Benarkah tak Satu pun dari Miliaran Muslim di Dunia Paraih Nobel Sebagaimana Klaim Kennedy?

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 503x dilihat
Benarkah tak Satu pun dari Miliaran Muslim di Dunia Paraih Nobel Sebagaimana Klaim Kennedy?

Bagikan Postingan

JAKARTA— Tulisan ini merupakan tanggapan atas pernyataan Menteri Kesehatan Amerika Serikat Robert F Kennedy Jr yang mengungkapkan secara keliru bahwa penduduk Arab-Muslim pada era modern tidak lagi menghasilkan karya ilmiah dan sastra sebagaimana pada masa lalu, serta tidak lagi meraih penghargaan bergengsi. Pernyataan tersebut memicu ombak kritik dan reaksi keras dari beragam kalangan.

Terus terang, klaim tersebut tidak memiliki alas ilmiah. Pernyataan itu justru mencerminkan ketidaktahuan mendalam terhadap sejarah peradaban dan kontribusi beragam bangsa dalam memajukan umat manusia.

Sejak awal, perlu ditegaskan bahwa tanggapan terhadap klaim Kennedy Jr. ini tidak akan disampaikan secara emosional dengan sekadar membela bangsa Arab dan umat Islam.

Sebaliknya, artikel ini akan bertolak dari perspektif pandang sejarah, ilmiah, dan filosofis untuk mengungkap kelemahan logika yang digunakannya, sekaligus memberitahu benar-benar dangkal pemikiran dan rasis pandangannya.

Cara berpikirnya juga mencerminkan mentalitas orientalis yang membenci bangsa Arab, umat Islam, dan peradaban Arab-Islam, sebagaimana dilakukan sejumlah orientalis Barat yang turut membuka jalan bagi kolonialisme Eropa di daerah Timur.

Para orientalis tersebut dahulu beranggapan bahwa penduduk Timur tidak bisa mengatur dirinya sendiri dan secara ilmuwan tidak sanggup menghasilkan ilmu pengetahuan, filsafat, sastra, maupun pemikiran.

Ilmuwan Inggris, Isaac Newton, pernah mengatakan bahwa dirinya dapat menemukan hukum-hukum besar karena berdiri di atas pundak para ilmuwan besar yang mendahuluinya.

Pada beberapa masa Abad Pertengahan, sejumlah daerah Eropa terlebihlagi mengalami ketertinggalan besar dalam pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan pusat-pusat keilmuan utama di bumi Islam.

Karena itu, kita perlu mengajukan satu pertanyaan untuk memahami secara tepat evolusi ilmu pengetahuan dan intelektualitas suatu bangsa pada masa tertentu: Mengapa ilmu berkembang pesat di penduduk tertentu pada masa-masa tertentu dalam sejarah, tetapi mengalami kemunduran pada masa yang lain?

Menteri Amerika Serikat yang seharusnya lebih dahulu memperhatikan kesehatan jasmani masyarakatnya justru melontarkan pernyataan dan klaim yang tidak benar.

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads