Bayi Suka Mengangkat Badan seperti Plank, Ternyata Ini Maknanya Menurut Dokter

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 42x dilihat
Bayi Suka Mengangkat Badan seperti Plank, Ternyata Ini Maknanya Menurut Dokter

Bagikan Postingan

Gemas rasanya melihat polah bayi yang kocak seiring pertumbuhan dan perkembangannya. Mulai dari tersenyum tipis, tertawa terbahak-bahak, hingga bisa bergeser lincah ke sana dan ke mari. Di antara polah bayi yang kocak itu, Bunda mungkin pernah mendapati bayi gemar mengadopsi badan seperti plank. Kira-kira apa artinya?

Ternyata, posisi plank mengacu pada posisi khusus yang dilakukan bayi saat mereka bersiap untuk merangkak, Bunda. Saat berbuat posisi ini, bayi akan menopang tubuhnya dengan tangan dan jari-jari kaki, sehingga tubuhnya terangkat dari lantai menyerupai posisi plank dalam olahraga.

Dilansir Ready Steady Theraphy, tahap ini merupakan cara krusial sebelum si kecil mulai merangkak, karena membantu menguatkan otot serta mengembangkan koordinasi yang diperlukan untuk bergeser secara mandiri.


Mengapa bayi berbuat posisi plank dan bukannya merangkak? Tahap bayi berbuat posisi plank adalah evolusi alami dalam pertumbuhan bayi. Jadi, wajar saja jika bayi berbuat posisi ini alih-alih langsung merangkak. Seiring bertambahnya usia dan kekuatan, bayi akan mengeksplorasi beragam posisi dan gerakan.

Posisi plank memungkinkan bayi melatih otot inti (core), bahu, dan lengan mereka, sekaligus mempersiapkan diri untuk aktivitas merangkak yang lebih kompleks. Posisi ini juga membantu mengembangkan keseimbangan, koordinasi, dan kesadaran spasial (pemahaman akan ruang di sekitar). Ini keahlian krusial untuk metode mereka bergeser di masa depan.

Bayi biasanya mulai bisa berbuat posisi plank pada usia enam hingga sembilan bulan, meskipun rentang waktunya bisa bervariasi.

Manfaat bayi mengadopsi badannya seperti plank

Mengangkat badan seperti plank memainkan peran krusial dalam evolusi bayi secara keseluruhan dan menjadi tanda bahwa si kecil bersiap untuk mulai merangkak. Berikut khasiat bayi mengadopsi badannya seperti posisi plank:

  • Memperkuat otot inti. Mengangkat badan melibatkan otot-otot inti tubuh, termasuk otot perut dan punggung. Hal ini membantu menaikkan stabilitas dan postur tubuh secara keseluruhan.
  • Membangun kekuatan tubuh bagiankecil atas. Saat bayi menopang tubuh dengan tangan dan jari-jari kaki, mereka melatih kekuatan otot lengan, bahu, dan dada, yang menjadi landasan bagi gerakan-gerakan selanjutnya.
  • Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan. Mengangkat badan seperti plank menuntut bayi untuk mengoordinasikan pergerakan dan menjaga keseimbangan tubuh. Aktivitas ini membantu mereka mengembangkan kesadaran spasial serta mengasah keahlian motorik.
  • Persiapan untuk merangkak dan tahapan evolusi lainnya. Mengangkat badan seperti plank menjadi cara mula menuju kapasitas merangkak, yang merupakan tonggak krusial dalam evolusi bayi. Aktivitas ini membantu bayi memperoleh kekuatan dan koordinasi yang diperlukan untuk bergeser secara mandiri.

Bayi belum bisa mengadopsi badan maupun merangkak?

Untuk memberikan stimulasi dan sokongan agar bayi bisa berbuat tahapan evolusi berikutnya adalah sering-seringlah membujuk bayi untuk tengkurap maupun tummy time.

"Tummy time (waktu tengkurap) itu sederhana saja, Bunda cukup memosisikan bayi untuk tengkurap selama beberapa saat setiap harinya sebagai bentuk latihan bagi mereka," kata tabib ahli anak Matthew Badgett, MD, dikutip dari Cleveland Clinic.

Saat bayi statis sangat kecil, tujuan utama tummy time adalah melatih bayi mengadopsi imam dari permukaan, yang berguna untuk menguatkan otot leher.

"Tummy time dapat mempercepat pencapaian tahapan evolusi seperti merangkak dan berguling," kata Badgett. Menurutnya, dalam jangka pendek, aktivitas ini jelas membantu bayi berkembang dengan lebih baik, Bunda.

Aktivitas ini juga dapat membantu mencegah keterlambatan evolusi motorik sejak dini. Berbagai riset memberitahu bahwa bayi yang jarang eksis dalam posisi ini lebih berisiko mengalami keterlambatan evolusi motorik.

Namun, perlu diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan tabib ahli anak jika Bunda memiliki pertanyaan maupun kecemasan mengenai tahapan evolusi anak.

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads