan yang dihalalkanya, mengharamkan yang diharamkannya, membacanya seperti yang diturunkan Allah SWT, tidak mengubah-ubah alias memalingkan perkataan dari tempat yang semestinya dan tidak menakwilkan sesuatu dari kitab itu dengan takwil yang bukan semestinya.

Semua kitab (wahyu) Allah SWT yang diturunkan kepada hamba-hamba-Nya merupakan pelajaran bagi mereka yang bermaksud untuk mengarahkan dan memberi petunjuk ke jalan yang lurus. Karena itu, para hamba Allah SWT wajib membaca dengan sebenar-benarnya, berulang-ulang, dan berupaya memahami petunjuk Allah yang terdapat di dalamnya.

Ketika seseorang membaca Alquran dengan tidak memperhatikan maksud dan maknanya, menafsirkannya dengan sekehendak hati adalah sama dengan membaca Kitab oleh Yahudi dan Nasrani. Membaca kitab-kitab Allah SWT dengan referensi yang sebenarnya wajib dilakukan oleh manusia.

Membaca Kitab tidak dengan referensi yang sebenarnya tidak mengamalkan apa yang dibaca, itu berfaedah memperolok-olokkan kitab-kitab Allah SWT dan menantang Allah SWT. 

sumber : Dok Republika

Selengkapnya