Benarkah Ayah Nabi Ibrahim Itu Azar, Si Penyembah Berhala?

May 17, 2026 08:10 AM - 3 jam yang lalu 132

Kincai Media , JAKARTA -- Alquran surah asy-Syu'ara ayat ke-86 menyebut doa Nabi Ibrahim AS kepada Allah. Dalam munajat itu, sang Khalilullah berambisi bapaknya mendapatkan pembebasan Allah sehingga tidak lagi tergolong orang-orang yang sesat.

Namun, benarkah sosok yang didoakan itu adalah bapak kandung Nabi Ibrahim AS? Untuk mendapatkan jawaban, pertama-tama kita mesti mengetahui karakter bahasa Arab, sebagai bahasa yang digunakan Alquran.

Alquran memang menyebut nama subjek yang didoakan Ibrahim AS itu. Dialah Azar. Tidak seperti Ibrahim, Azar tenggelam dalam kemusyrikan.

وَاِذۡ قَالَ اِبۡرٰهِيۡمُ لِاَبِيۡهِ اٰزَرَ اَتَتَّخِذُ اَصۡنَامًا اٰلِهَةً ‌ ۚ اِنِّىۡۤ اَرٰٮكَ وَقَوۡمَكَ فِىۡ ضَلٰلٍ مُّبِيۡنٍ

"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berbicara kepada ayahnya Azar, 'Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya saya memandang engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata'" (QS al-An'am: 74).

Dalam kesempatan lain, Ibrahim AS bermohon kepada Allah.

وَاغۡفِرۡ لِاَبِىۡۤ اِنَّهٗ كَانَ مِنَ الضَّآلِّيۡنَۙ‏

"Dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat" (QS asy-Syuara: 86).

Lafaz liabiyy ("ayahku") dalam ayat itu berakar dari ab. Ini tidak selalu berfaedah 'ayah kandung', tetapi bisa juga sebagai 'pengasuh' alias 'penanggung jawab.' Jadi, peran itu bisa diisi oleh kakek, paman, alias kerabat lainnya.

Syekh Yasin Muhammad Yahya dalam Min Wahyil Qur'an berpendapat, bapaknya Nabi Ibrahim AS, seperti yang disebutkan dalam ayat surah asy-Syu'ara itu, bukanlah bapak kandungnya. Yang dimaksud adalah pamannya alias kerabat laki-laki dari bapak kandungnya sang Khalilullah.

Alquran pun di tempat berbeda menggunakan kata abun dengan tidak merujuk pada makna 'ayah kandung', melainkan paman. Simaklah surah al-Baqarah ayat ke-133.

اَمۡ كُنۡتُمۡ شُهَدَآءَ اِذۡ حَضَرَ يَعۡقُوۡبَ الۡمَوۡتُۙ اِذۡ قَالَ لِبَنِيۡهِ مَا تَعۡبُدُوۡنَ مِنۡۢ بَعۡدِىۡؕ قَالُوۡا نَعۡبُدُ اِلٰهَكَ وَاِلٰهَ اٰبَآٮِٕكَ اِبۡرٰهٖمَ وَاِسۡمٰعِيۡلَ وَاِسۡحٰقَ اِلٰهًا وَّاحِدًا ۖۚ وَّنَحۡنُ لَهٗ مُسۡلِمُوۡنَ

"Apakah Anda menjadi saksi saat maut bakal menjemput Yakub, ketika dia berbicara kepada anak-anaknya, 'Apa yang Anda sembah sepeninggalku?' Mereka menjawab, 'Kami bakal menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu ialah Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) bertawakal diri kepada-Nya.'"

Selengkapnya