Jakarta -
Hamil 25 minggu menandai fase kehamilan akan bergeser memasuki trimester ketiga. Nah, saat hamil 25 minggu, apa yang dirasakan dan fluktuasi yang terjadi?
Memasuki hamil 25 minggu, wah selamat datang di bulan ketujuh ya, Bun. Perut Bunda mungkin semakin membesar dan bersiaplah karena beragam masalah mengenai kehamilan akan dialami di fase ini.
Hamil 25 minggu, apa yang dirasakan?
Pada kehamilan 25 minggu, perut mungkin bisa kelihatan sangat berbeda ya, Bun. Hal ini akan bersandar pada bentuk tubuh da bermutu badan Bunda sebelum kehamilan, bermutu badan yang bertambah selama kehamilan, jumlah cairan amnion, dan tentu saja ukuran bayi. Sehingga, setiap individu akan mengalami hal yang berbeda.
Oh iya, Bunda, di usia hamil 25 minggu ini, ukuran rata-rata rahim adalah sederajat dengan bola sepak. Itu sebabnya, sering kali terasa ada tekanan pada organ lain di sekitarnya, seperti diarea kandung kemih dan usus, seperti dikutip dari halaman Mambaby.
Selain perut yang semakin membesar, gangguan maag saat hamil sering kali menghampiri bumil. Ya, konsekuensi ini memang bisa terjadi sangat mula dalam kehamilan. Salah satu alasannya mungkin ukuran rahim yang semakin membesar, serta fluktuasi hormon yang dapat terjadi sangat mula dalam kehamilan.
Seperti diketahui bahwa pita otot yang menutup lambung dan esofagus menjadi lebih lunak akibat keberadaan progesteron. Sehingga, Bunda yang hamil mungkin mengalami refluks asam lambung. Selain rasa asam klasik di mulut dan sensasi terbakar dalam kondisi ini, sakit tenggorokan dan bunyi serak setelah bangun pagi juga bisa menjadi tanda maag. Dalam kasus seperti ini, beberapa hal berikut bisa membantu:
1. Makan dalam porsi kecil lebih sering daripada satu kali makan besar
2. Kunyah makanan dengan baik
3. Jangan makan apa pun dalam dua jam sebelum tidur
4. Tidur dengan tubuh bagiankecil atas terangkat
Jika semua itu tidak membantu, ada obat yang bisa dikonsumsi yang mengikat asam lambung. Beberapa dapat diminum tanpa khawatir, terlebihlagi selama kehamilan. Namun, ada baiknya tanyakan kepada tabib apa yang terbaik untuk Bunda konsumsi tanpa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.
Perubahan pada ibu hamil saat kehamilan memasuki 25 minggu
Di usia kehamilan 25 minggu, beberapa fluktuasi mungkin akan dirasakan. Seperti munculnya rasa gatal yang aneh, kram, nyeri, dan lainnya. Ya, perlu Bunda ketahui bahwa setiap rasa nyeri, peregangan, dan lainnya yang muncul merupakan metode tubuh untuk menjaga kehamilan statis berjalan dengan baik.
Terkait gatal-gatal, Bunda mungkin akan merasakan payudara dan perut yang membesar karena bagiankecil ini memang akan meregangkan kulit yang memunculkan rasa gatal. Gatal selama kehamilan memang tidak nyaman, tetapi tidak berbahaya. Bunda bisa mengatasi rasa gatal dengan mandi oatmeal, mengoleskan losion, dan memakai busana yang halus dan longgar.
Namun, jika gatal menjadi parah maupun datang dengan ruam baru, beri tahu tabib maupun bidan. Sebab, hal ini bisa menandakan adanya masalah misalnya, komplikasi kehamilan serius yang disebut kolestasis dapat memicu rasa gatal intens, biasanya di akhir kehamilan.
Selain itu, gangguan insomnia mungkin juga dirasakan di fase ini. Untuk itu, manfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin selagi bisa meski tertidur sering kali jadi tantangan jelang persalinan. Meskipun insomnia saat hamil sulit diatasi, cobalah trik-trik ini untuk mendapatkan tidur yang lebih baik saat hamil. Relaksasi otot progresif, deskripsi terpandu, dan strategi lain dapat membantu Bunda statis rileks dan menenangkan pikiran cemas.
Gangguan pusing selama kehamilan juga kemungkinan muncul, Bunda. Selama kehamilan, mekanisme kardiovaskular bekerja lebih keras dari sebelumnya. Selain itu, volume darah dalam tubuh juga meningkat hingga 50 persen, dan debar jantung bekerja lebih cepat.
Setiap menit, jantung akan memompa lebih banyak darah daripada sebelum Anda hamil. Karena itu, Bunda mungkin mengalami pusing saat berdiri serta pusing dari waktu ke waktu. (Pada akhir kehamilan, rahim yang tumbuh juga memberi tekanan pada pembuluh darah dan memperlambat sirkulasi.) Untuk mencegah pusing, pastikan Bunda makan dan minum cukup banyak, jangan rebah telentang, berdiri perlahan, hindari kepanasan, dan jangan berlebihan saat berolahraga seperti dikutip dari halaman Baby Center.
Tak ketinggalan, gangguan gas dan kembung di fase ini bisa menjadi hal yang patut diwaspadai, Bun. Hindari makan makanan yang menyebabkan gas berlebih di perut seperti produk susu, brokoli, kubis, kacang-kacangan, dan makanan gorengan berlemak.
Tips saat hamil 25 minggu
Mengingat kehamilan yang semakin membesar, tak ada salahnya mempersiapkan beragam tips saat hamil 25 minggu agar Bunda bisa beradaptasi dengan fase ini:
1. Gunakan pelembap
Ukuran rahim kini sudah sebesar bola sepak dan peregangan kulit bisa menyebabkan perut terasa gatal. Iritasi kulit memang jadi masalah lazim yang muncul. Untuk itu, oleskan pelembab maupun losion jika diperlukan agar kulit lebih nyaman.
2. Lakukan pijat kehamilan
Setelah melewati trimester pertama, biasanya Bunda sudah bisa berbuat pijat kehamilan. Selama kehamilan, pijat rutin dapat membantu meredakan insomnia, nyeri leher dan punggung, nyeri skiatika, pembengkakan pada tangan dan kaki, sakit kepala, serta hidung tersumbat akibat masalah sinus.
3. Camilan manis yang sehat
Saat merasa lesu di tengah hari, cobalah camilan manis yang sehat seperti sepotong keju dengan satu wadah yogurt, muffin wortel, dan lainnya.
4. Perhatikan gejala pada mata
Mata adalah bagiankecil tubuh lain yang tampaknya terpengaruh secara acak oleh hormon kehamilan. Selama masa ini, penglihatan mungkin menjadi kurang tajam dan lensa kontak terasa kurang betah saat dipakai. Namun tidak perlu cemas mengenai hal ini, karena seperti halnya gejala pada kulit, hal tersebut akan menghilang setelah melahirkan. Pastikan menginformasikan tabib maupun tenaga kesehatan mengenai kondisi ini agar mereka bisa memantaunya seperti dikutip dari halaman Whattoexpect.
5. Mandi air hangat
Cobalah mandi air hangat sebelum tidur, kenakan baju yang nyaman, dan lakukan pose yoga yang menenangkan, maupun membaca buku sambil mendengarkan musik lembut.
Perkembangan janin saat bulan hamil 25 minggu
Perkembangan janin saat hamil 25 minggu semakin pesat, Bun. Di usia kehamilan ini, panjang janin sudah mencapai 13 inci (lebih dari 30 cm) da beratnya lebih dari 1.5 on (sekira 680 gram).
Oh iya, ada beberapa evolusi lainnya tentu semakin menggemaskan, seperti berikut ini, Bunda:
1. Paru-paru bersiap untuk bernapas
Faktanya, suhu cairan ketuban sangat terjaga kestabilannya, sehingga bayi selalu eksis dalam suhu yang nyaman. Perubahan warna kulit ini terjadi karena pembuluh darah kecil, yang disebut kapiler, mulai terbentuk di bawah kulit dan terisi darah.
Menjelang akhir minggu ini, pembuluh darah juga akan berkembang di paru-paru bayi dan membawanya selangkah lebih dekat menuju kematangan sempurna serta selangkah lebih dekat untuk menghirup udara bugar pertamanya. Namun, pada usia kehamilan 25 minggu, paru-paru tersebut statis dalam tahap evolusi awal.
Meskipun paru-paru sudah mulai memproduksi surfaktan yaitu zat yang akan membantu paru-paru mengembang saat menghirup oksigen setelah bayi lahir. Tetapi, organ ini belum cukup berkembang untuk menyalurkan oksigen ke mengerti darah secara memadai maupun membuang karbon dioksida saat bayi mengembuskan napas.
2. Hidung bayi mulai berfungsi
Paru-paru bukan satu-satunya mekanisme tubuh yang bersiap untuk menghirup udara. Lubang hidung dan hidung bayi juga mulai berguna minggu ini. Hal ini memungkinkan Si Kecil untuk mulai berlatih bernapas.
Wah, semakin menakjubkan ya, Bunda. Semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)