Asal Usul Buah Delima yang Disebut dalam Alquran: Sejarah dan Persebarannya di Asia Barat

Intisari Islam Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 2 menit 119108x dilihat
Asal Usul Buah Delima yang Disebut dalam Alquran: Sejarah dan Persebarannya di Asia Barat

Buah pome yang dikenal sebagai delima.

Kincai Media, Jakarta -- Rasulullah SAW memuji delima sebagai penyembuh bagi tubuh. Dalam surah al-An’am ayat ke-99, Allah menyebut buah delima setelah zaitun, anggur, dan kurma, serta menegaskan “Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.” Pernyataan sejenis juga muncul pada surah al-An’am ayat 141.

Dalam surah ar-Rahman ayat 68, Allah menyebut delima sebagai salah satu buah di surga, disusul peringatan berulang: “Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?”

Sejak ribuan tahun, manusia telah mengkonsumsi delima sebagai makanan dan obat. Buah ini diduga berasal dari Asia Barat dan kemudian menyebar ke daerah sekitarnya.

Hebron, yang kini bagian dari Israel, terkenal dengan budidaya delima yang diperkirakan sudah ada sejak zaman Nabi Musa. Peradaban seperti Mesir, Yunani kuno, dan Romawi juga dikenal memanen buah ini.

Temuan arkeolog menunjukkan sisa-sisa delima — termasuk biji dan kulitnya — di Siprus, Israel, Irak, Yordania, Lebanon, Palestina, Suriah, dan Turki, yang diperkirakan berusia sekitar 3.000 tahun sebelum masehi (DT Potts: 2012).

Penelitian di kawasan yang sama juga menemukan artefak bertema delima yang diduga bagian dari struktur Kuil Sulaiman; pilar kuil digambarkan memiliki hiasan buah delima pada bagian atasnya.

Masyarakat Hyksos di kawasan Tell el-Dab'a di sekitar Sungai Nil, Mesir, juga mengembangkan tanaman delima dan menjual hasil panennya di pasar lokal.

Artikel Lainnya Intisari Islam

Bagikan Postingan